• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Keluarga Rajawali

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. stanza
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

stanza

IndoForum Beginner E
No. Urut
44969
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
441
Nilai reaksi
3
Poin
18
KELUARGA RAJAWALI​


ISI:

1. Rajawali hidup dalam pola keluarga


a. Keluarga adalah bagian hidupnya

b. Rajawali jantan memimpin keluarga

c. Rajawali selalu pulang ke keluarga


2. Rajawali memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya

a. Memelihara dan mendidik anak-anaknya
  • Memberi makan anak-anaknya
  • Menghangatkan anak-anaknya
  • Burung raksasa dan nampak ganas ini dapat menunjukkan kelembutan yang mengejutkan
  • Rajawali melatih anaknya berburu

b. Saling mendukung dengan pasangannya
  • Jantan mencari makan sementara betina mengerami
  • Beberapa spesies rajawali;jantan bergilir untuk mengerami
  • Jantan dan betina bersama membesarkan anak mereka

c. Setia terhadap pasangan
  • Rajawali hidup dalam keluarga, ia akan mencari pasangan abadinya
  • Elang botak hanya punya satu pasangan yang tulus dan romantis
  • Rajawali seperti burung dara adalah pasanagn yang tulus dan romantis
  • Rajawali berpasangan abadi, hidup bersama sampai salah satu meninggal


Pelajaran yang bisa kita ambil adalah kita harus memiliki tanggung jawab terhadap keluarga.

1. Memelihara dan mendidik anak dengan baik

a. Kita harus memelihara anak-anak kita dengan baik
  • Seperti rajawali yang harus bekerja mencari mangsa untuk memberi makan pada anak-anaknya dan memelihara anak-anaknya dengan kasih dan perhatian
  • Maka sebagai orang tua, kita harus bekerja supaya kita mempunyai biaya untuk memelihara anak-anak kita dengan baik
  • Sebagai orang tua, kita juga harus memelihara anak-anak kita dengan kasih dan perhatian. Jangan hanya mencukupi secara materi saja lalu semuanya diserahkan kepada orang lain.

b. Kita juga harus mendidik anak-anak kita dengan baik.
  • Seperti rajawali yang mendidik anak-anaknya untuk terbang dan mencari mangsa
  • Maka sebagai orang tua, kita juga harus mendidik anak-anak kita dengan baik sehingga anak-anak kita bisa bertumbuh keberhasilan dan kesuksesan.
  • Ulangan 6:6-7 6Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,7haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membiacarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
  • Amsal 22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
  • Amsal 13:24 Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya;tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

c. Anak-anak juga harus bisa menghormati dan mentaati orang tua dengan baik sehingga orang tua bisa memelihara dan mendidik dengan baik.

  • Seperti anak-anak rajawali yang mau dididik oleh induknya supaya bisa terbang dan berburu.
  • Efesus 6:1-3 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagialah dan panjang umurmu di bumi.

2. Saling mendukung dengan pasangan kita

a. Seperti rajawali yang saling mendukung dalam mengerami telur dan membesarkan anak.

b. Suami harus mendukung istri pada saat istri sedang membutuhkan dukungan.
  • Saat istri sedang mengandung, bantulah hal-hal yang bisa dibantu. Jangan justru ditinggal pergi saat mencari wanita lain.
  • Saat anak-anak masih bayi, bantulah istri dalam memelihara dan merawat anak sehingga istri tidak terlalu letih.

c. Istri juga harus mendukung suami saat suami membutuhkan dukungan.

  • Saat suami bekerja, dukunglah dengan doa
  • Saat suami lemah/gagal, hiburlah dan berilah dukungan supaya suami mendapat kekuatan untuk mengatasi masalah, jangan justru disalah-salakanm karena akan membuat suami lebih lemah dan lebih sulit mengatasi masalah
  • Mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, dll.
  • Jangan selalu menuntut suami untuk memenuhi semua keinginan hatinya

3. Tulus, romantis, setia terhadap pasangan

a. Seperti rajawali yang tulus, romantis dan setia sepanjang hidupnya terhadap pasangannya

b. Maka kita juga harus tulus terhadap pasangan kita.
  • Ketulusan adalah akar dalam membangun keluarga bahagia
  • Karena dengan ketulusan kita akan melakukan hal-hal yang baik terhadap pasangan kita
  • Contoh: Yusuf dan Maria

c. Romantis terhadap pasangan kita
Suasana romantis harus selalu dikobarkan dalam pernikahan supaya kasih itu tidak menjadi dingin. Maka, saat-saat tertentu carilah kesempatan untuk menciptakan suasana romantis bersama pasanganmu. Contoh: perjamuan kawin di Kana
Mazmur 128:3 Istrimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!

d. Setia terhadap pasangan kita.
Setia bukan hanya 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun lagi, tetapi adalah sepanjang hidup kita.
Setia berarti tidak mencari pasangan yang lain tetapi komitmen tetap dengan pasangan yang sudah ada seperti rajawali. Contoh: Zakharia & Elizabeth
Setia juga bukan waktu keadaan baik tetapi dalam segala keadaan tetap mencintai dan tidak meninggalkannya
Amsal 19:22 Sifat yang dinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.


PENUTUP

Marilah kita membangun keluarga yang baik seperti rajawali yang membangun keluarganya dengan baik sehingga kita bisa mengalami keluarga yang bahagia di dalam Tuhan.
 
BURUNG RAJAWALI

Rajawali adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Alkitab
menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak
dibandingkan merpati atau jenis burung lainnya.Seekor rajawali dewasa
memiliki tinggi badan sekitar 90 cm, dan bentangan sayap sepanjang 2 m. Ia
membangun sarangnya di puncak-puncak gunung. Sarang itu sangat besar
sehingga manusia pun dapat tidur di dalamnya. Sarang itu beratnya bisa
mencapai 700 kg dan sangat nyaman.
Dengan berdasarkan Firman Tuhan, kita akan melihat mengenai beberapa hal
yang dapat kita pelajari dari burung rajawali ini, baik itu menyangkut
keTuhanan maupun kehidupan kekristenan kita. Semoga pengetahuan singkat
ini dapat menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

PELAJARAN I :
SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK TERBANG
Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan muncullah
bayi rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada dua hal yang
sangat disukai oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan, yaitu makanan dan
tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa pertamanya di dunia di
dalam sarangnya yang nyaman. Setiap hari, induk rajawali mencarikan
makanan untuk bayinya dan menyuapi mulut bayi yang sudah terbuka untuk
menerima makanan. Dengan perut kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu
berlangsung berulang-ulang dalam hidupnya. Siklus ini berjalan beberapa
minggu, sampai pada suatu hari, induk rajawali ini terbang dan hanya
berputar-putar di atas sarangnya memperhatikan anaknya yang ada di
dalamnya. Kali ini tanpa makanan. Setelah berputar beberapa kali, induk
rajawali akan terbang dengan kecepatan tinggi menuju sarangnya,
ditabraknya sarang itu dan digoncang-goncangkannya. Kemudian ia merenggut
anaknya dari sarang dan dibawanya terbang tinggi. Kemudian, secara
tiba-tiba, ia menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha
terbang, tapi gagal.
Beberapa saat jatuh, cepat-cepat meraih anaknya kembali dan melayang ke
bawah mendekati batu-batu karang, induk rajawali ini dengan ahli dan
dibawa terbang tinggi. Setelah itu, dilepaskannya pegangan itu dan anaknya
jatuh lagi.
Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali. Hal ini
dilakukan berulang-ulang setiap hari. Hingga hanya dalam waktu satu minggu
anaknya sudah banyak belajar, dan mulai memperhatikan bagaimana induknya
terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah kuat dan ia pun
mulai bisa terbang.
Saudaraku, banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu nyaman
di dalam sarangnya. Kita datang ke Gereja seminggu sekali untuk
mendapatkan makanan. Kita menunggu pelayan Tuhan untuk memberi mereka
"makanan rohani" ke dalam mulutnya. Kemudian setelah ibadah selesai, kita
pulang dan "tidur" lagi, tanpa melakukan Firman Tuhan dan hidup tidak
berubah. Baru setelah beban-beban berat menindih selama 1 minggu, kita
merasakan "lapar" dan butuh diisi makanan, kemudian kita pun pergi lagi ke
Gereja untuk di-drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus menerus
berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam hidup kita.
Sampai suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup kita, sarang
digoncangkan dengan keras, dan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Kita mulai menyalahkan Tuhan, "Tuhan jahat! Tuhan tidak adil!...." Tidak!
Tuhan tidak jahat! Jika kita mengalami pencobaan dan goncangan berarti
Bapa di Surga sedang melatih kita untuk bisa lebih dewasa lagi, agar kita
bisa siap untuk terbang. Akan sia-sia menjadi rajawali kalau dia tidak
bisa terbang.
Berarti akan sia-sia menjadi orang Kristen kalau dia tidak pernah dewasa
dalam iman! Akan tetapi perhatikanlah hal ini.
Setiap pencobaan datang, Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya jatuh
tergeletak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia menyambar
anaknya untuk diangkat kembali.
Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa. Mulailah
membuka Alkitab dan membaca Firman Tuhan. Kemudian kita akan menyadari
bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar akan selalu ada di
depan kita, tapi kita akan menemukan diri kita selalu penuh dengan
pengharapan jika kita tetap berdiri pada kebenaran Firman Allah.
Apa yang sedang terjadi? Ternyata kita sedang merentangkan sayap kita!
Kita sedang belajar terbang!
Tuhan mengangkat dan memuliakan kita melalui pencobaan-pencobaan yang kita
alami.
Jika induk rajawali melatih anaknya untuk mempergunakan sayapnya, Tuhan
melatih kita untuk mempercayai FirmanNya dan mempergunakan iman kita.

PELAJARAN 2 :
RAJAWALI DICIPTAKAN UNTUK TINGGAL DI TEMPAT TINGGI
Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk terbang di
tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh
dari jangkauan para pemburu. Burung rajawali memiliki keunikan, jika ia
berada di alam bebas, akan menjadi burung yang paling bersih di antara
burung lainnya, tapi jika dia berada di dalam 'penjara' dan terikat, ia
akan menjadi burung yang paling kotor (hal ini dikarenakan rajawali
mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan burung lainnya).
Saudaraku, Tuhan menciptakan kita untuk selalu terbang dan berada di
tempat yang tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas dari
kontrol dunia. Jika orang Kristen berada dalam ikatan-ikatan duniawi, ia
akan menjadi orang yang terkotor dibandingkan dengan orang lain.

PELAJARAN 3 :
RAJAWALI TIDAK TERBANG, TAPI MELAYANG
Rajawali tidak terbang seperti layaknya burung-burung yang lain, mereka
terbang dengan mengepak-epakkan sayapnya dengan kekuatan sendiri. Tapi
yang dilakukan rajawali ialah melayang dengan anggun, membuka lebar-lebar
kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya.
Yang membuat rajawali sangat spesial ialah ia tahu betul waktu yang tepat
untuk meluncur terbang. Ia berdiam di atas puncak gunung karang, membaca
keadaan angin, dan pada saat yang dirasa tepat ia mengepakkan sayapnya
untuk mendorong terbang, lalu membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian
melayang dengan menggunakan kekuatan angin itu.
Saudaraku, angin sering disebutkan dalam Alkitab sebagai penggambaran dari
Roh Kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama dengan Roh Kudus dan
membiarkan-Nya mengangkat kita lebih tinggi lagi, semakin dekat dengan
Tuhan Yesus. Seringkali kita 'terbang' dengan kekuatan kita sendiri,
hasilnya kita menemui banyak kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam
hidup ini. Tapi belajar dari rajawali, kita mau untuk 'terbang' melintasi
kehidupan ini dengan mengandalkan Roh Kudus. Angin, juga berbicara
mengenai kesulitan-kesulitan hidup. Badai sering menggambarkan adanya
pergumulan dalam hidup ini. Bagi rajawali, badai adalah media yang tepat
untuk belajar menguatkan sayapnya. Dia terbang menembus badai itu,
melayang di dalamnya, melatih sayapnya untuk lebih kuat lagi.
Orang 'Kristen Rajawali' seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi
berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi kita
untuk mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan sayap-sayap
iman kita.

PELAJARAN 4 :
RAJAWALI MEMILIKI WAKTU KHUSUS UNTUK PEMBAHARUAN
Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan. Seekor
rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak gunung. Ia
berdiam disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu. Rajawali
ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama
kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung,
dan setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk
mempercepat proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu barupun
tumbuh, dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk
bertahan hidup hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.
Saudaraku, seperti rajawali, orang kristen perlu memiliki waktu-waktu
khusus untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama
yang tidak berguna lagi 'rontok' dan menanti-nantikan dengan sabar
pemulihan dari Tuhan.
Pembaharuan adalah prinsip Ilahi, dimana Allah memotong segala sesuatu
yang tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah
lebat. Selama kita menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu
berlangsung.

PELAJARAN 5 :
RAJAWALI JUGA KADANG-KADANG SAKIT, SEPERTI MANUSIA
Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, ia terbang ke suatu tempat
yang sangat disukainya, dimana ia dengan leluasa dapat menikmati sinar
matahari. Karena sinar matahari memainkan peranan yang sangat penting
dalam kehidupan rajawali, dan juga merupakan obat yang paling mujarab
baginya.
Saudaraku, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi, rumah
tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah kita juga
mencari Allah yang memainkan peranan penting dalam hidup kita, yang juga
merupakan sumber kesembuhan bagi segala macam 'penyakit'?

PELAJARAN 6 :
SETIAP BURUNG RAJAWALI PASTI MATI
Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia
terbang ke tempat yang paling disukainya, di atas gunung, menutupi
tubuhnya dengan kedua sayapnya, memandang ke arah terbitnya matahari,
lalu.....mati.
Saudaraku, sudah selayaknya, semua orang Kristen mati dengan mata dan hati
tetap tertuju pada Yesus sebagai sumber dari pengharapan dan jaminan di
dalam kehidupan kekal.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.