• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Keceriaan Itu Mendadak Berubah Jadi Jerit Histeris

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
EO4tW.jpg
Keceriaan warga Desa Wewangriu, Kelurahan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang sedang melaksanakan lomba Bala-bala Komandan, berubah menjadi jerit histeris, setelah jembatan gantung yang dipadati penonton ambruk.

Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Patande dengan Desa Baruga terputus. Peristiwa itu merenggut nyawa Muh Naban Alfarizi (5). Naban yang masih sekolah di salah satu TK di Malili, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Malili.
"Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WITA," kata Saharuddin (28) warga yang melihat langsung jatuhnya jembatan gantung, Rabu (5/12/2012).

Menurut Saharuddin, jembatan gantung terbuat dari kawat besi, dan baru satu bulan digunakan warga. Panjang jembatan sekitar 200 meter, menghubungkan Desa Wewangriu dan Desa Baruga.

"Saat jembatan jatuh, ada sekitar 50 warga yang berdiri di atas jembatan, menyaksikan final balap perahu. Korban yang masih dicari kebanyakan anak-anak," ucap Saharuddin.

Selain Naban, ratusan warga yang berada di atas jembatan gantung ikut terjatuh ke dalam sungai. Hingga kini diperkirakan puluhan orang masih hilang, dan dalam proses pencarian Tim SAR serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, dibantu anggota Polres Luwu Timur dan masyarakat setempat.

"Sejak awal lomba, kami (panitia pelaksana) melarang warga menonton di atas jembatan, karena dikhawatirkan akan runtuh," tutur salah seorang panitia Bala-Bala yang enggan namanya ditulis, seperti dilansir Luwuraya.com.
Rupanya, larangan panitia tidak digubris, walaupun telah dibuatkan pintu penghalang berupa tali, agar penonton tidak berada di jembatan.

Sekitar pukul 15.30 WITA, jembatan yang terus dipadati penonton, khususnya di sisi kanan Kota Malili, mulai bergoyang. Akhirnya, tali sling gantung yang melekat pada tiang penyanggah jembatan terlepas.

"Sewaktu ambruk, dentuman bunyi material jembatan mengeluarkan suara yang sangat keras, dan beberapa saat kemudian ratusan penonton di badan jembatan jatuh ke sungai," ungkap Arfah, saksi mata.

Sebagian penonton mencoba berpegangan pada tali sling di sisi kiri dan kanan jembatan, yang tidak sempat terlepas. Begitu jembatan ambruk, ratusan warga dan Tim SAR langsung terjun ke sungai untuk menyelamatkan sejumlah warga.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.