Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
HAI AGAN DAN SISTA!
Bagaimana kabarnya teman-teman semua? Semoga kita sering diberi kesehatan & dilindungi dari wabah Covid-19 yg melanda dunia saat ini. Aamiin.
Sumber: instagram (chef.gonzo)
Emoji sudah jadi bagian penting dalam dunia internet saat ini. Selain lucu, emoji memudahkan kita untuk mengungkapkan perasaan virtual khususnya dalam arena pesan teks. Namun, pernah gak sih kalian bertanya-tanya kayak gini, "Kok emoji warnanya kuning? Kenapa gak hijau? Biru? Pink? Atau warna lain?" Pernah nggak? Kalau enggak, ya, wajar sih. Soalnya gak penting juga 'kan? Namun, kalau dipikir-pikir lagi, kayaknya menarik kalau kita bahas. Ya, sekadar memuaskan rasa harap tahu. Ya nggak?
So, mari kita cari tahu, "Kenapa Emoji Berwarna Kuning?"
Sumber: dokpri
Sewaktu iOS mengeluarkan model emoji terbaru mereka, muncul beberapa kontroversi di kalangan Apple Haters--di mana emoji kuning yg iOS luncurkan dianggap rasis & tidak netral dipakai oleh pengguna iOS yg heterogen & multikultural. Memang ada apa sih? Jadi katanya, warna kuning pada emoji cuma merepresentasikan warna kulit orang Asia yg kuning cerah, sehingga tidak ada adil bagi orang Eropa yg berkulit putih & orang Afrika dengan kulit gelap.
Ingat, itu katanya ya! Namun, apa betul iOS rasis?
Harvey Ball and his smiley || Sumber: di sini
Sebelum iOS, rupanya enam puluh satu tahun silam, Harvey Ball sudah mulai menciptakan emoji--lebih tepatnya The Iconic Smiley--dengan background kuning cerah. Ball adalah seorang desainer komersial, yg menciptakan smiley tersebut untuk perusahaan asuransi Massachusette. Boom! Smiley & karyanya jadi terkenal & muncul di mana-mana. Di prangko, kaos, tas, & stiker bemper. Orang-orang mengpakai smiley kuning tersebut dengan bahagia hati tanpa berpikir "Kuning itu rasis, Dude!"
Karena warna kuning & smiley sudah melekat satu sama lain--sudah jadi ikonik emotikon--maka pada tahun 90-an aplikasi instant massenger AOL--juga menjadikan kuning sebagai background 12 emoji pada aplikasi tersebut.
Lantas apa yg salah dengan yellow emoji pada iOS?
Tidak ada! Itu cuma sebuah konspirasi tanpa dasar yg diduga untuk menjatuhkan perusahaan perangkat lunak mevvah tersebut. Sekarang, tak cuma iOS; Android, Google, Microsoft, & aplikasi sejenis lainnya juga mengpakai kuning untuk emoji-emoji mereka. Kuning cuma warna default yg tidak merepresentasikan ras mana pun! Emoji kuning netral! Orang mana pun dapat mengpakainya.
Lagi pula, sekarang kalau kita harap mengpakai emoji untuk mewakili ras atau warna kulit tertentu, keharapan itu sudah disediakan oleh perangkat emoji. Tinggal klik lama pada emoji tertentu, maka muncullah emoji serupa dengan berbagai warna kulit. Well, kita tinggal pilih sesuai dengan keharapan. Perlu diingat, pemilihan warna emoji tersebut juga tidak asal-asalan. Skin tone pada emoji itu dibuat berdasarkan skala pigmentasi atau respon kulit kepada sinar matahari. Skala Fitzpatrick namanya, dikembangkan Thomas B. Fitzpatrick, seorang profesor di Harvard Medical School pada tahun 70-an.
Berikut tipe emoji berdasarkan Skala Fitzpatrick.
(Berurutan) tipe emoji menurut Skala Fitzpatrick. Tipe I & II digabung dalam satu emoji. || Sumber: emojipedia
TIPE I
Adalah emoji dengan skin tone putih pucat--berambut pirang atau merah; mata biru; bintik-bintik di wajah; terbakar di bawah sinar matahari; & tidak pernah berubah cokelat.
TIPE II
Adalah emoji dengan skin tone kulit putih; rambut pirang/merah; mata biru/hijau/cokelat; biasanya terbakar di bawah sinar matahari; berubah jadi cokelat minimal.
TIPE III
Adalah emoji dengan skin tone kuning langsat; rambut & warna matanya beragam & tidak terbatas; terbakar ringan bila di bawah sinar matahari; dapat jadi cokelat merata.
TIPE IV
Adalah emoji dengan skin tone cokelat sedang, warna kulit Mediterania, mengalami tanning (penggelapan) bila di bawah sinar matahari, & jarang terbakar.
TIPE V
Adalah emoji dengan skin tone cokelat tua; tipe kulit Paskah Tengah, jarang mengalami tanning & jarang terbakar.
TIPE VI
Adalah emoji dengan skin tone cokelat tua hingga hitam; sangat berpigmen, mudah mengalami tanning & tidak pernah terbakar oleh sinar matahari.
***
Jadi bagaimana? Apakah menurut kalian emoji kuning adalah rasism? Lagi pula alasan logis lainnya untuk memilih kuning sebagai default emoji adalah, karena kuning itu cerah, terang, sehingga dapat menunjukkan ekspresi emoji dengan jelas & nyata.
Coba kalian bandingkan emoji dengan berbagai warna background di bawah ini? Mana yg paling jelas ekspresinya?
Sumber: dokpri
Tulis komentar kalian!
SEKIAN
A threat by : serbaserbi.com
Sumber: 1, 2, 3, 4
THANKS FOR READING
Hari ini 17:21
Bagaimana kabarnya teman-teman semua? Semoga kita sering diberi kesehatan & dilindungi dari wabah Covid-19 yg melanda dunia saat ini. Aamiin.
Sumber: instagram (chef.gonzo)
Emoji sudah jadi bagian penting dalam dunia internet saat ini. Selain lucu, emoji memudahkan kita untuk mengungkapkan perasaan virtual khususnya dalam arena pesan teks. Namun, pernah gak sih kalian bertanya-tanya kayak gini, "Kok emoji warnanya kuning? Kenapa gak hijau? Biru? Pink? Atau warna lain?" Pernah nggak? Kalau enggak, ya, wajar sih. Soalnya gak penting juga 'kan? Namun, kalau dipikir-pikir lagi, kayaknya menarik kalau kita bahas. Ya, sekadar memuaskan rasa harap tahu. Ya nggak?
So, mari kita cari tahu, "Kenapa Emoji Berwarna Kuning?"
Sumber: dokpri
Sewaktu iOS mengeluarkan model emoji terbaru mereka, muncul beberapa kontroversi di kalangan Apple Haters--di mana emoji kuning yg iOS luncurkan dianggap rasis & tidak netral dipakai oleh pengguna iOS yg heterogen & multikultural. Memang ada apa sih? Jadi katanya, warna kuning pada emoji cuma merepresentasikan warna kulit orang Asia yg kuning cerah, sehingga tidak ada adil bagi orang Eropa yg berkulit putih & orang Afrika dengan kulit gelap.
Ingat, itu katanya ya! Namun, apa betul iOS rasis?
Harvey Ball and his smiley || Sumber: di sini
Sebelum iOS, rupanya enam puluh satu tahun silam, Harvey Ball sudah mulai menciptakan emoji--lebih tepatnya The Iconic Smiley--dengan background kuning cerah. Ball adalah seorang desainer komersial, yg menciptakan smiley tersebut untuk perusahaan asuransi Massachusette. Boom! Smiley & karyanya jadi terkenal & muncul di mana-mana. Di prangko, kaos, tas, & stiker bemper. Orang-orang mengpakai smiley kuning tersebut dengan bahagia hati tanpa berpikir "Kuning itu rasis, Dude!"
Karena warna kuning & smiley sudah melekat satu sama lain--sudah jadi ikonik emotikon--maka pada tahun 90-an aplikasi instant massenger AOL--juga menjadikan kuning sebagai background 12 emoji pada aplikasi tersebut.
Lantas apa yg salah dengan yellow emoji pada iOS?
Tidak ada! Itu cuma sebuah konspirasi tanpa dasar yg diduga untuk menjatuhkan perusahaan perangkat lunak mevvah tersebut. Sekarang, tak cuma iOS; Android, Google, Microsoft, & aplikasi sejenis lainnya juga mengpakai kuning untuk emoji-emoji mereka. Kuning cuma warna default yg tidak merepresentasikan ras mana pun! Emoji kuning netral! Orang mana pun dapat mengpakainya.
Lagi pula, sekarang kalau kita harap mengpakai emoji untuk mewakili ras atau warna kulit tertentu, keharapan itu sudah disediakan oleh perangkat emoji. Tinggal klik lama pada emoji tertentu, maka muncullah emoji serupa dengan berbagai warna kulit. Well, kita tinggal pilih sesuai dengan keharapan. Perlu diingat, pemilihan warna emoji tersebut juga tidak asal-asalan. Skin tone pada emoji itu dibuat berdasarkan skala pigmentasi atau respon kulit kepada sinar matahari. Skala Fitzpatrick namanya, dikembangkan Thomas B. Fitzpatrick, seorang profesor di Harvard Medical School pada tahun 70-an.
Berikut tipe emoji berdasarkan Skala Fitzpatrick.
(Berurutan) tipe emoji menurut Skala Fitzpatrick. Tipe I & II digabung dalam satu emoji. || Sumber: emojipedia
TIPE I
Adalah emoji dengan skin tone putih pucat--berambut pirang atau merah; mata biru; bintik-bintik di wajah; terbakar di bawah sinar matahari; & tidak pernah berubah cokelat.
TIPE II
Adalah emoji dengan skin tone kulit putih; rambut pirang/merah; mata biru/hijau/cokelat; biasanya terbakar di bawah sinar matahari; berubah jadi cokelat minimal.
TIPE III
Adalah emoji dengan skin tone kuning langsat; rambut & warna matanya beragam & tidak terbatas; terbakar ringan bila di bawah sinar matahari; dapat jadi cokelat merata.
TIPE IV
Adalah emoji dengan skin tone cokelat sedang, warna kulit Mediterania, mengalami tanning (penggelapan) bila di bawah sinar matahari, & jarang terbakar.
TIPE V
Adalah emoji dengan skin tone cokelat tua; tipe kulit Paskah Tengah, jarang mengalami tanning & jarang terbakar.
TIPE VI
Adalah emoji dengan skin tone cokelat tua hingga hitam; sangat berpigmen, mudah mengalami tanning & tidak pernah terbakar oleh sinar matahari.
***
Jadi bagaimana? Apakah menurut kalian emoji kuning adalah rasism? Lagi pula alasan logis lainnya untuk memilih kuning sebagai default emoji adalah, karena kuning itu cerah, terang, sehingga dapat menunjukkan ekspresi emoji dengan jelas & nyata.
Coba kalian bandingkan emoji dengan berbagai warna background di bawah ini? Mana yg paling jelas ekspresinya?
Sumber: dokpri
Tulis komentar kalian!
SEKIAN
A threat by : serbaserbi.com
Sumber: 1, 2, 3, 4
THANKS FOR READING