• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Dapat?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Bisa?

Assalamualaikum, selamat malam Agan & Sista Kaskus semuanya. Senang sekali saya masih diberi kesempatan untuk menuliskan kegelisahan saya di sini. Tulisan anak remaja yg sedang meraba untuk menuju dewasa. Ya, saya mengakui bahwa saya belum jadi dewasa.

Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Bisa?

Tentang diri saya yg sebenarnya tidak begitu menyukai keramaian, berkomunitas sempat jadi hal yg anti sekali. Bagaimana tidak? Berkomunitas memaksa kita untuk berkomunikasi dengan banyak orang. Saling mengenal, itulah salah satu yg saya dapatkan dari sekian banyaknya manfaat berkomunitas seusia saya.

Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Bisa?

Berawal dari hati yg terombang-ambing, saya menemukan sebuah komunitas yg pas di hati saya. Di sini saya tidak akan membahas yg cenderung memuji sebab saya adalah salah satu anggota di dalam komunitas ini. Pun, saya tidak akan membicarakan hal buruk tentang komunitas ini. Saya paham betul bagaiamana cara orang dewasa menanggapi sebuah pernyataan. Ya, kalau yg membaca memang sudah berpikiran dewasa. Semua kembali lagi pada diri masing-masing, karena baik buruknya sesuatu itu bergantung pada evaluasi masing-masing.

Kembali lagi pada pembahasan tadi, KOMUNITAS. Anda pasti sudah paham tentang komunitas apa yg sedang saya perbincangkan disini. Ya, KomPAk, Komunitas Penulis Aktif Kreatif. Ada yg penasaran tentang munculnya komunitas ini, ada juga yg sudah paham.

Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Bisa?

Namun sejauh ini sempatkah Anda berpikir tentang Mengapa harus berkomunitas? Bukankah sendiri juga dapat? Bukankah sendiri justru malah menjadikan hidup lebih tenang? Tidak ada beban di hati kalau tidak berkomunitas

Saya pernah berada di tahap itu, di mana hati merasa tidak tenang. Lalu berpikir kembali & saya menemukan jawaban. Bahwa kalau seseorang berpikir seperti itu, artinya dia belum dewasa dalam mengolah emosinya. Ego yg tinggi merusak segalanya. Sedangkan dalam berkomunitas sendiri, harus dapat mengendalikan itu semua.

"Emang perlu ya, masuk komunitas buat nyari temen? Apalagi KomPAK? Terus, yg gak berkomunitas, gak gaul gitu?"


Pada kesempatan ini saya tekankan bahwa tidak ada yg mengatakan ketika Anda masuk ke dalam sebuah komunitas, Anda harus mengikuti semua aktifitas yg ada di dalamnya. Nah, KomPAk membebaskan Anda. Tapi ingat, bebas bukan berarti seenaknya sendiri.

Ketika Anda bertanya seperti itu pada saya, maka saya akan jawab perlu, & memang sangat perlu. Untuk apa? Untuk saling menginspirasi satu sama lain. Apalagi untuk Anda yg bahagia dengan kompetisi. Dengan saling menyemangati, maka jiwa kompetitor Anda akan meningkat.

Sejauh ini, belum ada kritik dari saya, tetapi tidak ada kritik bukan berarti tidak ada kekurangan. Introveksi & mawas diri sangatlah penting demi kemajuan komunitas. Keterbukaan menerima kritik & saran dari komunitas ini sangat menciptakan nyaman khususnya untuk diri saya sendiri.

Masalah itu akan sering ada. Tinggal bagaimana kita menyikapi masalah itu dengan kepala dharap. Semakin akbar sebuah komunitas, maka akan semakin akbar pula kekuatan orang-orang yg mencoba untuk mengancurkan. Kita jangan hingga kuat di luar saja namun dalamnya keropos. Usahakan harus kuat luar dalam.

Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Bisa?

"Yang paling penting dalam komunitas adalah kolaborasi, karena dari situ kita dapat menghasilkan sesuatu yg besar"
- Shinta Soebijandono

Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Bisa?

Harapannya dari gadis kecil di antah berantah, perlahan kita melangkah bersama dengan memperbanyak kolaborasi. Kolaborasi dengan siapa? Di lingkungan kecil, saya berharap dapat ada kolaborasi dengan sesama anggota. Tidak perlu malu untuk mengeksplore kemampuan masing-masing. Percayalah, setiap orang itu mempunyai potensi yg kadang orang tidak mengetahuinya. Melalui KomPAk, mari kita saling kolaborasi.

Lalu, kalau kolaborasi antar sesama anggota dapat berjalan dengan lancar, maka mulailah kita berkolaborasi dengan komunitas yg jauh lebih besar, supaya kita dapat punya pedoman untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Bagi Anda yg tujuan awal masuk sebuah komunitas cuma untuk mencari uang. Anda salah tempat! Silakan Anda balik kanan dari sekarang! Karena sejatinya, berkomunitas dari hati justru lebih banyak mengeluarkan uang, daripada menghasilkan uang.

Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Bisa?

"Berkomunitas itu bukan soal apa yg dapat kita dapatkan dari komunitas itu, melainkan apa yg dapat kita berikan untuk komunitas & apa yg dapat kita lakukan untuk banyak orang dengan berkomunitas"
- Edwita
Kenapa Harus Berkomunitas? Bukankah Sendiri Juga Bisa?

Ungkapan di atas sungguh merubah pemikiran saya. Terkadang kita egois cuma harap mengambil manfaat dari orang lain tanpa mau memberi manfaat kepada orang lain. Apakah itu adil? TIDAK. Mulai sekarang, mari kita sama-sama menata hati kita, kita tanya diri kita masing-masing untuk apa kita mengikuti komunitas?

Saya Brina, terima kasih sudah memberikan wadah yg nyaman untuk menyalurkan inspirasi saya. Mohon maaf bila banyak kesalahan. Jangan lupa terseyum walau cuma dua detik.


"Bukan tentang siapa saya yg dulu denganmu, tetapi siapa saya sekarang dengan KomPAk"
- Brina​




Kemarin 22:44
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.