yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SURABAYA - Industri penerbangan yang terus tumbuh membuat kebutuhan pilot semakin bertambah pula. Hal itulah yang mendasari Kementrian Perhubungan RI membuka sekolah pilot di Banyuwangi.
Kepala Badan Pengembangan SDM Kemenhub Santoso Eddy Wibowo mengatakan, SDM merupakan faktor vital dalam industri penerbangan. Setidaknya, jumlah pilot yang diperlukan sebanyak 800 pilot per tahun. Untuk kawasan Asia kebutuhan Pilot mencapai 185.000 pilot hingga 2031.
"Karena itulah, kita dorong keberadaan sekolah pilot di Banyuwangi. Sekolah penerbangan ini merupakan sekolah pilot negeri kedua di Indonesia selain sekolah serupa yang sudah ada di Curug, Tangerang, Banten," ujar Santoso Eddy Rabu (17/4/2013).
Ia menjelaskan, taruna sekolah pilot negeri di Banyuwangi, yang merupakan salah satu jurusan Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, melakukan penerbangan perdana. First flight itu dilakukan oleh taruna angkatan pertama yang merupakan putra daerah Banyuwangi bernama Muhammad Ananditya Patria Pratama (19) yang mengudara dengan menggunakan pesawat Socata Tobago TB 10 Single Engine Land. Sejak didirikan pada November 2012, sekolah pilot di Banyuwangi memiliki 12 siswa pada angkatan pertama.
Sekolah Pilot Negeri di Banyuwangi diharapkan mampu mencetak 60 pilot per tahun, Menurutnya, jumlah tersebut tentu akan terus ditingkatkan. Sehingga mampu mencetak 100 pilot per tahun.
"Sekolah pilot di Banyuwangi ini disiapkan sebagai pilot project untuk pengembangan sekolah pilot modern di Indonesia. Kita akan godok pilot-pilot andal dari Banyuwangi," jelasnya.
Dipilihnya Kabupaten Banyuwangi sebagai tempat sekolah Pilot lantaran Training Area sekolah serupa di Curug, Tangerang saat ini sudah terbatas dan terkurangi oleh aktivitas bandara Soekarno-Hatta. Banyuwangi dipilih sebagai lokasi sekolah pilot karena dinilai paling feasible dibanding daerah lainnya. Wilayah yang sempat dipertimbangkan adalah Jember dan Bandara Trunojoyo Sumenep.
“Hambatan Banyuwangi relatif tidak ada, dataran sekitarnya cukup landai. Training area-nya juga masih luas sehingga masih bisa dikembangkan. Pemda-nya juga sangat mendukung,” ujar Santoso.
Di tempat yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik upaya tersebut. Menurutnya, kehadiran sekolah pilot modern ini merupakan salah satu terobosan penting dari Banyuwangi dan semakin melengkapi infrastruktur pendidikan di Banyuwangi setelah penegerian Politeknik Banyuwangi. "Ini merupakan salah satu ikhtiar kami untuk terus mencari terobosan-terobosan baru untuk memajukan Banyuwangi," tambah Anas.