Kemenhub Belum Terima Permohonan Balon Internet Google

yan raditya

IndoForum Addict E
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menerima surat permohonan izin penerbangan balon internet Google di Indonesia.

"Sampai saat ini belum ada surat resmi (ke Kemenhub)," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Menurut Barata, rencana uji coba balon internet Google di Indonesia untuk kepentingan telekomunikasi itu perlu disampaikan ke Kemenhub.

Sebab, uji coba itu harus dipastikan tidak mengganggu penerbangan pesawat.

"Penempatannya dimana, jadi obstacle (hambatan penerbangan) atau tidak, termasuk ketinggiannya pasti lah karena kita enggak mau sampai bahaya (bagi penerbangan)," kata Barata.

Sebelumya, Kementerian Koordinator Kemaritiman memberikan lampu hijau mengudaranya balon udara google di Indonesia.

Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli bahkan menilai teknologi inovasi Google itu akan bermanfaat bagi masyakarat Indonesia khususnya yang berada di daerah terpencil.

"Dengan sistem itu, semua orang Indonesia yang ada di tengah laut, puncak gunung, pulau terpencil, akan bisa lakukan komunikasi melalui ponsel," usai Rizal usai bertemu CEO Project Loon Google Mike Cassidy di Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Hingga saat ini, Indonesia masih memiliki persoalan akses telekomunikasi terutama di daerah terpencil.

Ketiadaan tower atau menara pemancar menjadi penyebabnya.

Padahal, Indonesia memiliki ribuan pulau yang ditempati oleh masyakarat.

Balon internet Google ini dikenal sebagai Project Loon.

Tujuan balon internet Google itu yakni untuk menghadirkan jaringan internet di lokasi terpencil dengan wahana balon udara.

Rencananya, Google akan menguji coba proyek balon internet Google selama satu tahun.

Dalam proyek itu, Google sendiri telah bermitra dengan Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.
 

Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact us untuk memulai.
Top