Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Agustus adalah bulan kebahagiaan bagi seluruh rakyat indonesia
Quote:
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa & bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap loyal tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap loyal tetap sedia
Membela negara kita
Lagu yg sering dikumandangkan, setiap tanggal 17 Agustus. Di Televisi, linkungan masyarakat bahkan kantor-kantor pemerintah saat mengerjakan upacara kemerdekaan. Apakah di Tempat kalian rame juga?
Assalamu'alaikum, Gansist. Ketemu lagi di trit ane, kali ini bertema kemerdekaan. Semoga gansist suka & mau baca, ya. Yuk, ikuti kisah ane!
Pengalaman merayakan hari kemerdekaan ane, mungkin tak sebanyak orang lain. Sebab beberapa kali pindah rumah & jarang mengikuti upacara & kegiatan agustusan secara langsung.
Bukan tak mau berbaur, cuma beberapa tahun ini lebih sering menyaksikan acara di rumah saja. Sebelum adanya Covid 19 pun, sudah tak pernah lagi. Mungkin dulu waktu ponakan masih sekolah Taman Kanak-kanak, terkadang suka mengantar dia untuk ikut melihat perlombaan.
Namun ada sedikitnya, sebuah kenangan ane saat menyaksikan acara agustusan di dekat rumah. Ini terjadi 7 tahun lalu, tepatnya 2013 silam.
Kebetulan waktu itu, tempat sekolah keponakan perdana ane, Haifa berdekatan dengan lapangan. Dia termasuk ikut andil dalam acara itu, & terlihat bahagia sekali.
Waktu itu semua acara dipusatkan di lapangan, termasuk dari karang taruna desa tempat tinggalku saat itu. Khusus anak-anak, acaranya dilalukan setelah upacara bendera di pagi hari.
Barulah siangnya, acara untuk para remaja & orang dewasa dimulai. Mulai dari permainan balap karung, makan kerupuk hingga tarik tambang teramat seru & menggembirakan.
Paling seru adalah saat panjat pinang dimulai, dimana seluruh tiangnya dilapisi oli & minyak. Para pemanjat tampak kesusahan menaikinya, untuk dapat meluncur ke atas, terpaksa mereka menginjak satu sama lain.
Diantara semua yg tumbang, ada satu yg teramat gigih, melaju tanpa letih ke atas sana.
Meski lelah, ternyata hadiah diatas sana, lebih memicu semangatnya. Sudah beberapa orang mendahuluinya, tetapi mereka semua menyerah.
Pemuda yg satu ini, meluncur ke atas & akhirnya......hinggalah dia diatas sana.
Para penonton bersorak gembira, saat sang pemenang mulai mengambil hadiah utama & menurunkan semua hadiah yg ada disana.
Disini ane salut, ternyata dia & teman-temannya itu berasal dari dusun yg sama. Hatinya yg teramat baik & loyal kawan, mungkin jadi alasan untuk bersemangat & menolong membawa hadiah di panjat pinang.
Memang benar filosofi panjat pinang, yg bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakkan & perjuangan. Walaupun harus bersusah payah untuk meraihnya, tetapi kalau dilakukan bareng-bareng maka akan terasa ringan.
Sayangnya, ane menyesal tak memiliki banyak foto tentang seremoni kemerdekaan. Sifat kurang berteman diri ini, dapat jadi penyebabnya. Saat itu, di desa itu, perempuan seumuran sudah pada nikah & bekerja.
Setelahnya, letak pelaksanaan acara agustusan lumayan jauh.
Sejak itu, ane jarang mengikuti lagi kegiatan di hari kemerdekaan. Mungkin itu adalah momen terindah & terakhir, bagi ane.
Mungkin sekian trit kali ini, bila ada yg tak berkenan silakan berkomentar.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Salam Literasi
Dephie
Sumber Isi : Opini Pribadi
Sumber Gambar : Foto Pribadi
Didieu Kemarin 22:52
Quote:
Tujuh belas Agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa & bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap loyal tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap loyal tetap sedia
Membela negara kita
Lagu yg sering dikumandangkan, setiap tanggal 17 Agustus. Di Televisi, linkungan masyarakat bahkan kantor-kantor pemerintah saat mengerjakan upacara kemerdekaan. Apakah di Tempat kalian rame juga?
Assalamu'alaikum, Gansist. Ketemu lagi di trit ane, kali ini bertema kemerdekaan. Semoga gansist suka & mau baca, ya. Yuk, ikuti kisah ane!
Pengalaman merayakan hari kemerdekaan ane, mungkin tak sebanyak orang lain. Sebab beberapa kali pindah rumah & jarang mengikuti upacara & kegiatan agustusan secara langsung.
Bukan tak mau berbaur, cuma beberapa tahun ini lebih sering menyaksikan acara di rumah saja. Sebelum adanya Covid 19 pun, sudah tak pernah lagi. Mungkin dulu waktu ponakan masih sekolah Taman Kanak-kanak, terkadang suka mengantar dia untuk ikut melihat perlombaan.
Namun ada sedikitnya, sebuah kenangan ane saat menyaksikan acara agustusan di dekat rumah. Ini terjadi 7 tahun lalu, tepatnya 2013 silam.
Kebetulan waktu itu, tempat sekolah keponakan perdana ane, Haifa berdekatan dengan lapangan. Dia termasuk ikut andil dalam acara itu, & terlihat bahagia sekali.
Waktu itu semua acara dipusatkan di lapangan, termasuk dari karang taruna desa tempat tinggalku saat itu. Khusus anak-anak, acaranya dilalukan setelah upacara bendera di pagi hari.
Barulah siangnya, acara untuk para remaja & orang dewasa dimulai. Mulai dari permainan balap karung, makan kerupuk hingga tarik tambang teramat seru & menggembirakan.
Paling seru adalah saat panjat pinang dimulai, dimana seluruh tiangnya dilapisi oli & minyak. Para pemanjat tampak kesusahan menaikinya, untuk dapat meluncur ke atas, terpaksa mereka menginjak satu sama lain.
Diantara semua yg tumbang, ada satu yg teramat gigih, melaju tanpa letih ke atas sana.
Meski lelah, ternyata hadiah diatas sana, lebih memicu semangatnya. Sudah beberapa orang mendahuluinya, tetapi mereka semua menyerah.
Pemuda yg satu ini, meluncur ke atas & akhirnya......hinggalah dia diatas sana.
Para penonton bersorak gembira, saat sang pemenang mulai mengambil hadiah utama & menurunkan semua hadiah yg ada disana.
Disini ane salut, ternyata dia & teman-temannya itu berasal dari dusun yg sama. Hatinya yg teramat baik & loyal kawan, mungkin jadi alasan untuk bersemangat & menolong membawa hadiah di panjat pinang.
Memang benar filosofi panjat pinang, yg bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakkan & perjuangan. Walaupun harus bersusah payah untuk meraihnya, tetapi kalau dilakukan bareng-bareng maka akan terasa ringan.
Sayangnya, ane menyesal tak memiliki banyak foto tentang seremoni kemerdekaan. Sifat kurang berteman diri ini, dapat jadi penyebabnya. Saat itu, di desa itu, perempuan seumuran sudah pada nikah & bekerja.
Setelahnya, letak pelaksanaan acara agustusan lumayan jauh.
Sejak itu, ane jarang mengikuti lagi kegiatan di hari kemerdekaan. Mungkin itu adalah momen terindah & terakhir, bagi ane.
Mungkin sekian trit kali ini, bila ada yg tak berkenan silakan berkomentar.
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Salam Literasi
Dephie
Sumber Isi : Opini Pribadi
Sumber Gambar : Foto Pribadi
Didieu Kemarin 22:52