• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Keluarga Tak Percaya Winduro Terlibat Teroris

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
a1i2z.jpg
Keluarga terduga teroris Winduro (18) mengaku tidak percaya bila anak pertama dari tiga bersaudara tersebut terlibat dalam jaringan teroris.

Ketua RW 2 Dukuh Karangasem, Sroyo, Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah, Mulyanto yang kebetulan masih kerabat Winduro memastikan bila keponakannya tersebut tidak menunjukan gelagat ikut aliran ajaran tertentu.

"Winduro itu anak yang pendiam. Dia (Winduro) anaknya biasa-biasa saja. Saya tidak pernah lihat dia ikut aliran apa. Jadi mana mungkin terlibat jaringan teroris," ujar Mulyanto kepada Okezone, di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2012).

Menurut Mulyanto, sebelum dibekuk tim Densus, Nurhadi (45) Sri Muryani (45) orang tua Winduro baru saja kembali dari transmigrasi pada Idhul Adha lalu. Selama ditinggal orang tuannya, Winduro ikut dengan neneknya serta dirinya. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Winduro bekerja mengumpulkan barang-barang bekas.

"Winduro bekerja sebagai pemulung untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Jadi polisi salah tangkap tuh. Masak Pemulung dikaitkan teroris," paparnya.

Diakui Mulyanto, Winduro ditangkap dengan cara baik-baik. Bahkan, Densus mengijinkan Winduro untuk salat asar dan mengantarkannya kerumah untuk berpamitan kepada kedua orang tuannya dan dirinya.

"Sempat ngomong sama ibunya nanti di balikin lagi. Yang mengantarkan Winduro beberapa orang. Tapi diluar ada yang menunggu di mobil dan ada yang di motor. Semuannya bawa senjata," jelasnya.

Setelah Winduro pergi dibawa Densus, Mulyanto mengantarkan orang tua Winduro datang ke Polsek Jaten untuk menanyakan keberadaan Winduro dan kapan dikembalikan pada orang tuannya.

Namun, petugas di Polsek Jaten mengaku tidak mengetahuinya. Karena Winduro ditangkap bukan oleh Polres Karanganyar tapi langsung ditangkap Densus. Meskipun kedua orang tua dan Mulyanto sendiri pasrah dengan keberadaan Winduro,namun dirinya hanya meminta untuk diberitahukan keberadaan Winduro.

"Kalau memang harus diproses ya tidak apa-apa diproses. Tapi kami hanya ingin tahu posisi Winduro di mana. Itu saja," pungkasnya
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.