semutsedeng
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 69471
- Sejak
- 27 Apr 2009
- Pesan
- 5.596
- Nilai reaksi
- 138
- Poin
- 63
Satu milyar orang di seluruh dunia mengalami kelaparan, naik sekitar 100 juta karena krisis keuangan dunia, demikian menurut PBB.
Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengatakan angka itu merupakan data tertinggi selama ini.
Naiknya harga bahan pangan juga menyebabkan krisis kelaparan.
Direktur jendral FAO mengatakan tingginya angka kelaparan, seperenam dari penduduk dunia, merupakan "resiko serius" bagi perdamaian dan keamanan dunia.
PBB mengatakan hampir semua kasus kekurangan gizi terjadi di negara berkembang, dan sebagian besar, sekitar 642 juta jiwa, tinggal di kawasan Asia-Pasifik.
Di kawasan su-Sahara Afrika, data kekurangan gizi mencapai 265 juta.
Di negara maju, angka kekurangan gizi mencapai 15 juta.
"Krisis kelaparan yang tidak terdengar, dan melanda seperenam penduduk dunia, merupakan resiko besar bagi perdamaian dan keamanan dunia," kata Jacques Diouf.
"Kai mendesak agar ada konsensus untuk menangani masalah kelaparan dunia ini segera".
Kontradiksi'
Peningkatan jumlah orang yang kelaparan karena turunnya pendapatan, dan meningkatnya pengangguran, yang pada akhirnya mengurangi makan keluarga miskin, kata badan PBB itu.
Namun angka itu sangat kontras karena bukti menunjukkan sebagian besar negara maju justru bertambah kaya.
Kelaparan Dunia menurut FAO
Asia-Pasifik: 642 juta
Sub-Sahara Afrika: 265 juta
Amerika Latin dan Karibia: 53 juta
Timur Tengah dan Afrika Utara: 42 juta
Negara maju: 15 juta
"Inilah untuk pertamakalinya dalam sejarah manusia, begitu banyak orang yang kelaparan di dunia," kata jurubicara FAO Kostas Stamoulis, direktur bagian pembangunan.
Diouf mendesak agar pemerintah-pemerintah di seluruh dunia memberikan bantuan pembangunan untuk mendorong pertanian, khususnya petani kecil.
"Penanaman modal dalam pertanian harus ditingkatkan karena di sebagian besar negara miskin, sektor pertanian penting untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan, dan merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi," katanya. (BBC)
Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengatakan angka itu merupakan data tertinggi selama ini.
Naiknya harga bahan pangan juga menyebabkan krisis kelaparan.
Direktur jendral FAO mengatakan tingginya angka kelaparan, seperenam dari penduduk dunia, merupakan "resiko serius" bagi perdamaian dan keamanan dunia.
PBB mengatakan hampir semua kasus kekurangan gizi terjadi di negara berkembang, dan sebagian besar, sekitar 642 juta jiwa, tinggal di kawasan Asia-Pasifik.
Di kawasan su-Sahara Afrika, data kekurangan gizi mencapai 265 juta.
Di negara maju, angka kekurangan gizi mencapai 15 juta.
"Krisis kelaparan yang tidak terdengar, dan melanda seperenam penduduk dunia, merupakan resiko besar bagi perdamaian dan keamanan dunia," kata Jacques Diouf.
"Kai mendesak agar ada konsensus untuk menangani masalah kelaparan dunia ini segera".
Kontradiksi'
Peningkatan jumlah orang yang kelaparan karena turunnya pendapatan, dan meningkatnya pengangguran, yang pada akhirnya mengurangi makan keluarga miskin, kata badan PBB itu.
Namun angka itu sangat kontras karena bukti menunjukkan sebagian besar negara maju justru bertambah kaya.
Kelaparan Dunia menurut FAO
Asia-Pasifik: 642 juta
Sub-Sahara Afrika: 265 juta
Amerika Latin dan Karibia: 53 juta
Timur Tengah dan Afrika Utara: 42 juta
Negara maju: 15 juta
"Inilah untuk pertamakalinya dalam sejarah manusia, begitu banyak orang yang kelaparan di dunia," kata jurubicara FAO Kostas Stamoulis, direktur bagian pembangunan.
Diouf mendesak agar pemerintah-pemerintah di seluruh dunia memberikan bantuan pembangunan untuk mendorong pertanian, khususnya petani kecil.
"Penanaman modal dalam pertanian harus ditingkatkan karena di sebagian besar negara miskin, sektor pertanian penting untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan, dan merupakan salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi," katanya. (BBC)