Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Foto oleh Tima Miroshnichenko: pexels
Hai GanSis!! Aku gak tau thread ku ini masih ada yg baca atau tidak. Ya kita tau sendiri, minat baca masyarakat kita ini tergolong rendah. Semakin rendah sebab konten audio video kini lebih diminati.
Secara kini, gadget semakin canggih didukung laju internet yg makin bagus, meski belum bagus amat, tetapi uda cukup nyaman buat streaming video. Entah itu short video hingga film.
Harus diakui, mengakses informasi lewat konten audio video memang lebih praktis & menyenangkan. Informasinya dapat, hiburannya dapat.
Apakah masih ada yg minat baca thread di Kaskus?
Hahaha, entahlah GanSis..
Tibalah kita di suatu masa dimana teknologi benar memperbudak, bahkan "memeras" kita. Beneran, seperti "memeras". Hahaha ini bukan mau menakut-nakuti ya.
Untuk mengikuti perkembangan zaman, kita wajib mengikuti perkembangan teknologi. Dan akhir-akhir ini, per-gadget-an (termasuk hardware & software) duniawi ini agaknya mulai ngelunjak.
Pasar menyukai konten video, mau tak mau kita ikut nyemplung dong. Bikin video juga. Meskipun itu rasanya kita seperti diperas oleh "robot" (dibaca: teknologi).
Otomatis kita mesti keluar ongkos lebih untuk produksi video. Biaya internet jelas lebih boros. Mesti install aplikasi tambahan. Kebutuhan spesifikasi gadget juga semakin meningkat, mau tidak mau harus beli gadget baru!!
Hadeehh..
Begitupun dengan jualan online. Banyak aturan baru & tambahan biaya. Dan pasar kini lebih meminati belanja online berbasis video & live shopping.
Sungguh can not relate untuk saya yg introvert ini, hahaha
Tidak-tidak, ini bukan soal kepribadian introvert atau ekstovert. Tapi ini soal duit.
duit, waktu & hal-hal yg bikin mumet.
Sebelumnya saya aktif di Twitter, sebagai media sosial yg cukup informatif. Nulis di Kaskus untuk sekedar mencurahkan keresahan & cari cuan tipis. Biasanya share link tulisan di Twitter juga uda lumayan. Dan Facebook untuk jualan lokal. Di shoppe & tokped untuk jualan online.
Tapi hari-hari kini itu semua gak cukup. Mesti masuk ke Tiktok, IG & aplikasi lainnya yg lebih berbasis audio & video.
Sungguh kuharap menangis menerima kenyataan ini. HP kentang ku juga harap menjerit
Kenyataan sekarang tidak ada zona nyaman yg bertahan lama. Semua serba dinamis. Kebutuhan digital sangat gila-gilaan. Dan kalo kita stuck disatu titik aja maka kita akan tertinggal. Jika harap mengikuti semua ini hmm... Semoga kita tetap waras.
Rasa-rasanya saya atau kita semua mesti berpikir sejenak tentang Bagaimana menguasai dunia tanpa harus terus-menerus mengikuti arus??
Apakah orang yg minatnya menulis, harus ikut buat video juga?
Saya uda coba mengikuti arus ini, bikin beberapa video untuk di upload di YT, Tiktok & Facebook reels untuk promosi usaha. Cukup menyenangkan, tetapi HP kentangku menjerit & sejujurnya saya juga gak paham yg kulakukan... Buat apa semua itu..
Hai GanSis!! Aku gak tau thread ku ini masih ada yg baca atau tidak. Ya kita tau sendiri, minat baca masyarakat kita ini tergolong rendah. Semakin rendah sebab konten audio video kini lebih diminati.
Secara kini, gadget semakin canggih didukung laju internet yg makin bagus, meski belum bagus amat, tetapi uda cukup nyaman buat streaming video. Entah itu short video hingga film.
Harus diakui, mengakses informasi lewat konten audio video memang lebih praktis & menyenangkan. Informasinya dapat, hiburannya dapat.
Apakah masih ada yg minat baca thread di Kaskus?
Hahaha, entahlah GanSis..
Tibalah kita di suatu masa dimana teknologi benar memperbudak, bahkan "memeras" kita. Beneran, seperti "memeras". Hahaha ini bukan mau menakut-nakuti ya.
Untuk mengikuti perkembangan zaman, kita wajib mengikuti perkembangan teknologi. Dan akhir-akhir ini, per-gadget-an (termasuk hardware & software) duniawi ini agaknya mulai ngelunjak.
Pasar menyukai konten video, mau tak mau kita ikut nyemplung dong. Bikin video juga. Meskipun itu rasanya kita seperti diperas oleh "robot" (dibaca: teknologi).
Otomatis kita mesti keluar ongkos lebih untuk produksi video. Biaya internet jelas lebih boros. Mesti install aplikasi tambahan. Kebutuhan spesifikasi gadget juga semakin meningkat, mau tidak mau harus beli gadget baru!!
Hadeehh..
Begitupun dengan jualan online. Banyak aturan baru & tambahan biaya. Dan pasar kini lebih meminati belanja online berbasis video & live shopping.
Sungguh can not relate untuk saya yg introvert ini, hahaha
Tidak-tidak, ini bukan soal kepribadian introvert atau ekstovert. Tapi ini soal duit.
duit, waktu & hal-hal yg bikin mumet.
Sebelumnya saya aktif di Twitter, sebagai media sosial yg cukup informatif. Nulis di Kaskus untuk sekedar mencurahkan keresahan & cari cuan tipis. Biasanya share link tulisan di Twitter juga uda lumayan. Dan Facebook untuk jualan lokal. Di shoppe & tokped untuk jualan online.
Tapi hari-hari kini itu semua gak cukup. Mesti masuk ke Tiktok, IG & aplikasi lainnya yg lebih berbasis audio & video.
Sungguh kuharap menangis menerima kenyataan ini. HP kentang ku juga harap menjerit
Kenyataan sekarang tidak ada zona nyaman yg bertahan lama. Semua serba dinamis. Kebutuhan digital sangat gila-gilaan. Dan kalo kita stuck disatu titik aja maka kita akan tertinggal. Jika harap mengikuti semua ini hmm... Semoga kita tetap waras.
Rasa-rasanya saya atau kita semua mesti berpikir sejenak tentang Bagaimana menguasai dunia tanpa harus terus-menerus mengikuti arus??
Apakah orang yg minatnya menulis, harus ikut buat video juga?
Saya uda coba mengikuti arus ini, bikin beberapa video untuk di upload di YT, Tiktok & Facebook reels untuk promosi usaha. Cukup menyenangkan, tetapi HP kentangku menjerit & sejujurnya saya juga gak paham yg kulakukan... Buat apa semua itu..