Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Doaku slalu tercurah untukmu..Waktu dapat berlalu tetapi tidak dengan sayangku untukmu.
Setelah kematiamu,kebahagiaan yg saya rasakan benar-benar hilang.
Mencoba untuk berpaling dari kesedihan namun tidak dapat saya lakukan.
Kau slalu hadir dalam tidur lelapKu,dalam mimpi kau slalu tersenyum memberiku sebuah isyarat bahwa di sana kau sedang menikmati kebahagiaanmu di surga.
Kau pergi tinggalkan saya dengan anakMu saat anak kita berusia 11 bulan. Dimana saat itu kita slalu menyatukan waktu yg slalu buat kita sibuk dengan aktivitas kita masing-masing. Namun dgn kehadiran malaikat kecil kita sanggup merubah semua jadi indah.
Rasa pedulimu,rasa pengertianmu,kasih sayang yg kau miliki slalu buat saya rindu.
Aku rindu saat saya tidur lelap kau bangunkan saya dengan suara lembutmu di telingaku untuk sama-sama sholat tahjud.
Aku rindu saat kau aminkan setiap doa-doaku di sepertiga malam.
Aku rindu air mata manjamu ketika saya berdoa dalam sholat dhuha kau slalu menitiskan air mata.
Tapi kini semua itu saya cuma dapat rindu & tidak lagi dapat terulang.
Sudah sekian lama kita berada di dunia yg berbeda.
Aku coba mencari penggantimu namun saya tidak pernah menemukan wanita yg sayangnya seikhlas & setulus sayangmu.
Acap kali saya menjalani sayang slalu sakit yg saya rasakan,tak pernah saya menemukan kebahagiaan seperti saat-saat bersamamu.
Dua bulan sebelum kau meninggalkan saya untuk slamanya. Kau slalu berkata saat kau menyusui malaikat kecil kita.
Pak,,,jika suatu hari saya tidak lagi bersmamu atau Allah punya rencana lain kepada saya..tolong ikhlaskan saya pergi,jangan menangis,jaga anak kita & jangan bawa dede jauh dari nenek uminya.
Perkataan mu seperti itu tak pernah saya hiraukan hingga tiba saatnya kau pergi baru saya sadar bahwa kematianmu sudah ada tanda-tandanya cuma saja saya tidak menyadari itu.
Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena saya tahu bahwa semua yg ada pasti jadi tiada pada akhirnya, & kematian adalah sesuatu yg pasti, & kali ini adalah giliranmu untuk pergi, saya sangat tau itu.
Tapi yg menciptakanku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diriku, sekejap saja, lalu rasanya sanggup menciptakanku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya & tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yg tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yg jatuh kali ini, saya selipkan salam doa yg panjang, pada kesetiaan yg sudah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau hidup bersamaku, saya bukan hendak mengeluh, tetapi rasanya terlalu sebentar kau di rumah ini.
Orang-orang mengira saya lah kekasih yg baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yg menjadikan saya kekasih yg baik. Mana mungkin saya loyal padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tetapi kau ajarkan saya kesetiaan, sehingga saya setia, kau ajarkan saya arti sayang, sehingga saya sanggup mensayangimu seperti ini.
Selamat jalan, kau diciptakan Allah untuk diriku & kembali pada Allah. kau dulu tiada untukku & sekarang kembali tiada.
Semoga baik-baik disana sayang, kau cahaya mataku, penyejuk jiwaku, calon bidadariku di surga.
Salam rindu dari saya yg slalu mensayangimu tanpa batas waktu mama dede revina.
I love you
Penulis :
INDRA MAULANA
DOMPU, NTB
Hari ini 00:49