• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kenaikan Cukai Rokok Memperkuat Perekonomian

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Senin, 17 November 2008 | 21:42 WIB

JAKARTA, SENIN - Kenaikan cukai rokok akan mengurangi konsumsi rokok di masyarakat namun justru akan memperkuat perekonomian. Baik perekonomian nasional maupun tingkat perekonomina keluarga.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI). Peneliti dari UI, Abdillah Ahsan, dalam Research Day di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin (17/11) mengatakan simulasi yang dilakukan lembaga riset UI tersebut menyimpulkan bahwa kenaikan tarif cukai tembakau sampai dua kali lipat berdampak positif bagi perekonomian.

Lebih lanjut simulasi tersebut menemukan terdapat 60 sektor perekonomian yang akan diuntungkan jika rumah tangga menurunkan pengeluaran untuk produk tembakau. Pengeluaran ini dapat dialihkan rumah tangga untuk mengkonsumsi barang lain atau untuk investasi.

Output perekonomian dan pendapatan rumah tangga juga akan bertambah, masing-masing sebesar Rp 335,4 milyar dan Rp 491,6 milyar. Simulasi yang sama juga menemukan bahwa peningkatan tarif cukai rokok sampai dua kali akan menghasilkan kenaikan lapangan kerja sebanyak 281.135 orang.

"Ini dikarenakan pertanian dan industri tembakau tidak berada pada urutan yang tinggi dalam perekonomian, lapangan kerja, dan upah," katanya.

Abdillah mengatakan tingginya prevalensi perokok berkontribusi secara signifikan pada kematian dini. Akibatnya memperpendek umur harapan hidup laki-laki, meningkatkan biaya kesehatan, dan menurunkan produktifitas. Setiap tahun, 200.000 orang meninggal akibat merokok di Indonesia dengan 50 persen perokok aktif akan meninggal akibat penyakit yang terkait dengan tembakau.

Menurut dia, biaya kesehatan untuk mengobati penyakit yang terkait dengan merokok mencapai Rp 2,9 triliun sampai Rp 11 triliun per tahunnya atau setara dengan 0,12 persen sampai 0,29 persen dari Produk Domestik Bruto. Pada tahun 2005, rumah tangga dengan perokok menghabiskan 11,5 persen pengeluaran rumah tangganya untuk konsumsi tembakau, sementara hanya 11 persen digunakan untuk membeli ikan, daging, telur dan susu secara keseluruhan, 2,3 persen untuk kesehatan dan 3,2 persen untuk pendidikan.

=====================

HATI HATI OM, rokok mahal, tak terbeli, pabrik rokok tutup, pengangguran makin bertambah. Dari mana lagi sapi perah yang bisa menyokong ekonomi?.... Rokok... disebeli, dibuang sayang....
 
Iya menguatkan perekonomian negara, tapi menurunkan kesejahtraan, coba aja pikir deh...
orang2 sederhana yg mau beli rokok kan mesti nambah biaya, jadinya mereka tambah miskin dong
 
Memang pajak dari rokok menjadi income yang besar untuk negara... Makanya terlihat, banyak iklan ataupun informasi yang diberikan menunjukkan bahayanya rokok. Tapi tetep aja banyak yang jualan. Sama kaya pajak mobil juga sebenarnya besar tapi bikin makin macet aja nih.
 
Pabrik rokok sekarang adalah primadona income negara dari pajak. Artinya, pabrik rokok salah satu yang paling besar andilnya dalam nenopang ekonomi negara ini.

Bagaimana kalau gara-gara cukai dinaikkan di saat daya beli konsumen turun seperti sekarang dilakukan? ekonomi makin kuat? Apakah ahli ahli ekonomi di pemerintahan tidak bisa memikirkan kemungkinan pabrik rokok bangkrut? bahkan tutup?

Jadi bagaimana bisa jadi makin kuat?

Bisa jadi berapa orang PHK?

Tidak masalah bagi rakyat bila pabrik rokok di tutup. Tidak merokok tidak mati. Tapi, ke negara ini.... tak ada pabrik rokok bisa mati... itu betul...
 
kebijakan pemerintahnya udah gak bijak lagi.... kesannya kalap.... gak tahu caranya gimana mau menyelamatkan perekonomian negara..... minyak udah seharga air... di Indo masih segitu gitu.... giliran naik, cepat banget....

sekarang apa gak kebalik, rakyat yang subsidi minyak ke pemerintah?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.