Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Aku tinggal di sebuah desa, letaknya di daerah Sleman, Yogyakarta. Suasana masih sangat teduh & asri dengan pepohonan tinggi menjulang & gemercik air sungai nan jernih.
Mengapa saya hingga di daerah itu, karena suamiku berasal dari situ & PHK menciptakan kami berdua berikut ketiga anak harus pulang ke rumah orang tua suamiku, mengurus sawah & memulai usaha baru.
Ada yg aneh setiap saya melewati jalanan kampung di depan rumah persis. Semacam ada aura mistis yg tak terlihat, tetapi dapat dirasakan. Sering bulu kudukku meremang tanpa sebab & anak-anak menangis seakan ketakutan.
Akhirnya suami buka suara. Konon, katanya, di kebun bambu depan rumah yg dipisahkan oleh jalanan kampung itu merupakan kerajaan lelembut. Dulu, ketika suamiku masih kecil, ia sering ikut simbok berjualan kayu bakar di pasar kota.
Mereka berjalan kaki mulai dari pukul 03.00 dini hari & hingga di pasar pukul 04.00.
Suatu hari, suamiku melihat ada keranda berwarna putih terang menyilaukan setiap pandangan, terbang di antara dedaunan bambu. Suamiku spontan berteriak. Jiwa kekanakannya mungkin belum membentuk rasa takut melainkan rasa penasaran.
Simbok membekap mulut suamiku itu lalu mengajaknya berjongkok, menyembunyikan diri di antara semak-semak, & membiarkan keranda itj melintas hingga menghilang di kegelapan.
Kata suamiku, simbok tak henti-henti berkomat-kamit merapal doa.
Anehnya lagi, menurut beberapa orang, sebenarnya keranda itu tidak terbang, melainkan tengah diusung oleh beberapa makhluk tak kasat mata menuju kerajaannya.
Nah, yg jadi pertanyaan, siapa yg ada dalam usungan keranda itu? Kalau ada yg mati, lalu apakah mereka berarti mati dua kali?
Hari ini 08:08
Mengapa saya hingga di daerah itu, karena suamiku berasal dari situ & PHK menciptakan kami berdua berikut ketiga anak harus pulang ke rumah orang tua suamiku, mengurus sawah & memulai usaha baru.
Ada yg aneh setiap saya melewati jalanan kampung di depan rumah persis. Semacam ada aura mistis yg tak terlihat, tetapi dapat dirasakan. Sering bulu kudukku meremang tanpa sebab & anak-anak menangis seakan ketakutan.
Akhirnya suami buka suara. Konon, katanya, di kebun bambu depan rumah yg dipisahkan oleh jalanan kampung itu merupakan kerajaan lelembut. Dulu, ketika suamiku masih kecil, ia sering ikut simbok berjualan kayu bakar di pasar kota.
Mereka berjalan kaki mulai dari pukul 03.00 dini hari & hingga di pasar pukul 04.00.
Suatu hari, suamiku melihat ada keranda berwarna putih terang menyilaukan setiap pandangan, terbang di antara dedaunan bambu. Suamiku spontan berteriak. Jiwa kekanakannya mungkin belum membentuk rasa takut melainkan rasa penasaran.
Simbok membekap mulut suamiku itu lalu mengajaknya berjongkok, menyembunyikan diri di antara semak-semak, & membiarkan keranda itj melintas hingga menghilang di kegelapan.
Kata suamiku, simbok tak henti-henti berkomat-kamit merapal doa.
Anehnya lagi, menurut beberapa orang, sebenarnya keranda itu tidak terbang, melainkan tengah diusung oleh beberapa makhluk tak kasat mata menuju kerajaannya.
Nah, yg jadi pertanyaan, siapa yg ada dalam usungan keranda itu? Kalau ada yg mati, lalu apakah mereka berarti mati dua kali?
Hari ini 08:08