Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Rasanya tak ada habisnya kita melihat orang-orang yg menuntut supaya para koruptor di hukum mati. Tentunya saya mengerti mengapa mereka begitu marah namun tampaknya di Indonesia sendiri belum pernah satu koruptor pun yg dihukum mati. Hukuman mati sendiri diatur dalam undang-undang namun hukum pidana ini terakhir kali dilakukan pada 29 Juni 2016, lima setengah tahun yg lalu.
Dan sekarang kita masuk ke masalah utamanya, mengapa para koruptor tidak mendapatkan eksekusi mati tak peduli betapa akbar kerugian yg mereka berikan pada negara? Jika harap jawaban yg gampang maka jawabannya adalah itu melanggar hak asasi manusia & tidak berperikemanusiaan namun kalau mengharapkan jawaban yg lebih rumit maka teruslah membaca.
Indonesia adalah negara hukum. Sayangnya hukum yg dibuat oleh manusia tidak sempurna, ada satu faktor yg sering kali mempengaruhi pengambilan keputusasaan yakni perasaan manusia, hati nurani. Contohnya kalau ada dua orang mencuri ikan dari kolam pancing, yg satu seorang preman sedangkan yg satu lagi nenek tua, mana yg akan dihukum lebih keras? Seperti itulah hukum di negara ini.
Dalam suatu vonis kejahatan, perasaan pribadi & tekanan dari berbagai pihak mengambil peranan penting & hal ini juga berlaku untuk koruptor. Katakanlah banyak rakyat yg setuju dengan sanksi mati namun sejak kapan pemerintah mendengar suara rakyat? (Holy shit!
Para pengusaha cenderung menentang sanksi mati karna para koruptor itulah yg sudah memperlancar bisnis mereka sedangkan kalau anggota DPR setuju dengan sanksi mati maka itu sama saja dengan bunuh diri. Setelahnya Anda mungkin dapat menebak sendiri, uang sana uang sini & masalah selesai, koruptor cuma perlu dipenjara beberapa tahun saja.
Namun sayangnya semua ini hanyalah kecurigaan semata, sebuah opini tanpa bukti karna kalau saya punya bukti saya mungkin sudah dilenyapkan dari negara ini
Tapi kalau Anda tak puas dengan kenyataan maka coba lihat diri Anda sendiri terlebih dahulu. Apakah Anda masih suka menerobos lampu merah? Atau suka menyalip antrian? Atau ujian sim pakai calo? Jika iya maka jangan harap deh korupsi di Indonesia dapat beres. Koruptor disebut koruptor karna mereka mencuri uang negara namun sesungguhnya kita semua adalah koruptor, kita cuma mengpakai metode yg berbeda.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
sumur Hari ini 10:39