Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Dini Sukmawati (35) warga Buahbatu menanggapi cara Medical Representative (Medrep) melobi dokter memang kurang siimpatik. "Saya sering terganggu oleh Medrep kalau berobat ke dokter harus nunggu lama karena sedang terima tamu Medrep," ujar Dini saat ditemui di kawasan Kepatihan, Senin (23/11).
Menurut Dini, seharusnya Mendrep meloi dokter di luar jam praktik agar tidak mengganggu pasien. Dini khawatir jika dokter yang menerima imbalan dari medrep akan memberi obat sembarangan.
"Saya pernah lihat, me bawa handphone keluaran terbaru masuk ruang dokter tawarin produknya," ujar Dini.
Dini mengatakan, saat masuk ruangan dokter melihat tas berisi handphone yang dibawa medrip ada di atas meja dokter. "Saya yakin handphone itu sebagai pelicin agar Dokter menggunakan produknya untuk pasien," ujar Dini.
Dini berharap jangan sampai mengorbankan pasien hanya karena beban moral telah diberi fasilitas mendrip.