Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kematian Vanessa Angel menimbulkan perdebatan yg cukup panas di media sosial. Vanessa yg dulu sempat terkenal dengan tarifnya yg 80 juta dinyatakan tutup usia akibat kecelakaan mobil bersama suaminya & ternyata kematiannya tidak diriingi dengan ucapan duka semata melainkan juga. sarkasme?
Perbuatan buruk seseorang memang sering kali diungkit & di era digital ini sekali seseorang berbuat buruk maka perbuatan itu akan jadi tato digital yg tak akan hilang selamanya. Meski begitu mari tidak usah kita membahas Vanessa Angel, akan lebih baik bila kita membahas orang-orang yg menggali kematiannya sedalam-dalamnya alias media berita.
Salah satu hal yg begitu sering saya lihat setiap kali ada orang terkenal yg meninggal adalah media berita yg mencoba mencari segala hal yg mungkin dapat dijadikan bahan berita. Dalam hal ini, apa yg mereka cari adalah media sosial sang korban, khususnya postingan terakhirnya.
Pastinya Anda-Anda sekalian tak asing dengan judul berita 'begini postingan terakhirnya' yg mana postingan-postingan terakhir itu seolah jadi pertanda bahwa orang tersebut sudah tahu bahwa dirinya akan meninggal. Media sosial memang merupakan konsumsi publik & dapat diakses oleh siapa saja tetapi apakah orang yg bersangkutan akan bahagia dengan tindakan seperti itu?
Selain media sosial, subjek lain yg sering dimintai pendapat atau keterangan adalah anggota keluarga atau teman dekat. Biasanya mereka akan ditanyai apakah sebelumnya mendapat mimpi yg aneh atau firasat-firasat lain yg dapat jadi sebenarnya tidak berhubungan namun kemudian dikait-kaitkan dengan kematian korban.
Dan kalau media sosial maupun kerabat sudah habis maka orang selanjutnya yg akan jadi narasumber adalah paranormal. Ya, paranormal. Judul berita semacam 'Kematiannya sudah diramalkan Mama laurier' bukan hal yg baru lagi di ranah berita entertainment. Selama ada permintaan pasar maka berita akan terus digali.
Kemampuan media massa dalam menggali berita sering kali lebih mengagumkan dari pada badan hukum seperti kepolisian namun memanfaatkan kematian seseorang untuk menciptakan banyak judul (terutama judul-judul negatif) bukanlah hal yg terpuji untuk dilakukan. Bayangkan kalau perbuatan buruk yg Anda lakukan 10 tahun yg lalu kembali terkuak setelah Anda mati, apa Anda dapat mati dengan tenang?
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 14:25