• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kejanggalan Asuransi di Indonesia?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Disclaimer:

Ini semua setahu saya benar dalam arti wajar. Kalo salah tolong kasih tau. CMIIW.

Asuransi di Indonesia itu aneh. Beda dengan asuransi normal atau asuransi di luar negeri.

Ada kesan, seolah olah asuransi di indo manfaat proteksinya sedikit sekali dibanding harganya, & oleh karena itu sebetulnya cuma produk scam. Cara penjualannya juga mirip dengan cara penjualan time share & produk produk scam lainnya.

1. Asuransi di indo lebih mahal dari asuransi di luar negeri (Singapore, Amerika).

Asuransi Indo vs Luar Negeri

Udah dibahas di sini. Kalo tanpa penipuan, sama sama term, sama sama asuransi jiwa murni, produk indo sekitar 10 kali lebih mahal.

Dan orang indonesia dapat beli asuransi di Singapore.

Asuransi jiwa yg di Singapore harganya sekitar 5.5 juta rupiah, di indo, minimum 55 juta rupiah pertahun sekitar.

Itu kalo tanpa penipuan lho.

2. Asuransi di indo dapat ratusan kali lebih mahal dari asuransi di luar negeri. Bisa ribuan kali?

Asuransi luar biasa mahal




Ini contoh asuransi. Harga "wajar" dari asuransi ini sekitar seharga 2 piring nasi goreng. Tetapi ada biaya 50 juta rupiah lebih di tahun pertama.

Coba anda verifikasi ke agen agen avrist apa betul begitu.

3. Yang complain penipuan asuransi di indo banyak sekali.

Curhat Asuransi

Korban Asuransi AIA

Belum tentu semua orang yg bilang tertipu betul penipuan. Tetapi sering kali agen memang memberi informasi ngaco. Mau ngaconya penipuan, atau misleading, atau agennya sendiri nggak tau, itu masalah lain.

Kalo produknya luar biasa jelek, hampir tidak mungkin orang beli kecuali kalo dia dapat informasi salah. Info salah, biasanya penipuan.

4. Claim ratio asuransi di indo rendah.

Kalau misal perusahaan asuransi terima 1 trilyun premi, berapa yg dipakai untuk bayar claim?

Umumnya nasabah yg tidak tahu akan bilang 80%. Nilai sebenarnya dapat jadi cuma 10-20%. Untuk orang orang tertentu, tidak merokok, dst, kemungkinan meninggal sedemikian rendah expectasi claim ratio dapat rendah sekali.

Karena asuransi di indo mahal sekali, normalnya claim ratio di indo rendah. Artinya untuk uang yg ditaruh nasabah, beberapa kecil sekali dipakai untuk membayar tanggungan. Sisanya laba persuahaan & komisi agent.

Contoh, tabel mortalitas di indo, probabilitas meninggal itu

Tabel mortalitas Indo

Kalau usia 39 kemungkinan meninggal itu 0.009. Harga asuransi jiwa untuk orang tidak merokok, paling murah 50 juta rupiah untuk tanggungan 10M.

Jadi expectasi pembayaran claim adalah 10 juta rupiah. Tetapi premi 50 juta.

Jadi cuma 20% yg dipakai untuk bayar claim. Tentu saja banyak orang indo merokok. Jadi kemungkinan meninggal untuk yg bukan merokok pasti lebih kecil sekali. Sekitar separuh. Jadi cuma sekitar 5-7 juta yg untuk bayar claim.

80% buat bayar agen, buat laba perusahaan.

Ini untuk asuransi normal lho, bukan yg scam.Claim rasio dapat jauh lebih rendah lagi untuk asuransi dimana agennya gampang nipu

5. Biaya di Unit link tidak ditulis jelas.

Hanya biaya administrasi sebesar sekitar 50000 sebulan ditulis jelas. Dua biaya besar, seperti biaya akuisisi, & biaya asuransi, tidak ditulis jelas.

Tuh anda dapat lihat ringkasan polis diRingkasan Polis

Anda dapat lihat tidak biaya 50 juta ditulis dimana?

Ini untuk menangkis opini PR asuransi yg bilang kalo ada penipuan itu nasabahnya teledor atau murni salah agen.

Ternyata banyak complain kalau perusahaan juga sengaja tidak menulis biaya jelas, lalu kemudian sesudah nasabah salah beli, ya tinggal menyalahkan nasabah kurang teliti, atau murni salah agent.

Deal dengan orang yg tidak beritikad baik memang susah. Dan orang mau jualan produk jelek ya tentu tidak beritikad baik.

6. Untuk produk yg jelek, tidak ada agen asuransi atau PR yg mau menjelaskan produk mereka sendiri di depan umum.

Ini sebetulnya indikasi kuat untuk tidak membeli dari persuahaan yg sama. Contoh, tadi ditulis kalau biaya akuisisi 50 juta rupiah tidak ditulis jelas. Siapa tau saya salah.

Ya anda dapat tanya sendiri semua agent avrist, itu bener nggak ada biaya 50 juta. Betul tidak, manfaatnya cuma seharga 2 piring nasi goreng. Itu manfaat asuransinya apa? Biaya apa?

Jadi kalo ada agen bilang salah paham, bukan penipuan, belagak bego nggak ngerti, atau apa, ya minta saja mereka menjelaskan produk yg sama di depan umum. Kalo mereka bener nggak ngerti kan mustinya mereka akan mengulang claim yg sama dengan gampang.

7. Agen sering memberi informasi yg salah.

Salah disini dapat misleading, penipuan, atau salah paham. Majoritas dari kita berpikir ini penipuan. Nggak mungkin agennya nggak tau. Misleading juga penipuan.

MIsal ada orang invest 100 juta. Agen bilangh ini semua investasi, atau ada penalty kalau tutup polis awal. Ternyata ada biaya 50 juta. Menurut anda ini penipuan tidak? Atau cuma pinter pinternya jualan? Again, anda dapat tanyakan ke agen di depan biasa yg mana yg betul & ditulis persisnya seperti apa.

Kasus seperti ini sering terjadi.

8. Orang yg sudah jijik, tidak mau beli asuransi, & sudah amat berhati hati pun dapat tertipu.

Ada kasus agen bilang kalau asuransi jadi satu dengan KPR. Kasus lain, pengacara bilang kalo beli asuransi dapat menolong kasus. Jadi orang nggak mau beli asuransi, tetapi disaat genting, ditengah process tau tau diberi tahu asuransi harus. Padahal tidak harus.

Ada kasus orang cuma tertarik beli asuransi sedikit & mau investasi. Karena biaya tidak ditulis jelas, dari 100 juta yg "diinvestasikan" 50 juta hilang. Jadi baca ringkasan polis, atau tanya agen tidak menjamin anda tidak slaah beli.

Saya dengar ada kasus agen asuransi nyogok orang bunk. Jadi waktu si agen asuransi bilang asuransi jadi satu paket ama KPR orang banknya nggak bantah & mungkin mengiyakan. Harus tanya orang bunk di cabang lain untuk tahu sebenarnya.

Satu kasus orang bawa keluarganya untuk ikut mendengar omongan agen asuransi pun tetap membeli sampah. Tetap saja kena karena verifikasi susah sekali.

Jadi sekedar tidak mau beli asuransi tidak menjamin anda kondusif dari penipuan asuransi. Kalau ada agen yg bilang asuransi wajib untuk KPR langsung tanya bunk lain.

Setiap orang yg bilang begini, anda harus langsung cross check.

10. Perusahaan asuransi umumnya tetap mempekerjakan agen yg menipu. Kalau komplain, umumnya tidak ada tindak lanjut.

Ini mungkin mengagetkan banyak nasabah yg terbiasa dibela di tokopedia atau di gojek atau di grab. Tapi kalo agen berhasil menipu nasabah, perusahaan ikut untung. Jadi mereka umumnya membangun lip service kalau mereka tegas kepada nasabah. Tetapi setiap kasus yg saya tau kalau sudah lewat masa free look, mereka cuma menyalahkan nasabah. Lalu ya nasabah dapat menuntut di pengadilan. Tetapi pengadilan di indo korup. Bisa lapor polisi. Tapi di indo lapor hilang kambing dapat hilang sapi.



11. Kalau anda tertipu asuransi, hukum kemungkinan akbar berpihak pada perusahaan asuransi & perusahaan asuransi kemungkinan akbar berpihak pada agen mereka yg menipu.

Di indo, jarang sekali agen asuransi dipidana karena penipuan. Perusahaan tidak peduli reputasi karena yg complain sudah banyak sekali. Beberapa nasabah bahkan dituntut pencemaran nama baik.

Jadi kunci utama asuransi adalah jangan beli di indo. Kalau ada yg bilang harus beli karena satu paket dengan KPR, langsung pindah cabang. Tetapi bahkan anda sudah tidak harap beli pun, sering agen masih ketemu celah.

Kalo sudah tertipu, ya anggap saja uang sekolah. Sebar article ini ke sebanyak mungkin orang supaya mereka tidak tertipu & tidak beli produk karena informasi salah.


12. Mungkin tidak saya salah?

Begini cara verfikasinya.

Ringkasan Polis

Anda lihat ringkasan polis ini?

Coba anda pakai segala cara untuk tau manfaat apa saja biaya apa saja. Anda dapat baca ringkasan polis, anda dapat tanya semua agent.

Betul nggak ada biaya 50 juta rupiah & manfaatnya kecil sekali?

Anda dapat tahu tidak itu sebelum beli?

Kalau gampang ya mungkin saya salah.

Kalau ternyata memang susah sekali, ya anda check saja. Avrist masih dapat ijin OJK kan?

Jadi perusahaan tidak menulis biaya jelas & produknya 100 kali - 1000 kali lebih mahal itu dapat ijin OJK.

Kalo anda jadi agen asuransi atau direktur perusahaan asuransi, anda ngapain? Apa anda mau kerja jujur?

Agen asuransi yg jujur ada. Setau saya ya nggak laku. Jualan produk sampah dapat jujur laku gimana justru saya bingung.

13. PR perusahaan asuransi sering memberi pernyataan yg tidak benar atau amat misleading dalam kasus asuransi

Contoh:

Agen asuransi akan bilang beli asuransi untuk proteksi & bukan untuk investasi. Lalu seperti biasa mereka akan meminta anda untuk kontak secara private & menyarankan asuransi campur investasi. Aneh kan. Udah bilang asuransi bukan untuk investasi kok nganjurin investasi di produk asuransi?

Modus lain adalah bilang customer semestinya mencheck buku polis masa free look period. Ini juga misleading. Sesusah apa sih memberi tahu customer ada biaya besar? Perlu satu buku begitu? Yang betul informasi penting tidak ditulis jelas baik di ringkasan polis maupun dalam free look period karena perusahaannya memang ikut menolong agennya nipu.

Free look period itu tidak ada gunanya. Kalo perusahaan asuransinya beritikad baik ya dia tulis dengan jelas biaya di ringkasan polis sebelum beli. Kalo perusahaan asuransinya memang beritikad nipu, di masa free look pun biaya susah ditemukan.

Modus lain adalah bilang customer semestinya baca ringkasan polis, buku polis, tanya agen, dll. Tentu saja itu semua amat tidak effective. Biaya sengaja tidak ditulis jelas, agen nipu, & perusahaan asuransinya memang suka dengan agen yg dapat menipu customer karena mereka ikut untung.

Ada lagi yg bilang customer tidak paham asuransi bla bla. Ya namanya juga ditipu. Ada biaya gede nggak dikasih tau. Mau paham gimana? Dan ini untuk asuransi yg sederhana ya.

OJK juga amat mengijinkan.

Hari ini 12:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.