yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Gaya hidup yang buruk menurunkan kualitas kesehatan. Tak hanya meningkatkan risiko penyakit tertentu, tapi juga membuat tubuh ringkih sehingga mudah terserang penyakit di usia dini.
Dokter Norikas Horas dari Departemen Kesehatan Sequislife, mengatakan bahwa dibanding faktor keturunan dan penuaan, gaya hidup yang salah justru lebih banyak memicu timbulnya penyakit masa kini.
Gaya hidup yang dimaksud bukan hanya masalah pola makan dan olahraga, tapi juga pengendalian stres. Tak sekadar memicu perasaan cemas, stres bisa menjadi biang keladi munculnya penyakit kronis seperti stroke, sakit jantung, tumor, atau kanker.
Norikas mengatakan bahwa stres dapat memicu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ia sendiri sering menemui pasien yang mengembangkan tumor atau kanker akibat ketidakseimbangan hormonal.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang jatuh sakit: genetika, jenis kelamin, usia, dan gaya hidup. "Tiga faktor pertama tidak bisa diubah, namun perubahan gaya hidup dapat membantu seseorang terhindar dari serangan penyakit," katanya di Jakarta.
Norikas mengajak masyarakat muda melakukan tindakan pencegahan dengan memperbaiki gaya hidup. Mulai dari menjaga pola makan seimbang, komitmen olahraga secara rutin, hingga pengendalian stres.
Kenali efek stres terhadap tubuh. Jangan remehkan jika Anda mengalami satu atau lebih tanda-tanda berikut!
Dokter Norikas Horas dari Departemen Kesehatan Sequislife, mengatakan bahwa dibanding faktor keturunan dan penuaan, gaya hidup yang salah justru lebih banyak memicu timbulnya penyakit masa kini.
Gaya hidup yang dimaksud bukan hanya masalah pola makan dan olahraga, tapi juga pengendalian stres. Tak sekadar memicu perasaan cemas, stres bisa menjadi biang keladi munculnya penyakit kronis seperti stroke, sakit jantung, tumor, atau kanker.
Norikas mengatakan bahwa stres dapat memicu ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ia sendiri sering menemui pasien yang mengembangkan tumor atau kanker akibat ketidakseimbangan hormonal.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang jatuh sakit: genetika, jenis kelamin, usia, dan gaya hidup. "Tiga faktor pertama tidak bisa diubah, namun perubahan gaya hidup dapat membantu seseorang terhindar dari serangan penyakit," katanya di Jakarta.
Norikas mengajak masyarakat muda melakukan tindakan pencegahan dengan memperbaiki gaya hidup. Mulai dari menjaga pola makan seimbang, komitmen olahraga secara rutin, hingga pengendalian stres.
Kenali efek stres terhadap tubuh. Jangan remehkan jika Anda mengalami satu atau lebih tanda-tanda berikut!
• Otak: sering sakit kepala, sering lupa, gampang panik, energi berkurang
• Kulit: sering memerah dan bengkak, kadang disertai gatal
• Otot: menjadi lemah, sulit rileks
• Jantung: sering berdebar tanpa sebab yang jelas
• Lambung: sering merasa mual atau eneg
• Pankreas: mudah merasa lelah. Produksi insulin juga terhambat sehingga berisiko diabetes
• Kekebalan: daya tahan tubuh menurun sehingga sering sakit-sakitan dan rentan terhadap kanker
• Hormon: terjadi perubahan kadar hormonal. Pada wanita, pola menstruasi jadi tidak teratur atau malah tidak menstruasi sama sekali. Jika berlarut-larut, bisa menyebabkan kanker atau tumor.
• Kulit: sering memerah dan bengkak, kadang disertai gatal
• Otot: menjadi lemah, sulit rileks
• Jantung: sering berdebar tanpa sebab yang jelas
• Lambung: sering merasa mual atau eneg
• Pankreas: mudah merasa lelah. Produksi insulin juga terhambat sehingga berisiko diabetes
• Kekebalan: daya tahan tubuh menurun sehingga sering sakit-sakitan dan rentan terhadap kanker
• Hormon: terjadi perubahan kadar hormonal. Pada wanita, pola menstruasi jadi tidak teratur atau malah tidak menstruasi sama sekali. Jika berlarut-larut, bisa menyebabkan kanker atau tumor.