• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

'Kerancuan' Program Pelatihan Prakerja

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0

'Kerancuan' Program Pelatihan Prakerja


Apa itu Prakerja, tak perlu Ane jelaskan lagi. Sebab istilah ini sudah begitu populer di telinga para 'pengangguran' yg mengharapkan bantuan Pemerintah, seperti Ane. :-D

Ane sendiri mendaftar Program Pelatihan Prakerja sejak Gelombang I, namun baru lulus pada Gelombang V.

Dengan dana insentif pelatihan satu juta rupiah, Ane habiskan untuk membeli & mengikuti 3 tipe pelatihan dari 3 platform yg berbeda.

Berdasarkan pengalaman mengikuti 3 pelatihan itu, Ane merasa ada hal yg 'janggal' atau 'rancu', sehingga dana pelatihan satu juta itu terasa kurang efektif. Menurut Ane, lebih baik dana tersebut diberikan langsung kepada penerima Kartu Prakerja, ketimbang beli pelatihan yg relatif mahal, namun nanfaatnya mungkin relatif cuma sedikit.

Mengapa demikian, berikut uraian 'kerancuan' Program Pelatihan Prakerja & alasannya versi Ane:


1. Soal Ujian Pelatihan Dibocorkan

Jika GanSis mengikuti sebuah Pelatihan Prakerja, maka di akhir sesi materi pasti ada ujian, sebagai evaluasi penguasaan materi, sekaligus penentu kelulusan & mendapatkan Sertifikat Digital sebagai salah satu syarat mendapat bantuan 600 ribu setiap bulan, selama 4 bulan.

Nah, soal ujian ini & jawabannya, pada beberapa platform pelatihan sudah dibocorkan kepada peserta. Ane nendapat Link pada sebuah Telegram yg dikirim oleh Admin Pelatihan, yg menuju sebuah video Youtube tentang soal ujian & kunci jawabannya. Mungkin Admin juga harap mendapat Adsense dari Youtube.

Ini berarti materi ujian sudah bocor, & semua peserta dapat dipastikan lulus, sehingga ini terasa rancu.


2. Lulus Meski Tidak Mengikuti Semua Materi

Pada dasarnya, peserta dinyatakan lulus setelah mengikuti semua materi & lulus ujian. Namun beberapa platform tetap meluluskan peserta yg tidak mengikuti semua materi, & tudak lulus ujian. Ini dialami oleh teman Ane yg mengambil Pelatihan Bahasa Inggris.

Dia 'frustasi' karena merasa boros kuota internet, & tidak sanggup menjawab soal materi Listening. Dia berhenti tengah jalan. Namun sekitar dua bulan kemudian, dia membuka Aplikasi OVO, ternyata ada dana masuk dari Program Prakerja. Ini berarti dia dinyatakan lulus pelatihan, sehingga dapat menerima insentif dari Pemerintah.

Ini juga terasa rancu, sehingga pelatihan itu seolah-olah cuma 'main-main', tidak serius, yg penting bayar.


3. Memberikan Rating & Ulasan Positif

Selain Sertifikat Lulus Pelatihan, syarat mendapatkan insentif adalah sudah memberikan Rating & Ulasan pada aplikasi & platform penyelenggara pelatihan. Mereka meminta peserta untuk memberikan rating & ulasan yg positif.

Jika tidak, maka data peserta terkadang mereka tahan (tidak dikirim ke Penyelengara Prakerja), sehingga dianggap belum selesai ikut pelatihan, & tak dapat mendapat insebtif.

Ini terasa rancu, sebab peserta tidak dapat objektif memberikan penilaian. Mungkin mereka berharap dengan ulasan & rating yg baik, calon peserta selanjutnya akan memilih platform mereka.


4. Materi Mainstream

Menurut Ane materi pelatihan biasa-biasa saja, dapat dicari di Internet atau di buku-buku. Hanya saja ada sisi interaktif, sehingga peserta dapat bertanya. Dengan biaya pelatihan ratusan ribu, rasanya lebih efektif beli buku, ketimbang ikut pelatihan.
****
Itulah beverapa 'kerancuan' pelatihan Prakerja versi Ane. Intinya kurang efektif, lebih menguntungkan pihak penyelenggara pelatihan, ketimbang peserta. Lebih baik dana pelatihan diberikan langsung kepada peserta, terserah mereka mengpakainya untuk meningkatkan skill & produktivitas kerjanya.(*)

Diolah berdasarkan pengalaman pribadi.​
Hari ini 14:34
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.