Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hi gan sis, & para sobat kaskus dimanapun anda berada. Bagaimana hari ini hubungan dengan pasangan baik-baik saja, atau sedang renggang gara-gara orang ketiga?
Gw do'ain semoga masalah lo semua berakhir dengan kebahagiaan, terkadang hidup tak seperti yg kita harapkan terlalu banyak hal yg diluar kendali kita sebagai manusia yg lemah.
Oke, pembahasan kali ini gw bilang sangat menarik karena berkaitan dengan hak & kewajiban setelah lo semua menikah, ada sebuah pertanyaan usil yg terlintas di otak gw "Kenapa Istri Pelaut Banyak Yang Selingkuh?" Perlu ditekankan disini tidak semua istri pelaut itu selingkuh, banyak menandakan lebih dari satu dapat puluhan atau dapat juga lebih dari itu. Karena kejadian nyata di real life memang faktanya ada.
Namun seperti biasa sebelum membahas lebih jauh, ada kalanya kita hening sejenak sambil intropeksi diri, lalu presisikan posisi & cekicrot.
Menjalani biduk rumah tangga tak semudah kita membalikkan telapak tangan, banyak rintangan & halangan yg sering saja datang menerpa cuy.
Apalagi lo tau sendirilah di zaman medsos merajalela, banyak orang yg suka narsis, harap dipuji & mencari jati diri apalagi sedang ditinggal suami yg sedang berlayar mempertaruhkan nyawa.
Tapi tak elok rasanya bila cuma batin sang istri saja yg tersiksa, menunggu kapan pujaan hati merapat di dermaga. Suami pun sama, namun mereka karena uang jajan dikantong utuh ketika merapat di negeri seberang biasanya banyak para wanita penjaja sayang yg datang di pelabuhan sekedar memberikan kepuasan karena puasa di lautan lepas, walau sekali lagi tak semua pelaut begitu.
Lantas bagaimana dengan si Istri yg diberikan banyak fasilitas oleh suami ketika pergi berlayar, baik itu uang maupun perabotan rumah tangga yg dapat ia pakai. Tidak semua harta dapat menundukkan batin yg gelisah, terlebih itu nafsu yg membara.
Banyak sudah kejadian pada istri pelaut yg mempunyai kekasih gelap, kenapa apa kurang secara ekonomi? Tentu tidak, apa kurang secara birahi? Ini yg jadi masalah, kebutuhan manusia di dunia selain sandang, papan, & pangan tercukupi ada juga seksual yg harus tercukupi bila salah satu itu tidak ada pasti ia akan berusaha untuk mencari.
Maka disinilah sumber masalahnya, untuk itu konsekuensinya memiliki pasangan seorang pelaut itu adalah harus banyak meredam birahi. Dan, percayalah pada karma selingkuh itu tak akan memberikan kebaikan yg ada malah kerusakan demi kerusakan. Kalau tak nyaman jadi istri pelaut, lebih baik pisah secara syariat daripada harus selingkuh iya toh.
Saran gw komunikasikan terlebih dahulu sebelum melangkah menuju mahligai pernikahan, supaya tak terjadi masalah yg sangat merugikan banyak pihak. Iya, toh?
Sumber 1, 2
Pic google