yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Gubernur bunk Indonesia, Agus Martowardojo, Jumat 30 Agustus 2013, mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ke depan, dia optimistis, tren penguatan tersebut akan terus berlangsung, seiring kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin (bps).
"Saya optimistis bahwa bunk Indonesia akan selalu ada di pasar untuk menjaga volatilitas nilai tukar di tingkat yang baik, tidak di volatilitas yang tidak baik," kata Agus, saat ditemui di Gedung BI, Jakarta.
Agus menjelaskan, keputusan menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin mendapat respons positif pelaku pasar. Meskipun demikian, ia tidak memberikan batas atau pun target dari penguatan rupiah.
Untuk itu, BI akan menjaga volatilitas rupiah sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia.
Menurut dia, saat ini, rupiah mendapatkan sentimen dari berbagai faktor. Salah satunya terkait dengan rencana pengurangan stimulus moneter atau pelonggaran kuantitatif yang dilakukan bunk sentral Amerika, The Fed.
Sementara itu, dari dalam negeri, faktor yang memengaruhi adalah adanya ancaman defisit transaksi berjalan yang cukup besar, mencapai 4,4 persen dari produk domestik bruto (GDP). Namun, menurut dia, BI memperkirakan transaksi berjalan akan kembali stabil pada kuartal ketiga 2013.
"Ini kan karena adanya pembayaran repatriasi keuntungan dan itu satu kali dalam satu tahun, sehingga kuartal ketiga dan keempat ini akan lebih baik. Terlebih, pada BBM ada penyesuaian harga dan BI menaikkan BI Rate," tegasnya.
Secara keseluruhan, Agus berharap bahwa kondisi Indonesia dapat kembali stabil, sehingga tekanan terhadap transaksi berjalan dapat berkurang. Meskipun, saat ini, pertumbuhan ekonomi jauh terkoreksi, yakni sebesar 5,8 hingga 6,2 persen tahun ini.
"Secara umum, ekonomi kita terkendali. Walaupun kondisi ekonomi dunia tetap kami waspadai. Selama 1,5 tahun ini, BI masih akan terus mengawasi perkembangannya dan siap untuk meresponsnya dengan bauran-bauran kebijakan," jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data transaksi aktual antar bunk, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang ditetapkan BI sebesar Rp10.924 per dolar AS. Kurs referensi tersebut menguat tipis dibanding Kamis 29 Agustus 2013, yang mencapai Rp10.936 per dolar AS.
Di pasar saham, IHSG ditutup menguat 91,49 poin atau 2,22 persen ke level 4.195,08, dibanding akhir perdagangan kemarin, yang naik 77,11 poin atau 1,91 persen di posisi 4.103,59.