• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Keistimewaan DIY Makin Mengerucut

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
gBhia.jpg
YOGYAKARTA– Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengungkapkan, aspirasi masyarakat Yogyakarta tentang Keistimewaan DIY akhirnya mendapat ‘lampu hijau’ dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Kendati demikian, dengan alasan konstitusional Raja Keraton Yogyakarta ini enggan membuka kepada media masa tentang isi dari hasil kesepakatan pada pertemuan dengan SBY pada Rabu (13/6) sore di Istana Merdeka, Jakarta. “Sabdatama sudah jelas.Tetapi saya tidak bisa menjelaskan karena nanti mendahului DPR,”tuturnya, kemarin.

Dia menyatakan bahwa secara prinsip penyelesaian Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY berada di tangan pemerintah pusat dan DPR. Sehingga hasil akhir dari persoalan Keistimewaan bukan berada di tangan Sri Sultan selaku Gubernur DIY dan SBY selaku Presiden RI. Kendati demikian Sri Sultan optimistis persoalan RUUK DIY yang sudah terkatung- katung bertahun-tahun diharapkan dapat selesai pada masa sidang keempat DPR kali ini.

Harapan tersebut mempertimbangkan kesepakatan yang telah dilakukan dengan SBY dalam pertemuan tertutup selama 15 menit tersebut. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo mengaku pesimistis dengan sikap pemerintah SBY untuk memegang komitmen kesepakatan dengan Sri Sultan. Hal tersebut mempertimbangkan masih tetap ngototnya pemerintah meski Sri Sultan dan SBY telah melakukan kesepakatan pada pertemuan sebelumnya.

Politisi PDIP tersebut menegaskan, jika pemerintah tetap bersikukuh dengan opsi pemilihan, maka pembahasan RUUK DIY tidak akan pernah mencapai kesepakatan.“Dulu pernah ada, dan buktinya pemerintah tetap bersikukuh. Kalau tetap seperti itu ya pembahasan akan mbulet terus dan menjadi membosankan,” tegasnya. Menurut Ganjar, pertemuan selama 15 menit dinilainya sudah lebih dari cukup bagi Sri Sultan dan SBY untuk menyepakati Keistimewaan DIY.

Hal itu dapat terjadi jika pembicaraan yang dilakukan langsung fokus pada persoalan. “Tapi kalau kesepakatan yang dihasilkan tidak dipegang teguh seperti pertemuan pertama,ya akhirnya pertemuan tersebut tidak berbeda dengan kongkow-kongkow, rokok- rokok yang tidak memberikan makna untuk keistimewaan DIY,”tandasnya.

Diharapkan Ganjar,kesepakatan antara SBY dan Sri Sultan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Mendagri. Hal tersebut dinilai akan membantu percepatan pembahasdan RUUK DIY. Jika pemerintah pusat mampu memegang komitmen, lanjut Ganjar, maka pembahasan RUUK DIY dipastikannya dapat selesai pada masa sidang keempat kali ini.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.