Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Perempuan dalam KBBI adalah orang (manusia) yg mempunyai vagina (kelamin), dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, & menyusui. Terkadang perempuan jadi visioner dalam hal rumah tangga & pekerjaan. Banyak perempuan di zaman sekarang menekankan kesetaraan gender atau merasa perempuan itu sama dengan laki-laki? Yuk kita kupas sedikit pada therad saya kali ini.
Gender merupakan pembicaraan yg hangat & aktual dalam masyarakat baik dari kalangan agamawan, politisi, akademisi bahkan ibu rumah tangga. Tentunya dari pembicaraan tersebut akan melahirkan perdebatan yg dipicu oleh pola pikir & metodologi yg dipakai. (Barbara: 5).
Terlepas dari perdebatan pola pikir & metodologi tersebut, penting untuk diketahui adalah pengertian atau makna gender itu sendiri. Kata "gender" hingga sekarang masih dalam pengertian rancu di kalangan pengkajinya. Kata "gender" berasal dari bahasa Inggris yg berarti "jenis kelamin". (John: 256).
Dalam Webster's New World Dictionary, disebutkan; Gender the apparent disparity between man and women in values and behavior, maksudnya bahwa gender diartikan sebagai "perbedaan dari segi nilai & tingkah laku". (Victoria: 561).
Dari defenisi ini, dapat diketahui bahwa gender adalah suatu istilah untuk membedakan kaum laki-laki & perempuan dalam aspek tertentu, misalnya sifat dasar & tingkah laku, juga termasuk disparitas dari segi "sex", tipe kelamin secara biologis. (Da'sad: 240).
Menurut Nasaruddin Umar arti ini kurang tepat, karena dengan begitu gender disamakan pengertiannya dengan sex yang berarti tipe kelamin. Persoalannya karena mengatakan gender termasuk kosa mengatakan baru sehingga pengertiannya belum ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia secara spesifik. (Nasaruddin: 33).
Siti Musda Mulia menegaskan bahwa, "gender adalah seperangkat sikap, peran, tanggung jawab, fungsi, hak & perilaku yg melekat pada diri laki-laki & perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat manusia itu tumbuh & dibesarkan."(Musdah: 8).
Kemudian Siti Musda Mulia menyimpulkan bahwa, "gender adalah suatu konsep yg mengacu pada peran-peran & tanggung jawab laki-laki & perempuan sebagai hasil konstruksi sosial yg dapat diubah sesuai dengan perubahaan zaman."(Musdah: 9). Sedangkan Nasaruddin Umar menyimpulkan bahwa, "gender adalah suatu konsep yg dipakai untuk mengidentifikasi disparitas laki-laki & perempuan dilihat dari segi sosial budaya."(Nasaruddin: 35).
Penting untuk memahami terlebih dahulu disparitas antara tipe kelamin (sex) & gender. Yang dimaksud tipe kelamin, adalah disparitas biologis hormonal & patologis antara perempuan & laki-laki, misalnya laki-laki memilki penis, testis, & sperma (untuk berkembang biak), sedangkan perempuan mempunyai vagina, payudara, ovum, & rahim (untuk berkembang biak). (Herawati & Rukmini: 6)
Jadi laki-laki & perempuan secara biologis berbeda, & masing-masing mempunyai keterbatasan & kelebihan biologis tertentu. Misalnya, perempuan dapat mengandung, melahirkan & menyusui bayinya, sementara laki-laki memproduksi sperma. Perbedaan biologis tersebut bersifat kodrati, atau pemberian Tuhan & tidak seorang pun dapat mengubahnya (kecuali operasi ganti kelamin). (Da'sad: 241).
Dari beberapa penjelasan yg sudah dijabarkan, dapat diketahui bahwa kedua tipe makhluk tersebut (laki-laki & perempuan) adalah dua makhluk yg berbeda & tidak mungkin disamakan dari segi kekuatan, kecerdasan, bahkan sosial budaya karena memang keduanya memiliki perbedaan. Lalu bagaimana Islam memandang hal ini?
Gambaran perempuan praIslam begitu menyedihkan, di antara sekian banyak perilaku praIslam kepada perempuan adalah mengubur hidup-hidup anak perempuan seperti yg dilakukan oleh Umar bin Khatthab kepada putrinya pra keislamannya. (An-Nahl/16: 58-59).
Bahkan disebutkan bahwa Umara bin Khatthab ra. pernah mengatakan;
"Demi Allah, dulu ketika masa jahiliah. Kami tidak pernah menganggap wanita sebagaimana mestinya hingga Allah menurunkan ayat yg berbicara tentang mereka & bersumpah untuk mereka."
Akan tetapi Islam sebagai agama yg membawa misi kerahmatan datang dengan mengumumkan kemuliaan perempuan, mengukuhkan eksistensi mereka sebagai makhluk seutuhnya yg memiliki hak & kewajiban yg sepadan dengan laki-laki, karena keduanya adalah dua cabang dari satu pohon, dua saudara yg ayahnya Adam & ibunya adalah Hawa. (Yusuf: 225).
Banyak dalil yg menunjukkan bahwa perempuan dalam Islam adalah makhluk yg memilki kedudukan yg tinggi, di mana sebelumnya mereka tidak memilki nilai & penghargaan. Di antara hadis yg diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ibnu Umar;
"Barangsiapa yg memilki seorang anak perempuan, lalu ia tidak menyakiti (menguburnya hidup-hidup) & menghinanya serta tidak membedakannya dengan anak laki-lakinya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga."
Hadis ini menegaskan bahwa betapa akbar perhatian Islam kepada perempuan karena mereka pantas untuk diperhatikan sebagai makhluk yg dimuliakan oleh-Nya dengan adanya kesamaan kedudukan dengan lawan jenisnya, bahkan secara spesifik dalam Alquran terdapat satu surat yg diberi nama wanita/perempaun. Demikian pula ayat-ayat Alquran, banyak yg menjelaskan kesetaraan tersebut. Mislanya firman Allah SWT., dalam surat An-Nisa'/4: 1;
"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yg sudah menciptakan anda dari diri yg satu..."
Islam sangat memandang harkat & martabat perempuan, maka kesetaraan gender adalah kalimat yg sah dipakai, tetapi pastilah ada perbandingan antara laki-laki & perempuan di dunia ini dalam berbagai sisi.
Hari ini 08:09
Gender merupakan pembicaraan yg hangat & aktual dalam masyarakat baik dari kalangan agamawan, politisi, akademisi bahkan ibu rumah tangga. Tentunya dari pembicaraan tersebut akan melahirkan perdebatan yg dipicu oleh pola pikir & metodologi yg dipakai. (Barbara: 5).
Terlepas dari perdebatan pola pikir & metodologi tersebut, penting untuk diketahui adalah pengertian atau makna gender itu sendiri. Kata "gender" hingga sekarang masih dalam pengertian rancu di kalangan pengkajinya. Kata "gender" berasal dari bahasa Inggris yg berarti "jenis kelamin". (John: 256).
Dalam Webster's New World Dictionary, disebutkan; Gender the apparent disparity between man and women in values and behavior, maksudnya bahwa gender diartikan sebagai "perbedaan dari segi nilai & tingkah laku". (Victoria: 561).
Dari defenisi ini, dapat diketahui bahwa gender adalah suatu istilah untuk membedakan kaum laki-laki & perempuan dalam aspek tertentu, misalnya sifat dasar & tingkah laku, juga termasuk disparitas dari segi "sex", tipe kelamin secara biologis. (Da'sad: 240).
Menurut Nasaruddin Umar arti ini kurang tepat, karena dengan begitu gender disamakan pengertiannya dengan sex yang berarti tipe kelamin. Persoalannya karena mengatakan gender termasuk kosa mengatakan baru sehingga pengertiannya belum ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia secara spesifik. (Nasaruddin: 33).
Siti Musda Mulia menegaskan bahwa, "gender adalah seperangkat sikap, peran, tanggung jawab, fungsi, hak & perilaku yg melekat pada diri laki-laki & perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat manusia itu tumbuh & dibesarkan."(Musdah: 8).
Kemudian Siti Musda Mulia menyimpulkan bahwa, "gender adalah suatu konsep yg mengacu pada peran-peran & tanggung jawab laki-laki & perempuan sebagai hasil konstruksi sosial yg dapat diubah sesuai dengan perubahaan zaman."(Musdah: 9). Sedangkan Nasaruddin Umar menyimpulkan bahwa, "gender adalah suatu konsep yg dipakai untuk mengidentifikasi disparitas laki-laki & perempuan dilihat dari segi sosial budaya."(Nasaruddin: 35).
Penting untuk memahami terlebih dahulu disparitas antara tipe kelamin (sex) & gender. Yang dimaksud tipe kelamin, adalah disparitas biologis hormonal & patologis antara perempuan & laki-laki, misalnya laki-laki memilki penis, testis, & sperma (untuk berkembang biak), sedangkan perempuan mempunyai vagina, payudara, ovum, & rahim (untuk berkembang biak). (Herawati & Rukmini: 6)
Jadi laki-laki & perempuan secara biologis berbeda, & masing-masing mempunyai keterbatasan & kelebihan biologis tertentu. Misalnya, perempuan dapat mengandung, melahirkan & menyusui bayinya, sementara laki-laki memproduksi sperma. Perbedaan biologis tersebut bersifat kodrati, atau pemberian Tuhan & tidak seorang pun dapat mengubahnya (kecuali operasi ganti kelamin). (Da'sad: 241).
Dari beberapa penjelasan yg sudah dijabarkan, dapat diketahui bahwa kedua tipe makhluk tersebut (laki-laki & perempuan) adalah dua makhluk yg berbeda & tidak mungkin disamakan dari segi kekuatan, kecerdasan, bahkan sosial budaya karena memang keduanya memiliki perbedaan. Lalu bagaimana Islam memandang hal ini?
Gambaran perempuan praIslam begitu menyedihkan, di antara sekian banyak perilaku praIslam kepada perempuan adalah mengubur hidup-hidup anak perempuan seperti yg dilakukan oleh Umar bin Khatthab kepada putrinya pra keislamannya. (An-Nahl/16: 58-59).
Bahkan disebutkan bahwa Umara bin Khatthab ra. pernah mengatakan;
"Demi Allah, dulu ketika masa jahiliah. Kami tidak pernah menganggap wanita sebagaimana mestinya hingga Allah menurunkan ayat yg berbicara tentang mereka & bersumpah untuk mereka."
Akan tetapi Islam sebagai agama yg membawa misi kerahmatan datang dengan mengumumkan kemuliaan perempuan, mengukuhkan eksistensi mereka sebagai makhluk seutuhnya yg memiliki hak & kewajiban yg sepadan dengan laki-laki, karena keduanya adalah dua cabang dari satu pohon, dua saudara yg ayahnya Adam & ibunya adalah Hawa. (Yusuf: 225).
Banyak dalil yg menunjukkan bahwa perempuan dalam Islam adalah makhluk yg memilki kedudukan yg tinggi, di mana sebelumnya mereka tidak memilki nilai & penghargaan. Di antara hadis yg diriwayatkan oleh Abu Daud dari Ibnu Umar;
"Barangsiapa yg memilki seorang anak perempuan, lalu ia tidak menyakiti (menguburnya hidup-hidup) & menghinanya serta tidak membedakannya dengan anak laki-lakinya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga."
Hadis ini menegaskan bahwa betapa akbar perhatian Islam kepada perempuan karena mereka pantas untuk diperhatikan sebagai makhluk yg dimuliakan oleh-Nya dengan adanya kesamaan kedudukan dengan lawan jenisnya, bahkan secara spesifik dalam Alquran terdapat satu surat yg diberi nama wanita/perempaun. Demikian pula ayat-ayat Alquran, banyak yg menjelaskan kesetaraan tersebut. Mislanya firman Allah SWT., dalam surat An-Nisa'/4: 1;
"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yg sudah menciptakan anda dari diri yg satu..."
Islam sangat memandang harkat & martabat perempuan, maka kesetaraan gender adalah kalimat yg sah dipakai, tetapi pastilah ada perbandingan antara laki-laki & perempuan di dunia ini dalam berbagai sisi.
Hari ini 08:09