Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Duh, ngomongin janda bikin hati dag dig dug duerr! Ya, ga sih? Maklum Janda memang begitu menggoda, apalagi liat body mama muda bikin otak ga singkron atas & bawah.
Thread ini bukan memyudutkan ras tertentu & bukan bermaksud untuk SARA, dari sabang hingga merauke nusantara punya ciri khas tersendiri. Seperti Suku Minang identik dengan merantau, Suku Bugis identik dengan pelaut ulung, Suku Jawa identik dengan pekerja keras, suku Sunda identik dengan Janda Kembang yg begitu menggoda.
Sunda memang memiliki kharismatik dari latar belakang yg kuat, wanita-wanita sunda pandai merawat diri. Terlihat dari pola tarian Jaipong wanita sunda memang memperlihatkan sisi sensual mereka, sudah pasti cara berdandan mereka pun lebih baik & jadi nilai plus.
Menurut mbah saya ada pepatah ajining rogo soko busono, wibawa seseorang itu dari pakaiannya. Disinilah wanita sunda dapat memberikan posisi yg menarik supaya dilirik oleh para lelaki, bukan cuma cantik fisik tetapi cantik juga hatinya.
Kecantikan wanita sunda tercetak dalam sejarah, ketika sosok putri yg bernama Putri Dyah Pitaloka Citraresmidari Kerajaan Sunda dapat menundukkan seorang raja Prabu Hayam Wuruk yg memimpin kerajaan Majapahit (Jawa).
Kecantikan alami yg terpancar dari wanita sunda berasal dari makanan yg dikonsumsi, sayuran mentah seperti lalapan jadi ciri khas yg membetikan kulit putih & bersih serta mengeluarkan pesona kesehatan kulit yg alami.
Indonesia pernah mengalami masa perceraian terbesar di tahun 1950, pertanyaannya kenapa? Di masa konflik, ekonomi yg memburuk, serangan militer Belanda yg membabi buta menciptakan peta Janda di Indonesia semakin membesar.
Perjanjian Linggarjati hingga terjadinya Bandung Lautan Api di tahun 1946 memaksa pejuang di Jawa Barat meninggalkan istri yg mengungsi ke hutan-hutan, disinilah tingginya janda di Jawa Barat & nenek moyang kita dahulu sudah terbiasa jadi janda, bahkan terbiasa berganti suami karena harus gugur di medan perang.
Ini yg menyebabkan kenapa di sunda jadi banyak Janda, namun sayang stigma itu pun melekat hingga kini. Perseteruan antar suku sunda & jawa memberikan percikan pikiran negatif tersendiri, hal ini diawali dari gagalnya putri sunda di persunting raja Jawa.
Namun berjalannya waktu stigma janda lambat laun jadi lebih negatif, sedangkan angka perceraian di tanah sunda terjadi karena banyaknya mereka yg menikah muda. Ekonomi jadi masalah tertinggi perceraian, hingga saat ini stigma janda banyak di daerah sunda seakan melekat di masyarakat.
Padahal, zaman canggih seperti sekarang menurut data di suku lain pun banyak juga wanita yg jadi janda. Entah kenapa harus di kaitkan dengan suku sunda? Hal yg menarik ketika kita datang di desa-desa tanah pasundan faktanya memang banyak sih janda bertebaran, duh kok dapat ya?
Ealah cuk, ya jelas dapat namanya ga cocok ya divorce kok gitu aja repot!
Sumber : 1, 2, 3
Sumber gambar google