• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kelas Menengah Bertambah, yang Punya Uang Makin Banyak

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
QZJk.jpg
Director of Alternate Channels AXA mandilu Handayani mengatakan, pertumbuhan golongan masyarakat kelas menengah Indonesia sangat signifikan. Pada tahun 2012, jumlah golongan masyarakat ini sebanyak 15 juta orang dan diperkirakan akan terus meningkat.

"Golongan masyarakat kelas menengah merupakan engine of growth. Pada tahun 2020, Indonesia akan menjadi negara dengan jumlah masyarakat kelas menengah terbesar ketiga di dunia, mencapai 55 persen dari total populasi," kata Handayani di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Lebih lanjut, Handayani mengungkapkan jumlah masyarakat kelas menengah diperkirakan akan bertambah sekitar 7 juta orang setiap tahun. "Itu tandanya apa? Akan semakin banyak orang yang punya banyak uang," ujarnya.

Namun demikian, kata Handayani, hal terpenting dalam hidup ternyata bukan uang, namun kebahagiaan. Uang berkontribusi kepada kebahagiaan, akan tetapi harus didukung dengan perencanaan keuangan yang baik. Oleh karena itu, investasi menjadi suatu hal yang penting.

"Pada setiap tahap kehidupan, terdapat instrumen investasi yang berbeda sesuai kebutuhan kita. Saat masih melajang, yang diperlukan biasanya asuransi jiwa dan unit link. Saat sudah menikah, instrumen investasi biasanya ditambah asuransi kesehatan untuk diri sendiri dan pasangan," papar Handayani.

Yang terpenting dalam investasi menurut Handayani adalah memulai sedini mungkin. Investasi tidak harus dimulai dengan uang yang banyak. "Yang penting start small, aim big. Pikirkanlah masa depan anda, apa yang akan anda dapat di masa depan dengan investasi," jelasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.