Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
KENTUT SAJA DILARANG APALAGI ADEGAN RANJANG
Hai, Agan & Sista, ane kembali membawa kekeruhan, eh, bukan. Tetapi pencerahan bagi kita yg sudah berumah tangga.
Mungkin terkesan agak gimana, tetapi ini cuma sebagai antisipasi supaya jangan ada orang ketiga dalam hubungan rumah tangga.
Oke, deh!
Kali ini ane harap membahas tentang sesuatu yg tabu bagi istri maupun seorang suami.
Bukan sok suci, bukan pula iri & dengki. Hanya saja sebagai wanita timur yg semenjak kecil diajari adab serta rasa malu yg tinggi, menciptakanku takut berbicara masalah sex di hadapan orang banyak, terkecuali pakarnya atau orang yg benar-benar dapat dipercaya, yaitu mahromnya.
Mungkin karena adat & budaya yg kental, menciptakanku terbiasa menahan mengatakan supaya jangan terlepas. Kalau mengatakan pepatahnya menganga dulu baru bicara. Maksudnya dipikirkan dulu baik buruknya baru katakan, ataupun tuliskan.
Boleh saja tulisan berisi sexs education. Tetapi untuk hal yg seperti itu ada ranahnya tersendiri.
Namun, di luar itu semua. Aku cuma harap menuliskan sebuah kalimat yg pernah kubaca dalam buku kewajiban suami istri dalam islam. Bunyinya kalau tidak salah begini, "Jadilah pakaian bagi pasanganmu, jangan buka aibnya, meski pada keluargamu." Nah, ada tambahan yg pernah kubaca juga pada petuah adat yaitu, "Apa pun yg terjadi di dalam kamarmu, jangan katakan pada orang lain. Bahkan bagaimana bunyi kentut pasanganmu."
Banyak ya, aturannya?
Banyak banget, meski nanti ada alasan & bulyan bahwa sebenarnya wanita memang harap bahagia, bukan cuma sebagai pemuas sex pasangan, apakah itu salah?
Tidak salah!
Namun, apa pantas seorang wanita menceritakan harapannya di ranjang dibaca jutaan orang?
Kendatipun cuma tulisan fiksi. Jadi berhati-hatilah menuliskan sesuatu. Karena tidak cuma di akhirat, di dunia pun orang akan menilai seorang yg menulis dari tulisannya.
Salam santun dari emak yg belajar dari internet, buku-buku kesehatan & buku cara menjaga keharmonisan rumah tangga.