Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
"Menikah itu nasib, mensayangi itu takdir.
Kamu boleh berencana menikah dengan siapa,
tapi tak dapat rencanakan sayangmu untuk siapa." Kata Mbah Tejo
Kamu boleh berencana menikah dengan siapa,
tapi tak dapat rencanakan sayangmu untuk siapa." Kata Mbah Tejo
Momen seremoni perkawinan bagi kalangan menengah keatas, biasanya identik dengan sebuah pesta yg meriah & mewah. Setidaknya, berusaha menyerupai layaknya pesta perkawinan seniman ibukota.
Berbeda dengan momen perkawinan yg dilangsungkan oleh kalangan masyarakat bawah. Dalam kondisi ekonomi yg lemah, bukan berarti tidak menyelenggarakan sebuah perayaan. Sedikitnya, mereka menyelenggarakan acara selamatan/selametan dengan mengundang tetangga sekitar, serta kolega dalam jumlah terbatas. Semua dikerjakan secara sederhana & ala kadarnya. Hal ini tentu kembali pada kondisi ekonomi.
Apa saja kesederhaan di perayaan
selamatan perkawinan kalangan bawah?
Salah Satunya adalah Makeup
selamatan perkawinan kalangan bawah?
Salah Satunya adalah Makeup
Menurut kebanyakan orang, bahwa pesta perkawinan merupakan bagian penting dalam perjalanan rekam hidup seseorang. Termasuk dalam urusan dokumentasi foto atau video momen perayaan/selamatan pernikahan. Selain jadi bukti, juga sebagai kenangan yg tak terlupakan. Maka, untuk mendapatkan hasil dokumentasi yg bagus, pengantin harus merias diri supaya terlihat tampan & menawan, layaknya raja & ratu.
Dan ternyata, di jaman now masih ada saja pengantin yg mengpakai makeup ala kadarnya. Tidak terlalu peduli dengan ketampanan & keanggunan. Seperti yg menimpa salah satu saudara kita ini. Kedua mempelai yg sedang berbahagia ini, dapat dikatakan tidak peduli dengan tata rias sebagai pengantin. Alhasil, ketampanan & keanggunannya jadi tidak maksimal.
Kenapa Foto ini jadi Bahan Lelucon di Medsos???
Semua orang berhak memperlakukan dirinya. Apalagi si pengantin sepertinya berasal dari kalangan bawah. Faktor ekonomi akan jadi alasan utama. Sementara di media sosial, beredarnya foto ini justru dibuat lelucon & cenderung menghina. Seandainya, ia (salah satu pengantin) berasal dari keluarga berada, mungkin tidak akan demikian. Netizen mestinya mengerti kondisi semacam ini.
Dan akhirnya, kami & seluruh jama'ah ngopitalis mengucapkan selamat menikah saudaraku. Semoga bahagia & mulia.