Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Kota Samarinda adalah ibu kota dari provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Terletak di sebelah timur pulau Kalimantan, kota ini memiliki luas sekitar 718,30 kilometer persegi & populasi sekitar 842.691 jiwa pada tahun 2020. Samarinda merupakan kota yg berkembang pesat & memiliki banyak potensi dalam sektor pertambangan, perdagangan, & pariwisata. Salah satu daya tarik utama Samarinda adalah Sungai Mahakam yg melintasi kota ini & jadi pusat aktivitas ekonomi & sosial masyarakat setempat.
Samarinda pada awalnya adalah wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara. Suku asli yg mendiami wilayah ini adalah Suku Kutai. Namun, Kerajaan Kutai sempat ditaklukkan oleh Kerajaan Banjar pada zaman ke-16. Karena itu, migrasi akbar suku banjar ke Samarinda terjadi pada saat itu. Peristiwa ini adalah alasan mengapa Bahasa Banjar justru jadi bahasa keseharian di Kota Samarinda, bukan Bahasa Kutai.
Pada zaman ke-17, Kerajaan Gowa ditaklukkan oleh Belanda. Karena itu, orang-orang Bugis Wajo mencari tempat pelarian. Banyak dari orang-orang Suku Bugis Wajo ini yg berlabuh di tanah kutai atau biasa disebut sebagai Benua Etam. Karena itu, Raja Kutai pada saat itu memberikan sebuah tempat untuk menyatukan suku-suku yg ada, khususnya Kutai, Banjar, & Kutai. Selain itu, banyak orang-orang dari suku lain yg juga berdatangan ke daerah ini karena sumberdaya yg melimpah & keterbukaan kepada pendatang.
Samarinda kemudian jadi sebuah kota yg heterogen, diisi oleh berbagai suku dari berbagai penjuru Nusantara.
Di tepat ini, mereka hidup berdampingan tanpa adanya diskriminasi kepada suku-suku yg ada, yg artinya semua orang dari latar belakang apapun adalah sama rendahnya. Mayoritas permukiman yg ada di daerah ini terletak di tepian Sungai Mahakam yg relatif datar, yg artinya sama rendahnya. Rumah-rumah juga kebanyakan dibangun dengan gaya rumah rakit, yg naik & turun mengikuti pasang surut sungai, yg artinya setiap rumah juga sama rendahnya.
Dari filosofi ini, tempat yg ditempati tersebut disebut samarendah. Lambat laun, dengan perkembangan dialek yg ada di masyarakat nama tersebut lama kelamaan berubah jadi Samarinda.
SUMUR
Hari ini 08:30
Kota Samarinda adalah ibu kota dari provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Terletak di sebelah timur pulau Kalimantan, kota ini memiliki luas sekitar 718,30 kilometer persegi & populasi sekitar 842.691 jiwa pada tahun 2020. Samarinda merupakan kota yg berkembang pesat & memiliki banyak potensi dalam sektor pertambangan, perdagangan, & pariwisata. Salah satu daya tarik utama Samarinda adalah Sungai Mahakam yg melintasi kota ini & jadi pusat aktivitas ekonomi & sosial masyarakat setempat.
Samarinda pada awalnya adalah wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara. Suku asli yg mendiami wilayah ini adalah Suku Kutai. Namun, Kerajaan Kutai sempat ditaklukkan oleh Kerajaan Banjar pada zaman ke-16. Karena itu, migrasi akbar suku banjar ke Samarinda terjadi pada saat itu. Peristiwa ini adalah alasan mengapa Bahasa Banjar justru jadi bahasa keseharian di Kota Samarinda, bukan Bahasa Kutai.
Pada zaman ke-17, Kerajaan Gowa ditaklukkan oleh Belanda. Karena itu, orang-orang Bugis Wajo mencari tempat pelarian. Banyak dari orang-orang Suku Bugis Wajo ini yg berlabuh di tanah kutai atau biasa disebut sebagai Benua Etam. Karena itu, Raja Kutai pada saat itu memberikan sebuah tempat untuk menyatukan suku-suku yg ada, khususnya Kutai, Banjar, & Kutai. Selain itu, banyak orang-orang dari suku lain yg juga berdatangan ke daerah ini karena sumberdaya yg melimpah & keterbukaan kepada pendatang.
Samarinda kemudian jadi sebuah kota yg heterogen, diisi oleh berbagai suku dari berbagai penjuru Nusantara.
Di tepat ini, mereka hidup berdampingan tanpa adanya diskriminasi kepada suku-suku yg ada, yg artinya semua orang dari latar belakang apapun adalah sama rendahnya. Mayoritas permukiman yg ada di daerah ini terletak di tepian Sungai Mahakam yg relatif datar, yg artinya sama rendahnya. Rumah-rumah juga kebanyakan dibangun dengan gaya rumah rakit, yg naik & turun mengikuti pasang surut sungai, yg artinya setiap rumah juga sama rendahnya.
Dari filosofi ini, tempat yg ditempati tersebut disebut samarendah. Lambat laun, dengan perkembangan dialek yg ada di masyarakat nama tersebut lama kelamaan berubah jadi Samarinda.
SUMUR
Hari ini 08:30