yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
YOGYAKARTA - Gunung Merapi mengeluarkan asap setinggi 1.000 meter petang tadi. Asap ini berasal dari guguran di puncak Gunung Merapi.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo, menjelaskan, asap ini terlihat dari Pos Selo pada pukul 18.10-18.15 WIB.
"(Arah asap) condong ke barat," kata Subandriyo dalam keterangannya yang diteruskan oleh Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (15/7/2012) malam.
Pada pukul 18.45 WIB di sekitar Pos Babadan terjadi hujan abu tipis dan tercium belereang. Sementara pukul 18.40 WIB berdasarkan laporan dari Kompak, terjadi hujan abu di Juang Jero dan Srumbung.
"Asap yang tampak bukan berupa letusan Gunung Merapi, namun asap dari guguran, demikian pula hujan abu bukan hasil letusan Gunung Merapi namun abu guguran. Tidak terjadi letusan Merapi," tegas Subandriyo.
Subandriyo meminta masyarakat di sekitar Gunung Merapi tetap tenang, dan tidak terpengaruh dengan berita yang tidak jelas sumbernya. "Sumber berita tentang aktivitas Merapi dapat diperoleh dari kantor BPPTK Yogyakarta. Merapi tetap dalam status normal," ujarnya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo, menjelaskan, asap ini terlihat dari Pos Selo pada pukul 18.10-18.15 WIB.
"(Arah asap) condong ke barat," kata Subandriyo dalam keterangannya yang diteruskan oleh Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (15/7/2012) malam.
Pada pukul 18.45 WIB di sekitar Pos Babadan terjadi hujan abu tipis dan tercium belereang. Sementara pukul 18.40 WIB berdasarkan laporan dari Kompak, terjadi hujan abu di Juang Jero dan Srumbung.
"Asap yang tampak bukan berupa letusan Gunung Merapi, namun asap dari guguran, demikian pula hujan abu bukan hasil letusan Gunung Merapi namun abu guguran. Tidak terjadi letusan Merapi," tegas Subandriyo.
Subandriyo meminta masyarakat di sekitar Gunung Merapi tetap tenang, dan tidak terpengaruh dengan berita yang tidak jelas sumbernya. "Sumber berita tentang aktivitas Merapi dapat diperoleh dari kantor BPPTK Yogyakarta. Merapi tetap dalam status normal," ujarnya.