• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kenali Penyebab, Jenis, dan Cara Mengobati Tuli

jennywijaya

IndoForum Newbie A
No. Urut
288379
Sejak
10 Nov 2020
Pesan
318
Nilai reaksi
1
Poin
18
Tuli merupakan gangguan pendengaran berat yang mana penderitanya tidak bisa mendengarkan suara secara keseluruhan atau hanya sebagian saja. Penyebabnya bisa bermacam-macam, yakni mulai dari cedera, penyakit, usia, hingga penggunaan obat-obatan tertentu.

Seseorang bisa dikatakan tuli apabila tidak mampu mendengar lebih dari 40 desibel (dB) untuk orang dewasa dan lebih dari 30 dB untuk anak-anak sehingga untuk mendengarkan maupun berkomunikasi mereka memerlukan alat bantu dengar atau menggunakan bahasa isyarat.

Melansir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), gangguan ini banyak diderita oleh lansia usia lebih dari 60 tahun dan hampir 80% orang dengan gangguan pendengaran berat ini berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Penyebab Tuli

Penyebab tuli bisa dibedakan berdasarkan jenisnya. Akan tetapi, umumnya penyebab tuli disebabkan oleh adanya gangguan pada proses pendengaran seseorang.

Secara singkat, proses pendengaran dimulai dengan gelombang telinga masuk ke dalam telinga sehingga membuat gendang telinga bergetar. Getaran ini selanjutnya akan dipantulkan ke telinga bagian tengah sehingga membuat tulang-tulang kecil juga ikut bergetar. Kemudian, getaran tadi dipantulkan ke telinga bagian dalam dan ditangkap oleh koklea.

Rambut-rambut halus yang terdapat pada sekitaran koklea akan mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik dan dikirimkan kepada otak untuk mengubah sinyal tersebut menjadi suara yang kita dengar.

Nah, pada penderita tuli, gangguan ini bisa terjadi pada telinga bagian luar, tengah, maupun dalam. Berikut penyebab tuli berdasarkan jenisnya.

  1. Tuli Konduktif
Tuli konduktif disebabkan oleh adanya sumbatan yang menyebabkan suara yang ditangkap oleh telinga bagian luar tidak dapat dialirkan ke telinga bagian dalam.
Sumbatan ini bisa berupa :

  • Kotoran telinga
  • Tumor
  • Infeksi telinga
  • Penumpukan cairan di telinga
  • Gendang telinga pecah atau robek
Tuli jenis ini biasanya bersifat sementara dan bisa disembuhkan dengan obat-obatan atau operasi, namun dalam beberapa kasus tuli konduktif ini bisa menjadi permanen.

  1. Tuli Sensorineural
Tuli jenis ini disebabkan oleh gangguan pendengaran pada telinga bagian dalam yang meliputi koklea dan saraf-saraf pendengaran. Tuli sensorineural ini bersifat permanen dan biasanya disebabkan oleh:

  • Penyakit, seperti infeksi virus, penyakit Meniere, dan penyakit autoimun
  • Paparan suara keras
  • Cedera kepala
  • Presbikusis, yaitu gangguan pendengaran bertahap seiring bertambahnya usia
  • Kelainan bawaan pada telinga sejak lahir
  1. Tuli Campuran
Sesuai dengan namanya, tuli jenis ini merupakan campuran dari tuli konduktif dan sensorineural yang disebabkan oleh:

  • Faktor genetik
  • Penuaan
  • Paparan suara berisik yang berlebihan
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Tumor
  • Kondisi bawaan lahir
  • Cedera kepala
  • Infeksi telinga

Bagaimana Cara Mengobati Tuli?

Pengobatan tuli ini tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Adapun pengobatan yang dilakukan sebagai berikut.

  • Operasi
Beberapa pengobatan tuli ada yang membutuhkan operasi, seperti tuli konduktif yang biasanya berkaitan dengan gendang telinga dan tulang pendengaran.

  • Alat Bantu Dengar
Alat bantu dengar ini tidak dapat mengobati tuli, namun dapat meningkatkan kemampuan pendengaran Anda agar lebih jelas. Alat ini tersedia dalam berbagai jenis, yakni Behind-the-ear (BTE), In-the-canal (ITC), In-the-ear (ITE), dan Completely in the canal (CIC) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan Anda.

  • Implan Koklea
Pengobatan ini biasanya dilakukan untuk mengobati gangguan telinga berat atau tuli sensorineural yang disebabkan oleh kerusakan pada koklea atau saraf-saraf pendengaran dan tidak bisa lagi ditangani dengan alat bantu dengar.

Implan koklea dilakukan dengan cara memasukkan alat elektronik khusus ke dalam koklea. Implan inilah yang nantinya akan menggantikan fungsi koklea yang rusak dengan mengalirkan suara ke saraf pendengaran agar bisa diterjemahkan otak sebagai suara yang kita dengar.

Dengan pemasangan implan koklea ini, penderita gangguan telinga berat atau tuli bisa kembali mendengarkan dengan jelas dan meningkatkan pemahaman bicara meskipun dalam lingkungan yang berisik.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.