Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Cangkeman.net -Pertanyaan ini pernah saya lontarkan pada sepupuku sekitar 4 tahun yg lalu, tepatnya ketika kami masih duduk di bangku SMA. Dulu, ada sebuah tempat rental atau penyewaan buku -lebih tepatnya penyewaan komik & novel- yg jadi tempat langganan kita berdua. Aku memang pesayang novel & sepupuku itu penyuka komik Jepang alias manga, jadi kita sering mampir ke tempat rental tersebut sepulang sekolah. Yah, namanya juga murid SMA, tentu aja uang sakunya nggak seberapa. Jadi untuk dapat membaca komik atau novel, kita lebih memilih menyewa daripada membelinya di toko buku.
Aku yg notabene adalah penggemar novel, sudah pasti sering menuju rak bagian novel. Tapi nggak seperti sebelum-sebelumnya yg cuma fokus ke novel, hari itu saya tertarik dengan manga & meminta sepupuku untuk memilihkan 1 manga yg menurutnya bagus. Tentu saja dia dengan bahagia hati memberikan rekomendasinya. Bahkan, dia malah dengan semangat meracuni saya supaya suka baca manga.
Ketika perdana kali memegang manga, saya merasa heran & agak terkejut karena ternyata manga dibaca dari kanan.
Wah, kok bacanya dari kanan? Macam Al-Quran aja,begitu kira-kira komentarku waktu itu.
Saat saya bertanya pada sepupuku tentang hal itu, dengan enteng dia menjawab,Ya mana ku tau.. Aku bukan orang Jepang, bukan yg bikin komiknya. Dan bukan cuma itu, buatku yg terbiasa membaca novel, tentu saja bingung dengan isi manga yg cuma gambar & dialog. Lebih tepatnya sih, bingung mengurutkan dialog mana yg harus dibaca lebih dulu. Untung aja, sepupuku itu memberikan tutorial mengenai cara membaca manga yg benar, mulai dari panel mana yg harus didahulukan, hingga urutan membaca balon dialog, yg tentu aja semuanya harus dari kanan ke kiri. Akan tetapi, rahasia tentang kenapa bacanya dari kanan? belum juga terjawab, bahkan hingga saya jadi penggemar manga & punya banyak koleksi manga di rumah.
Pertanyaan tersebut baru terjawab beberapa hari yg lalu. Itupun hasil ketemu nggak sengaja di mesin pencari google. Duh, kenapa saya dulu nggak kepikiran buat cari di google ya? Jadi, ternyata penyebab manga dibaca dari kanan ke kiri karena hal ini sesuai dengan cara penulisan huruf Kanji yg pada dasarnya memang dibaca dari kanan. Cara penulisan ini dinamakan tategaki, yaitu model penulisan secara vertikal (dari atas ke bawah) yg dimulai dari sisi kanan. Sebenarnya, tategaki merupakan cara penulisan Bahasa Jepang yg asli, & sering disebut sebagai bentuk tulisan tradisional. Meskipun saat ini udah ada model penulisan Bahasa Jepang secara horizontal dari kiri ke kanan yg disebut yokogaki, namun cara menulis tategaki masih tetap dipertahankan khususnya untuk menulis hal-hal yg berkaitan dengan karya sastra, seperti novel, buku cerita, & tentu aja komik atau manga. Selain itu, tategaki juga dipakai untuk tulisan yg bersifat tradisional & Jepang banget, misalnya buku pelajaran Bahasa Jepang, kaligrafi tradisional, notasi musik & instrumen tradisional Jepang.
Ketika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, bentuk buku manga tetap dipertahankan seperti aslinya yaitu dari kanan ke kiri karena beberapa alasan, salah satunya adalah mengenai perubahan gambar. Jika manga diubah jadi dari kiri ke kanan seperti buku di Indonesia pada umumnya, maka akan ada gambar yg kidal & jadinya tampak aneh. Oleh sebab itulah, panel-panel komik, dialog, & seluruh isi buku manga dibaca dari kanan ke kiri.
Tulisan ini ditulis oleh Nurul Fatin Sazanah diCangkemanpada tanggal 20 Juli 2022 Hari ini 01:57