Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Tak hanya mahasiswa saja yang menjerit karena terkena gas air mata saat melakukan aksi demonstrasi di jalan Bandara Babullah Ternate, Jumat (30/3/2012). Petugas polisi pun banyak yang menjerit karena terkena gas air mata. Bahkan, seorang perwira polisi semaput karena terkena gas air mata.
Sejak terjadi bentrok dengan mahasiswa, polisi tidak hentinya menembakan gas air mata ke arah mahasiswa, dengan maksud membubarkan massa. Namun, tembakan gas air mata malah berakibat fatal bagi para petugas polisi. Senjata makan tuan istilahnya. Sebab saat menembak gas air mata ke arah mahasiswa, arah angin justru berhembus berlawanan.
Sehingga asap gas air mata malah menyerang ke arah barisan polisi. Satuan Brimob dengan pakaian huru-hara, banyak yang lari ke arah belakang untuk menyelamatkan diri. Mereka mencari pelembab muka dan air mineral untuk meringankan perihnya serangan gas air mata. Seorang perwira polisi yang tengah mengatur barisan polisi pada bagian depan, juga terkena imbas. Perwira polisi ini nyaris saja pingsan.
Beberapa prajurit polisi lantas merangkul perwira tersebut untuk mencari pengobatan. Beruntung, perwira ini cepat mendapat pertolongan sehingga tidak sampai jatuh pingsan. Banyak pula mahasiswa yang lari terbirit-birit karena tidak mampu menahan serangan gas air mata. Namun sebagiannya tidak menghiraukannya dan tetap melempari batu ke arah petugas polisi.