• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kenapa Banyak yg Tolak Gambar AI?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
10896949_20240115044929.png

Apa cuman gue yg enek sama gambar-gambar generated AI khususnya yg sering dipake sama politisi buat baliho caleg???? It's really ugly as fakkk. Saking eneknya gue jadi agak males lihat film Disney karena jadi inget gambar-gambar AI Disney yg jelek banget itu. Duh sorry ini personal rant aja sih, gak semuanya pasti berpikir sama gue.

Gue gak menolak sama perkembangan AI ini, khususnya gue yg sehari-harinya berkutat sama bikin redaksional, bantuan AI di ChatGPT very helpful. Balik lagi pemakaian gue buat AI tulisan buat referensi, hasilnya tetep gue edit & tweak lagi dengan sentuhan manusia. Cuman untuk desain gambar, rasanya gak fair deh buat pekerja grafis di lapangan. Okelah lu pakai bantuan AI buat support reference image kalo bikin deck presentasi buat client, tetapi kesini-sini banyak yg komersilin cuman karena jangok nge-prompt aja. Padahal bayar aja pekerja desain emang kenapa sih? Hasil gambarnya juga lebih humanis.

Buat lu yg kepo sama isu ini dapat baca beritanya di sini:​


Quote:
Media X, dulunya Twitter sedang ramai dengan seruan tagar Tolak Gambar AI.


Seperti yg kita ketahui, AI adalah singkatan dari Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan yg banyak dipakai oleh warganet, sebab mudah & tidak memerlukan banyak uang.


Adanya Tagar Tolak Gambar AI (#TolakGambarAI) merupakan sebuah aksi perlawanan Artist & Illustrator dalam memerangi usaha penormalisasian & komersialisasi penggunaan mesin eksploitasi non-etis AI Generative Image.


Para Artist & Illustrator menuntut adanya keadilan & respect kepada setiap Artist, Karya, & Hak Ciptanya.


Alasan dibuat aksi #TolakGambarAI, karena fenomena AI generative image yg masif terlebih dalam konteks komersialisasi & kampanye.


Hal ini menciptakan para Artist & Seniman resah & sadar bahwa kurangnya kepedulian masyarakat kepada adanya hak cipta.


Apalagi mengingat AI generative image dibuat dengan mengambil data atau karya para seniman tanpa mengerjakan izin untuk menciptakan gambar yg baru.


Aksi #TolakGambarAI diharapkan dapat memberikan edukasi & awareness mengenai pelanggaran hak cipta oleh AI generative image.


Para seniman & Artist menuntut upaya adanya regulasi kepada penggunaan mesin AI & generative AI.


Aksi ini juga mengajak para warganet untuk berpartisipasi dengan mengunggah gambar atau karya atau opini mengenai penolakan gambar AI dengan menyertakan tagar #TolakGambarAI di setiap postingan yg diunggah.


Gambar atau karya atau opini yg dipakai pada aksi tersebut, haruslah milik sendiri & tidak mengpakai AI generator.


Sejauh ini, ada 3 rencana dalam aksi tersebut, yakni pengumpulan massa, konsolidasi, & aksi #TolakGambarAI.


Dilansir dari akun X @tanyakanrl, banyak warganet yg menyampaikan opininya terkait aksi #TolakGambarAI.


Emang harusnya AI kan nggak diperjualbelikan, karena berhubungan dengan hak cipta. Adanya AI juga dapat mengurangi lapangan kerja para illustrator. Miris, tetapi teknologi bakal terus berkembang pesat, tulis akun @xonxo***.


AI ini sebenarnya two-bladed knife sih. Buat editor sendiri, AI cukup ngebantu banget dengan beberapa konsep yg oke. Tapi disisi lain sebagai seorang artist, pastinya paham juga gimana rasanya hak yg sudah kita bikin tetapi diambil oleh orang lain, tulis akun @cantfeelmyf. ***


Sumber​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.