• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kenaikan Harga adalah Pilihan Terakhir

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Sesv1.jpg

Realisasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Tanah Air sudah barang tentu memberi pengaruh pada naiknya harga barang-barang produksi. Imbas ini, kata Direktur Penjualan LG Electronics Indonesia (LGEIN) Budi Setiawan pada Kamis (16/5/2013), juga melanda industri elektronik. "Terus terang, kenaikan harga BBM berimplikasi terhadap harga jual," katanya dalam kesempatan peluncuran produk-produk LG meliputi home entertainment dan home appliance.

Sampai kini, khalayak masih menunggu perwujudan kenaikan harga BBM. Catatan menunjukkan, pemerintah akan menaikkan harga BBM premium dan solar dari posisi lama Rp 4.500 per liter. Kenaikan harga itu, menurut rencana, paling tinggi Rp 6.500 per liter.

Lebih lanjut, Budi mengatakan, kenaikan harga BBM bagi industri elektronik di Indonesia menyentuh pertama kali adalah jaringan distribusi. Meski tak menyebut angka, pos distribusi menyedot pembiayaan terbesar karena bersentuhan langsung dengan harga BBM.

Setelah itu, yang juga ikut memberi pengaruh pada harga jual adalah ongkos bahan baku. "Kenaikan harga BBM juga menurunkan daya beli masyarakat," katanya lagi.

Kendati begitu, Budi mengaku pihaknya sudah berhitung sekaligus mengambil langkah antisipasi menyikapi kenaikan harga BBM. Beberapa pilihan seperti membenahi pelayanan sudah ditetapkan menjadi salah satu cara jitu untuk menghadapi kenaikan itu.

Menurut Budi, kalaupun ada kenaikan harga, pihaknya mematok angka rerata maksimal 3 persen untuk seluruh produk. Pilihan ini diambil agar konsumen tidak terlalu terkejut lantaran kenaikan ini. "Tapi, kenaikan harga adalah pilihan terakhir," tutur Budi menegaskan.

Dalam catatan LGEIN, sampai dengan 2012 usai, ada angka pendapatan Rp 20 triliun. Penjualan produksi home entertainment memasok 52 persen penjualan. Sementara penjualan produk home appliance menyumbang 33 persen, sedangkan unit bisnis pendingin udara menyetor sisanya. Selanjutnya, masih menurut Budi Setiawan, sampai dengan akhir 2013, LGEIN membidik target pertumbuhan pendapatan 2,8 persen.
 
Gw setuju juga kalau BBM naik, tapi pemerintah usahakan angkutan umum yang memadai agar masyarakat tidak kesulitan mobilitas nya :)
 
ya, harusnya pemerintah berani ambil tindakan, apapun resikonya BBM harus dinaikkan. yg harusnya di subsidi tuh, angkutan umum (bus kota + angkutan barang), kalo perlu naik bus kota "GRATIS" , trus tiap 5 -10 menit ada 1 bus yg melintas. jadi di jalanan yg melintas hanya Bus Kota dan Angkutan Barang. :-bd
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.