Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Mungkin atas dasar nasionalisme kita cuma mencari informasi tentang kemegahan, kegemilangan moyang kita di masa lalu. Kita jarang mau tahu bahwa nenek moyang kita di masa lalu banyak mengerjakan kesalahan yg dimana kalau kita ketahui dapat di jadikan pemicu di masa sekarang untuk lebih baik lagi.
Mengkaji masa lalu dengan perspektif yg beragam & tanpa tendensi mengarahkan kita pada pemahaman yg lebih baik.
Beberapa tahun lalu ketika saya masih terlalu berani terlalu berapi - api kajian seperti ini sering saya bahas bersama para guru sejarah, mahasiswa, hingga tokoh budaya & spiritualis kejawen & sebagai nya.
Sekarang saya tidak terlalu berani berbicara di depan orang secara langsung karena pernah ada beberapa orang yg merasa jijik & terhina ketika mendengar kajian ini, karena yg mereka pelajari di buku - buku sejarah & cerita para pendahulu tidak sama dengan apa yg akan saya tulis ini.
Saya mulai dengan letak majapahit.
Masyarakat indonesia di masa lampau adalah masyarakat yg paling miskin catatan / susah untuk menulis. Di zaman hindu hudha tulisan itu di anggap sesuatu yg sangat suci sehingga cuma kalangan & orang tertentu yg dapat menulis & membaca. Meskipun ada budayawan yg mengatakan,
"Nenek moyang kita itu tidak bodoh, tulisan di batu, lontar & sebagai nya saja banyak sekali apalagi menulis di kertas, pasti ada sesuatu di balik ini semua dapat saja peninggalan nenek moyang kita di sembunyikan & di hilangkan oleh bangsa lain"
Saya tidak menepis pernyataan itu, boleh juga jadi kajian konspirasi.
Saking minim nya catatan hingga sekarang letak majapahit persis kita belum tahu. Memang ada situa yg namanya trowulan berdasarkan catatan orang sebrang / orang luar yg menyatakan itu memang majapahit.
Benarkah ? Ya mungkin saja.
Tapi kita bandingkan dengan catatan Ma Huan, dia ini adalah anak buah Ceng Hon penulis atau sekretaris dia datang ke indonesia tahun 1400 an & ketika mau ke majapahit dia jadikan pelabuhan tuban sebagai patokan. Dalam catatan nya dia mengatakan
"Setelah di Tuban ber layar lah setengah hari ke arah timur dari situ akan berjumpa kampung yg namanya gresik ada sekitar 1000 kepala keluarga dari ghuang dong yg menetap di sana"
Kita tahu bahwa gresik itu mayoritas penduduk nya china bahkan gresik sendiri di dirikan oleh maayarakat china dari ghuan dong.
Yang masih rasis kita seharus nya bercermin karena mayoritas orang indonesia itu adalah pendatang. Kemudian masih dalam catatan mahuan,
"Setelah dari gresik berlayar lagi sekitar 12 kilometer akan hingga di surabaya, diantara kedua kota ini ada sungai masuk lah kesana sekitar 24 meter hingga menemukan pasar (patokan), setelah di pasar silahkan tanya akan di arahkan untuk berjalan sekitar setengah hari perjalanan di sanalah ada keraton majapahit".
Bagaimana kondisi istanya?
"Istana terlindung dengan sebuah benteng yg sangat tinggi sekitar 9 meter dengan lebar 90 meter. Kemudian ada dua gerbang yg rapi & bersih sangat tertata & di dalam benteng itu ada bangunan - bangunan yg di tinggikan. Lantai nya terbuat dari kayu atap nya juga dari kayu & bangunan seperti ini adalah bangunan raja. Raja sendiri bertelanjang dada tidak pakai mahkota (mungkin sedang santai) tetapi memiliki beberapa hiasan kepala dari emas".
Bagaimana bentuk rumah bangsawan?
"Rumah pejabat atau bangsawan Rata - rata besar, & ciri paling utama nya adalah ada payung di luar dengan berbagai warna ( terkait selera bukan jabatan). Juga di belakang rumah ada bangunan setengah terbuka (pendopo) kalau ada rumah di lengkapi dengan pendopo maka itu adalah rumah pejabat"
Bagaimana dengan rumah rakyat jelata?
"Rumah nya sangat jelek, kecil & tidak ada tempat untuk tidur ( kasur ), ada tirai & biasa di temukan sebuah batu akbar untuk menyimpan barang - barang berharga"
Kondisi rumah rakyat jelata di gambarkan sangat berbeda sekali dengan para bangsawan jadi kebiasaan ngaso / ngopi di lantai sudah ada sejak zaman dulu.
Apa yg dimakan orang majapahit dimasa lampau?
Dalam catatan nya si orang china ini mengatakan bahwa orang indonesia itu kotor, maksud nya mereka itu memakan kecoa, serangga, ular, ulat, semut, kucing, anjing, penyu & sebagainya yg menurut orang china ini kotor. Yang lebih parah lagi katanya kalau ada bahan makanan diatas mereka tidak memasak nya yg mereka lakukan hanyalah memanaskan walaupun kondisi saat itu masyarakat nya sudah mengenal rempah - rempah.
Makanan pokok nya nasi jadi bahan makanan di atas kadang di jadikan cemilan atau di jadikan lauk. Dan masih mengatakan Ma Huan mereka orang majapahit kalau mau makan tidak cuci tangan tetapi cuci mulut, karena mereka sepanjang hari mengunyah sirih, makanya dia cuci mulut tetapi tidak cuci tangan & tidak pakai sumpit atau sendok.
Bagaimana dengan makanan raja?
Berbeda dengan rakyat jelata biasanya makanan di masak & bahan nya pun spesifik seperti rusa, kambing muda, anjing, & lain sebagainya.
Bagaimana pakaian orang majapahit?
"Laki - laki & perempuan mempunyai rambut panjang biasanya perempuan di sanggul tetapi mereka tidak merapikan rambut nya (menyisir) berantakan sekali, tidak juga memiliki penutup bagian atas (baju) laki - laki & perempuan telanjang dada mereka cuma memakai bagian bawah saja (celana/sarung) yaitu kain bermotif kembang (mungkin batik) & mereka tidak memakai alas kaki".
Jadi penampilan pun di gambarkan kotor seperti ini
"Satu - satu nya kemewahan yg di miliki mereka adalah keris"
Walaupun segalah hal menurut Ma Huan di gambarkan kotor, lain hal nya dengan keris karena gagang nya saja dapat terbuat dari emas atau cula badak & seterusnya ukirannya sangat teliti & keris di jadikan sebagai bagian dari kehormatan.
"Orang majapahit sangat menjunjung tinggi kepalanya"
Jadi menurut Ma Huan kalau mau ribut dengan orang majapahit, pegang saja kepalanya mereka pun akan langsung bertengkar di waktu itu juga hingga tusuk - tusukan.
Bagaimana kondisi stratifikasi, demografi masyarakat di masa lampau?
Mengenai Orang - orang indonesia yg sangat beragam ini dikuat kan juga dengan catatan Ma Huan di era majapahit.
"Ada tiga tipe manusia (suku) yaitu orang china pakaian rapih & makanannya bersih, kemudian ada pengikut muhammad yg berasal dari tanah bar bar bagian barat (mungkin arab atau gujarat) pakaian & makanan nya juga bersih. Orang bar bar ini bahagia sekali mengajari agama pada orang majapahit & pada orang china, & tentunya ada kelompok masyarakat pribumi majapahit yg di gambarkan kotor dari penampilan hingga makanan nya".
Sering sekali kajian ini di salah pahami bahkan hingga saya malas juga akhirnya untuk berbicara di depan orang.
Ini kajian sosial sub alten studies bukan masalah siapa penguasa & prestasi nya apa tetapi ini menceritakan bagaimana kehidupan per perseorangan dimasa lampau.
Jika menurut anda kajian ini tendensius karena yg mencatat adalah orang china referensi ini ada juga di prasasti di antaranya
1. Gandapuri
2. Panumbangan
3. Hantang
4. Ceker
Meskipun di sebutkan sedikit si ceritakan masalah sosial pada masa itu & makanan nya juga sama dengan apa yg di ceritakan Ma Huan. Ada juga pernyataan dari empu prapanca yg kurang lebih sama dengan catatan Ma Huan.
Ini bukan untuk menjelekan karena sejarah memanglah harus di akui walaupun kalau memang kenyataan seperti itu semua cuma masa lalu & kita dapat perbaiki di masa sekarang.
Jika anda tetap menganggap ini sebagai hinaan karena majaphit bla.... Bla.... Bla.... Blaaa..... Seperti itu
Ya buktikan sekarang dengan perbuatan keturunan majapahit harus maju harus kuat & menegaskan bahwa kita dari dulu sudah hebat & maju.
Hari ini 13:20