Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kisah tentang Polisi memang banyak yg dilirik kisah negatifnya, terlebih lagi di Indonesia negeri yg katanya santun & ramah tetapi banyak oknumnya yg menciptakan banyak ulah. Walau tentu institusi yg dihormati sebagai penegak hukum ini ada kisah positifnya namun tenggelam di lautan kisah negatif.
Masalah datang bertubi-tubi yg menciptakan nama institusi Polisi saat ini tercoreng, bahkan kasus terbaru oknum Polisi yg menciptakan pacarnya harus bunuh diri di atas makam ayahnya, karena dipaksa mengerjakan tindakan aborsi.
Mudahnya akses internet memang terasa, saat ini intitusi itu dikuliti secara habis. Pertanyaannya kenapa kok banyak sekali oknum Polisi yg bermasalah?
Mau tak mau ini akan menyinggung recruitment, siapa sih yg tak mau masuk Polisi? Bahkan dengan seragam gagahnya itu banyak digandrungi para wanita, karena banyaknya yg harap masuk jadi Polisi akan ada saja yg namanya jalur siluman.
Kita pakai logika bodoh saja ketika menciptakan SIM jalur resmi sulitnya minta ampun, belum lagi test lapangan jalurnya sudah mirip test untuk pemain akrobat, agak sulit bagi mereka yg pemula dalam berkendara. Namun ternyata ada jalur siluman yg jadi calo, terlebih the power orang dalam semua urusan lancar, kondusif terkendali 86 beres.
Hal itu sudah jadi rahasia umum, tetapi adakah yg lulus dengan jalur resmi? Tentu saja ada, & memenuhi kriteria yg jadi standard recruitment.
Namun terkadang ada persyaratan yg kurang dari calon Polisi seperti tinggi & berat badan yg kurang ideal maupun tes-tes lain yg nilainya kurang, dapat diakali dengan jalur spesifik entah dengan power atau biaya tambahan, walau kalau hal ini ketahuan dapat jadi masalah juga.
Menariknya memo atau sponsor dari calon pendaftar bukan dari pejabat Polri saja, namun ada juga dari instansi lain, termasuk anggota dewan, bahkan menteri hal ini dapat saja terjadi. Karena pada dasarnya instansi ini tetap punya power di masyarakat.
Mereka yg lolos jalur murni memang ada, namun yg melewati jalur spesifik ini kita tak dapat tutup mata. Sebab hal seperti ini seakan mendarah daging, bahkan tidak cuma jadi Polisi saja, tetapi instansi pemerintah yg lain pun hampir pada kategorinya sama.
Jadi permasalahan ini bak benang kusut, maka ada saja oknum-oknum Polisi yg attitudenya kurang baik, bahkan oknum yg bertindak sewenang-wenang karena pada dasarnya keluarganya juga punya power. Bukan rahasia lagi, kalau kasus Rindu Anggiat Pasaribu yg berseteru dengan Arteria Dahlan tidak mencuat ke permukaan tentu abuse power itu memang nyata adanya kok.
Hampir sama dengan film Hollywood tentang kisah Polisi yg dijadikan sebuah hiburan, sebenarnya kisah itu memang ada yaitu Polisi Korup, Polisi yg bertindak kriminal, & tindakan negatif lainnya. Maka itu dibentuknya propam yg mengurusi tindakan dari oknum tersebut.
Tapi itu kisah dulu, kalau sekarang katanya nih, katanya! Menjadi Polisi itu gratis tidak ada lagi jalur spesifik semua cuma satu jalur yaitu yg resmi.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik
Pic : google