• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kemoterapi Bisa Jadi Bumerang?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
gBpVm.jpg
Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan kanker yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sel kanker dengan menghambat reproduksi pembelahan sel yang sangat cepat seperti pada tumor. Tetapi tanpa diduga, sebuah riset menunjukkan bahwa kemoterapi juga ternyata dapat memicu pertumbuhan kanker.

Peneliti dari Amerika Serikat membuat penemuan yang "sangat tak terduga" ketika mereka sedang meneliti mengapa sel-sel kanker sangat "bandel" di dalam tubuh manusia, tetapi mudah dibunuh di laboratorium.

Dalam jurnal Nature Medicine, para peneliti melaporkan, mereka melakukan pengujian efek dari tipe-tipe kemoterapi pada jaringan yang dikumpulkan dari pria penderita kanker prostat, dan menemukan bukti adanya kerusakan DNA pada sel sehat pascakemoterapi.

Para ilmuwan menemukan bahwa sel yang sehat itu rusak karena kemoterapi melepaskan lebih banyak protein yang disebut WNT16B yang akan memicu daya tahan sel-sel kanker.

"Peningkatan WNT16B sangat tak terduga," kata Peter Nelson, dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, salah satu peneliti seperti dilansir AFP.

Ia menjelaskan, ketika WNT16B dilepaskan, mereka akan berinteraksi dengan sel tumor terdekat dan membuatnya tumbuh, menyebar, dan yang paling penting menjadi lebih kebal pada terapi.

Dalam terapi kanker, tumor seringkali merespon dengan baik di awal. Namun kemudian tumor kembali tumbuh dengan lebih banyak, lalu menjadi resisten pada kemoterapi selanjutnya. Jumlah reproduksi sel tumor seringkali berakselerasi dengan terapi.

"Hasil studi ini mengindikasikan bahwa respon kerusakan pada sel jinak, mungkin secara langsung berkontribusi menyebabkan pertumbuhan atau pergerakan tumor," kata Nelson.

Menurut para peneliti, mereka telah membuktikan hal itu pada jenis kanker ovarium dan kanker payudara.
Namun menurut Nelson hasil riset ini bisa menjadi cara untuk menemukan cara baru dalam terapi kanker. Misalnya saja dengan memberikan antibodi WNT16B bersamaan dengan kemoterapi. Diharapkan hal ini meningkatkan respon sehingga lebih banyak sel tumor yang dibunuh.

"Sebagai alternatif, cara itu bisa dilakukan pada terapi dalam dosis kecil dan tidak terlalu toksik," katanya.
 
Benar sekali gan kemoterapi tidak bisa jaminan untuk sembuhkan kanker tetapi saya merekomendasikan manfaat daun sirsak bisa dijadikan sebagai pengganti dari kemoterapi, selamat menunaikan ibadah puasa.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.