meike
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 18864
- Sejak
- 14 Jul 2007
- Pesan
- 3.867
- Nilai reaksi
- 313
- Poin
- 83
Kentut Kanguru Ramah Lingkungan
SYDNEY - Pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca telah merisaukan banyak pihak, tidak terkecuali Australia. Guna mengurangi emisi itu, para ilmuwan Australia berusaha memberikan perut ala Kanguru ke binatang ternak dan domba. Pasalnya, gas yang dikeluarkan dari perut (maaf, kentut) binatang khas Australia itu terbukti ramah lingkungan.
Hal itu karena perut Kanguru memiliki bakteri khusus sehingga gas yang dikeluarkan bukan metana (gas tanpa warna dan tanpa bau yang bisa meledak jika dicampur udara). Para ilmuwan ingin memindahkan bakteri itu ke hewan ternak dan domba yang mengeluarkan gas berbahaya dalam jumlah besar.
Meski gambaran umum polusi gas rumah kaca adalah cerobong asap yang mengeluarkan karbondioksida, gas yang dikeluarkan perut binatang ternak memiliki andil besar dalam emisi total di beberapa negara.
''Empatbelas persen emisi dari semua sumber di Australia berasal dari metana yang dikeluarkan binatang ternak dan domba,'' kata Athol Klieve, ilmuwan riset di Queensland.
''Jika Anda melihat negara lain seperti Selandia Baru, yang lebih mengandalkan pertanian, jumlah emisi itu mencapai sekitar 50 persen,'' jelasnya.
Makan Daging Kanguru
Para peneliti menyatakan bakteri itu juga membuat proses pencernakan jauh lebih efisien sehingga para petani bisa menghemat jutaan dolar untuk biaya pangan. ''Dengan bakteri itu, kanguru tidak hanya terbebas dari gas metana namun juga bisa memperoleh tambahan energi sebanyak 10-15 persen dari makanan yang mereka makan,'' tambah Klieve.
Para petani yang sebelumnya menertawakan ide itu, kini mengakuinya. Apalagi, mereka kini menderita akibat kekeringan yang melanda Australia.
''Dalam tahun sulit seperti situasi kekeringan saat ini, 15 persen merupakan jumlah yang tidak bisa diabaikan,'' kata petani Michael Mitton.
Namun untuk merealisasikan ide itu, para peneliti membutuhkan waktu paling tidak tiga tahun guna mengisolasi bakteri itu, sebelum mereka bisa mulai mengembangkan cara memindahkannya ke hewan ternak dan domba.
Sementara itu, kelompok lain ilmuwan menganjurkan rakyat Australia agar mengurangi beternak sapi dan domba, dan makan lebih banyak kanguru.
Ide itu memang kontroversial, namun sekitar 20 persen warga Australia yang sadar kesehatan diyakini makan simbol nasional itu.
Menurut Peter Ampt dari institut studi lingkungan Universitas New South Wales, daging kanguru hanya mengandung sedikit lemak. Daging itu kandungan proteinnya tinggi dan rasanya enak.(afp-niek-26)
mungkin sekarang ada diantara kalian yang mau dikentutin sama kangguru???
wkwkwwkwkwk
sumber: suara merdeka,jumat 7 november 2007
SYDNEY - Pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca telah merisaukan banyak pihak, tidak terkecuali Australia. Guna mengurangi emisi itu, para ilmuwan Australia berusaha memberikan perut ala Kanguru ke binatang ternak dan domba. Pasalnya, gas yang dikeluarkan dari perut (maaf, kentut) binatang khas Australia itu terbukti ramah lingkungan.
Hal itu karena perut Kanguru memiliki bakteri khusus sehingga gas yang dikeluarkan bukan metana (gas tanpa warna dan tanpa bau yang bisa meledak jika dicampur udara). Para ilmuwan ingin memindahkan bakteri itu ke hewan ternak dan domba yang mengeluarkan gas berbahaya dalam jumlah besar.
Meski gambaran umum polusi gas rumah kaca adalah cerobong asap yang mengeluarkan karbondioksida, gas yang dikeluarkan perut binatang ternak memiliki andil besar dalam emisi total di beberapa negara.
''Empatbelas persen emisi dari semua sumber di Australia berasal dari metana yang dikeluarkan binatang ternak dan domba,'' kata Athol Klieve, ilmuwan riset di Queensland.
''Jika Anda melihat negara lain seperti Selandia Baru, yang lebih mengandalkan pertanian, jumlah emisi itu mencapai sekitar 50 persen,'' jelasnya.
Makan Daging Kanguru
Para peneliti menyatakan bakteri itu juga membuat proses pencernakan jauh lebih efisien sehingga para petani bisa menghemat jutaan dolar untuk biaya pangan. ''Dengan bakteri itu, kanguru tidak hanya terbebas dari gas metana namun juga bisa memperoleh tambahan energi sebanyak 10-15 persen dari makanan yang mereka makan,'' tambah Klieve.
Para petani yang sebelumnya menertawakan ide itu, kini mengakuinya. Apalagi, mereka kini menderita akibat kekeringan yang melanda Australia.
''Dalam tahun sulit seperti situasi kekeringan saat ini, 15 persen merupakan jumlah yang tidak bisa diabaikan,'' kata petani Michael Mitton.
Namun untuk merealisasikan ide itu, para peneliti membutuhkan waktu paling tidak tiga tahun guna mengisolasi bakteri itu, sebelum mereka bisa mulai mengembangkan cara memindahkannya ke hewan ternak dan domba.
Sementara itu, kelompok lain ilmuwan menganjurkan rakyat Australia agar mengurangi beternak sapi dan domba, dan makan lebih banyak kanguru.
Ide itu memang kontroversial, namun sekitar 20 persen warga Australia yang sadar kesehatan diyakini makan simbol nasional itu.
Menurut Peter Ampt dari institut studi lingkungan Universitas New South Wales, daging kanguru hanya mengandung sedikit lemak. Daging itu kandungan proteinnya tinggi dan rasanya enak.(afp-niek-26)
mungkin sekarang ada diantara kalian yang mau dikentutin sama kangguru???
wkwkwwkwkwk
sumber: suara merdeka,jumat 7 november 2007
