Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Selamat malam gan sist... Sebelumnya saya mengucapkan selamat ulang tahun yg ke-1 kepada KOMPAK. Semoga kalian semakin kompak & dapat melahirkan penulis-penulis tangguh yg lebih banyak lagi...
*****
Kehilangan adalah suatu hal yg menyebalkan bagi setiap orang. Hal-hal yg sudah kita bayangkan & rencanakan ternyata tidak sesuai kenyataan. Itulah saya & kisah sayangku.
Dulu ketika sebelum menikah, saya pernah berpacaran dengan mantan pacar yg kini jadi istriku selama kurang lebih 10 bulan. Suka & duka kita lewati bersama.
Suatu hari saya tidak sengaja baca artikel di internet. Di artikel tersebut menjelaskan tentang mitos jangan memberi hadiah baju kepada pacar, karena akan menciptakan hubungan sayangmu akan putus. Aku baca sekilas saja karena saya pas lagi tidak mood baca artikel panjang.
magazine.job-like.com
Anyway, pas hari ulang tahun doi tiba. Aku mengajak adik perempuanku ke toko baju terkenal di kotaku. Kebetulan postur tubuh adik & doi sama jadi biar adikku saja yg mencoba bajunya. Aku sengaja tidak mengajak doi langsung membeli hadiahnya karena saya mau menciptakan kejutan spesial untuknya.
Setelah dapat baju yg pas, saya pun langsung cari kue ulang tahun juga. Aku cari yg harganya yg tidak terlalu mahal & tidak terlalu murah. Ya pokoknya pas lah buat surprise buat si doi.
Setelah semuanya dapat, seperti kue ulang tahun & kado bajunya, akupun pulang ke rumah untuk istirahat.
Malamnya jam delapan, saya pergi sendirian ke kost doi dengan membawa kue ulang tahun & kado bajunya. Kebetulan jarak rumahku & konstannya dekat cuma berbeda kelurahan saja. FYI, doi disini kerja merantau karena di kampung halamannya sana lapangan pekerjaan sangatlah jarang & jauh.
Setelah hingga di kostnya akupun menunggu di teras kostnya. Aku tidak masuk ke dalam kostnya karena itu kost spesifik cewek. Lagi pula teras & kamarnya itu beda lantai, jadi saya pun tidak dapat langsung masuk & cuma dapat menunggu di luar saja.
Aku menunggu sekitar 1 jam lebih karena doi saya call wa tidak diangkat trus chat wa pun tidak dibalas. Aku pun bingung, cemas & jengkel karena tidak ada respon apapun. Padahal hpnya di kamar tetapi kok tidak ada respon. Aku tahu kalo hpnya di kamar karena saya meng-install aplikasi penyadap di hpnya. Jadi dimanapun doi berada ya saya tahu, dong.
Setelah menunggu sekitar 1 jam lebih barulah doi mengangkat video call ku. Ternyata doi masih di kamarnya. Lega rasanya kirain pergi kemana. Ternyata doi lagi sibuk menyeterika baju & mempersiapkan hal-hal yg mau dibawa pas mudik besoknya. Doi mau mudik ke kampung halamannya karena ada liburan panjang hari raya Idhul Fitri.
Setelah doi keluar dari kamar, saya memberi surprise untuknya. Kuangkat kue ulang tahunnya sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Pokoknya so sweet banget deh & doi pun juga bahagia banget.
Doi meniup lilinnya & memotong dua potong kecil kue ulang tahun. Satu untukku, satu untuknya & sisanya buat doi semuanya. Kita makan bareng kue ulang tahun di teras kost. Tak lupa juga akupun memberi kado spesial yg berisi baju tadi. Alhasil ekspresi wajahnya pun semakin bahagia bercampur malu.
Setelah saya memberikan kejutan ulang tahun, saya pun pulang ke rumah karena sudah terlalu larut malam. Takut kalo nanti dimarahi warga karena pacaran malam-malam terlalu lama.
Keesokan harinya doi mudik ke kampung halamannya bersama teman-temannya. Aku tidak dapat ikut, karena saya kerjanya masih 1 hari.
Pas malam takbiran saya bersama teman-temanku melaksanakan takbir keliling. Sambil mengumandangkan takbir, saya video call si doi. Rasanya bahagia banget doi sudah hingga di kampung halamannya. Hati ini rasanya plong. Aku pun membayangkan bagaimana ya rasanya membangun rumah tangga bersamanya, supaya dapat takbiran keliling bareng & merayakan hari raya Idhul Fitri juga bareng. Aku cuma dapat berdoa, "Ya Allah semoga angan-anganku ini jadi kenyataan. Amin...".
Malamnya pas hari perdana lebaran, doi telepon aku. Katanya doi tidak dapat melanjutkan hubungan ini. Padahal kemarin malam saya sudah berandai-andai dapat berumah tangga bersamanya. Akupun bingung & bertanya-tanya.
"Kenapa? Kita kan sudah saling mensayangi. Aku juga sudah mengenal baik orang tuamu & kamupun juga sudah kenal baik orang tuaku. Sepertinya hubungan kita tidak ada masalah apapun deh."
Kutanya apakah ada orang ketiga diantara kita, jawabnya juga tidak. Hubungan ini tidak dapat berlanjut karena nama orang tua kita sama-sama berawal dari huruf yg sama yaitu, S. Ayahku bernama Setiyo Utomo & ibuku Suwarni. Sedangkan orang tua doi bernama bpk Sunar & ibu Zulaikah.
Menurut adat Jawa di daerahnya, pasangan yg nama orang tuanya berawal dari huruf sama tidak dapat dinikahkan. Jika nekat dinikahkan maka orang tua kita akan kalah alias meninggal dalam waktu dekat. Padahal saya juga orang Jawa & adat di daerah saya tidak ada yg aturannya aneh-aneh begini. FYI, saya & doi itu sama-sama orang Jawa tetapi cuma beda kota.
Karena seperti tidak percaya, saya pun menelepon orang tuanya langsung untuk menanyakan tentang ini. Ternyata jawaban orang tuanya adalah kami disuruh berteman saja & tidak usah melanjutkan hubungan spesial ini.
m.dreamers.id
Hatiku hancur. Hari-hariku ketika lebaran rasanya di hati tuh sesak, sedih & kecewa. Baru kali ini saya merasakan suatu kehilangan yg amat menyakitkan di hatiku. Padahal hari itu adalah hari bahagia karena masih hari perdana lebaran.
Aku pun teringat kembali mitos yg saya baca di internet waktu itu. Aku browsing lagi tentang mitos itu. Well, ternyata benar.
Quote:
Mitosnya, memberi baju ke pasangan akan menciptakan hubungan putus. Ini mengingat kalau warna baju akan luntur setelah dicuci. Semakin sering dicuci, maka akan semakin cepat warna baju luntur atau pudar. Luntur atau pudarnya warna baju dipercaya bakal mempengaruhi sayang dua orang yg sedang merajut sayang. Dikhawatirkan kalau sayang keduanya juga bakal luntur & pudar seperti warna baju.
fimela.com
Anyway hari lebaran saya jadi tidak kemana-mana, cuma berkunjung ke samping rumahku saja yaitu rumah pakdeku. Aku kalau diajak bersilaturahmi ke saudara-saudaraku yg lain tetapi saya tidak mau, entah kenapa tuh rasanya malas begitu. Alhasil lebaran di rumah sendirian tanpa ditemani siapapun. Perut keroncongan tetapi mau makan pun juga terasa malas. Padahal hari lebaran di rumahku banyak makanan cemilan & lauk pauk yg enak. Tapi entah kenapa ya begitulah.
Rasanya tuh malas banget untuk hidup. Terlalu banyak kenangan bersama doi, baik di rumahku, di rumah doi, di rumah-rumah makan & di tempat-tempat wisata juga. Saran dari orang tuaku ya juga sama tidak usah melanjutkan hubungan ini. "Mending cari lainnya saja atau mending anda merantau saja ke Jakarta biar tidak kepikiran terus."
Aku pun jelas-jelas menolak saran orang tuaku. Di dalam pikiranku itu cuma ada doi seorang & tidak ada yg dapat menggantikannya.
Karena orang tuaku semakin prihatin melihat keadaanku, akhirnya saya pun diperbolehkan melanjutkan hubungan ini. Tapi dengan satu syarat, saya harus mencari solusi lain mengakali adat di daerah si doi. Rasanya seperti ada angin segar setelah orang tuaku bilang begitu.
Aku pun menelepon orang tua doi lagi untuk menanyakan solusi dari adat disana. Oleh orang tuanya akupun dibilang tidak dikapok disuruh berteman saja. Orang tuanya pun memberi solusi, "Kalau anda pengin sekali menikahi anakku, & pengin saya & orang tuamu baik-baik saja. Waktu nikah anda tidak boleh mengajak orang tuamu. Bukannya saya tidak suka dengan orang tuamu ya, tetapi emang begini solusi dari tetua adat kami."
Mau tidak mau saya pun menyampaikan solusi itu kepada orang tuaku. Jelas-jelas orang tuaku langsung marah & menolaknya. Menurut orang tuaku kalau menikah tanpa mangajak orang tua itu berarti sudah menganggap orang tua meninggal.
m.liputan6.com
Aku pun merasa galau lagi. Melihat saya tambah galau, orang tuaku pun berdiskusi dengan sesepuh desaku. Lalu oleh sesepuh desa memberi saran untuk mencoba ke rumah si doi akhir lebaran sambil membawa oleh-oleh.
Hari ke-6 lebaran saya menghubungi doi mau memberi tahu kalo besoknya saya & keluargaku mau kesana. Tapi doi malah menjawab dengan kata-kata kasar & sudah tidak peduli denganku. Mungkin ini cara doi supaya saya menjauhinya.
Aku pun tidak kehilangan ide. Aku pun menyuruh teman doi supaya memberitahu kalo saya sekeluarga mau kesana. Kebetulan temannya juga kerja disini jadi saya juga akrab dengannya. Tapi ya sama saja jawabannya katanya sudah tidak peduli lagi.
Hari terakhir lebaran sudah tiba. Kami sekeluarga ditambah kakak ipar & sesepuh desa berangkat ke rumah doi. Aku tidak peduli jawaban apa yg kuterima nanti. Niat utama kami saat itu adalah silahturahmi.
Dalam sanubari hati yg paling dalam, saya yakin doi masih sayang kepadaku & kita cuma terpisah oleh adat yg sulit dipahami secara nalar. Makanya sebelum janur kuning melengkung, saya tidak akan patah semangat. Tetap gas poll menuju ke rumahnya, kalau disana saya ditolak barulah saya ikut saran orang tuaku yg perdana yaitu cari cewek lain.
Sehingganya disana saya & keluargaku disambut baik olehnya & keluarganya. Aku tidak menyangka akan disambut semeriah ini. Semua keluarga & tetangganya pun juga berkumpul di rumahnya.
Mulailah kami bersilaturahmi. Sesepuh desa kami pun mencoba bernegosiasi dengan orang tua doi mengenai adat daerahnya. Ternyata orang tua menyetujuinya. Doi pun juga nurut dengan persetujuan orang tuanya. Alhasil kami pun langsung mengikatkan sayang kita ke tunangan. Setelah acara silaturahmi selesai kami pun bergegas pulang. Tak lupa doi juga ikut nebeng mobil kita soalnya besoknya doi masuk kerja. Jadi, kita sama saja menjemput doi untuk merantau lagi.
Ternyata usahaku membuahkan hasil juga. Tepat tanggal 24 Oktober 2019 kamipun menikah & orang tuaku juga saya ajak kesana. Ternyata adat disana & mitos di internet yg saya baca hanyalah sebuah omong kosong belaka. Buktinya orang tua kamipun masih sehat walafiat & kami pun sekarang sudah dikaruniai seorang anak cantik.
Dan malam ini saya masih berharap semoga sayang kita semakin langgeng & tidak akan hilang lagi. Amin...
Mungkin kisah sayangku akan saya lanjut disini
Original Thread by Joko Ariyanto
Salatiga, 11 Februari 2021
Hari ini 21:23Salatiga, 11 Februari 2021