Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
JAKARTA (IFT) – Kenaikan harga jual makanan dan minuman di Indonesia pada tahun ini merupakan yang tertinggi di ASEAN, menurut asosiasi industri. Hal itu karena ekonomi biaya tinggi yang harus ditanggung oleh produsen lokal.
Adhi Siswaja Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), menuturkan harga jual produk makanan dan minuman pada tahun ini rata-rata naik hingga 15%. "Di negara Asia Tenggara, rata-rata kenaikan harga produk hanya 7%, bahkan Jepang dan Malaysia hanya 5%," ujar dia.
Ekonomi biaya tinggi di industri makanan dan minuman Indonesia antara lain karena sistem distribusi yang memerlukan waktu lama membuat biaya logistik semakin tinggi. "Ini yang memicu penurunan daya saing produk makanan dan minuman Indonesia," kata Adhi.