Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Assalammualaikum..
mau minta pendapat sm ente sekalian. sebelum Islam melalui Rosul Muhammad SAW turun, suku Quraisy juga punya banyak kebudayaan dan adat yang akhirnya di tidak boleh lagi dilakukan karena tidak sesuai dengan aqidah islam.Kebudayaan dan adat istiadat indonesia seperti reog,kuda lumping, dan lain-lain yang pake jin, apakah perlu tetap dipertahanin sbagai warisan dan kekayaan budaya atau gak? Assalammualaikum..
pertama saya tanggapi dulu disini ya,menurut saya pribadi sih dari setiap kebudayaan itu ambil sisi positif dan buang sisi negatif.seandainya bisa dibuang smua sisi negatifnya,maka buanglah dan biarkan kebudayaan itu tetap ada.tapi ketika kebudayaan itu emg kebanyakan negatif dan ga bisa dihilangkan sisi kenegatifannya itu,akan lebih baik klo dihilangkan sama skali.dan bisa dilihat budaya itu lebih banyak positif atau negatifnya.klo positif pertahankan,,negatif perbaiki dulu,klo ga bisa ya dihilangkan.
trima kasih.
ups..salah tempat ya.maaf ya..hahaha.habis reflek nulis abis kena macet demo di kedubes malaysia soal reog Ponorogo.thanks.btw menurut sodara gie, apa kita melalui pemerintah udah ada usaha memilih2 hal positif dan negatif dari kekayaan kebudayaan kita sendiri?
assalamuallaikum
ane setuju bgt dgn pendapat bro gie
ane cuma mau nambahin soal reog ponorogo
kebetulan ane juga anak ponorogo
dari awal or dulunya mmg reog selain sebagai seni
juga ada banyak unsur buat ritual2 nya
yang otomatis, banyak hal yang berbau gaib
dan pemainya selalu memulai dgn minum arak or miras
tapi sekarang,
kesadaran pemerintah setempat dan juga masyarakat
sedikit demi sedikit
usaha reog agar menjadi seni daerah yang bersih mulai
menampakkan hasil.
sekarang sudah banyak kok, pagelaran dan kelompok2 reog
yang gak make sarana ritual gaib, pun juga pemainya gak pake miras
dan semoga semua kebudayaan dan seni indonesia yang sangat banyak
juga sangat menawan, bisa bersih dari hal2 yang mengandung keburukan