• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kenapa Buah Lokal Lebih Bergizi?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
q64xT.jpg
Menurut data yang dikeluarkan dari Badan Pusat Statistik, konsumsi buah masyarakat Indonesia sangat rendah. Pada tahun 2004, sekitar 6 dari 10 orang tidak makan buah untuk mencukupi kebutuhan gizinya. Selain disebabkan masih kurangnya kesadaran untuk mengonsumsi buah, harga buah terbilang cukup tinggi untuk keluarga kurang mampu.

Tetapi, benarkah harga buah saat ini mahal? Ternyata, tidak selalu. Yang mahal adalah harga buah impor, sedangkan harga buah lokal sebenarnya masih terjangkau.

Sayangnya, banyak orang yang lebih menyukai buah impor ketimbang buah lokal, karena dianggap lebih bergengsi dan lebih banyak manfaatnya. Selain itu, buah impor seringkali memiliki bentuk dan penampilan yang lebih bagus dibanding buah lokal. Sedangkan buah lokal cenderung dihindari karena bentuknya yang kurang menarik, kusam, dan juga tidak bernilai ekonomi tinggi. Padahal, manfaat dan nilai gizi buah lokal lebih besar daripada buah impor.

"Buah impor sebenarnya hanya menang gengsi saja, namun kadar gizinya lebih sedikit dibanding dengan buah lokal," ungkap pakar nutrisi, Emilia E. Achmadi, MS, RD, dalam acara "Buavita Fruit Does You Good", di Birdcage, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (19/3/2012) lalu.

Gizi buah sebenarnya terpengaruh dari struktur tanah, dan perlakuan pasca panennya. Karena pengiriman buah yang tergolong cukup jauh, buah impor umumnya dipanen dalam kondisi sebelum matang agar tidak cepat rusak dan busuk selama proses pengiriman. Pemanenan buah sebelum matang akan sangat berpengaruh pada kandungan nutrisi dalam buah.

"Kandungan gizi buah yang paling tinggi terdapat pada buah yang matang, sehingga pemanenan buah sebelum waktunya akan memotong saluran nutrisi dalam buah," tukasnya.

Pengawetan buah dengan menggunakan bahan-bahan kimia seperti lapisan lilin membuat penampilan buah impor mulus dan mengilat, sehingga terlihat sangat menggiurkan. Padahal, lapisan lilin tersebut bisa memberi pengaruh buruk bagi kesehatan.

Sebaliknya, kandungan gizi buah lokal dinilai lebih baik karena pada jarak tempuh saat pengirimannya tak terlalu jauh. Hasilnya, perlakuan pasca panennya pun tak perlu melibatkan bahan pengawet atau bahan kimia lainnya. Karena jarak pengiriman yang cenderung dekat, buah bisa dipanen saat sudah matang sehingga kandungan nutrisinya maksimal. Selain itu, karena jarak tempuh pengirimannya tidak jauh, dan banyak dijajakan di pasar, harga buah lokal pun cenderung lebih murah.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.