Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Selemat petang & selamat malam, ini adalah tulisan ke dua Pak.Subur, lelaki paruh bayayang sedang tak ada pekerjaan sehingga menulis di papan tulis ini adalah salah satu cara Pak.Subur dalam buah pikiryang ketimbang cuman nongkrong di otak & pikiran. Semoga adek-adek semua dalam keadaan sehat walafiat, tanpa kurang apapun. Namun bagi adek-ade yg masih kurang kasih sayang harap bersabar, & semoga dalam waktu dekat adek cepat peroleh rasa kasih sayang. Mungkin dari Ibu muyang udah lama pergi tak kembali, atau mungkin dari Bapak muyang pergi seperti Bang Toyib, atau pula kasih sayang dari wanitayang selama ini anda idam-idamkan.
gambar milikkreasindo.id di Pinterest
Pagi tadilangit tampakkan cerahnya, serasa memanggil Pak.Subur untuk keluar rumah. Udara pedesaan nan sejuk pun terasa benar di paru-paru ini, & tusukan kerikil tajam begitu terasa di telapak kaki yang tak beralas. Berjalan menyusuri jalanan desa dengan sesekali menjawab sapaan warga lain, terlihat teman sebayayang rupanya sudah absen duluandi panggok (gazebo). Rabu pagi pekan ini memang tampak berbeda karena hari biasanya sering diguyur hujan dalam beberapa pekan terakhir. Suasanayang asri ini tak mungkin untuk dilewatkan, namun berbeda dengan penampakan di gazebo, tampak Pak Waljiyang sedang sibuk disibukkan mengurut dahinya.
Sebagai tetangga & sekaligus teman sebaya, tentu Pak.Subur kepo dengan dengan apa geranganyang menciptakan Pak Walji ini tampak memaksakan Intel Celeron nya untuk terus bekerja.. (maklum, kami-kami ini kaum lama.. & tak secanggih prosessor di otak adek-adek sekalian hehehehe....
). Kami ini memang lumayan terbuka, jadi untuk membongkar masalah masing-masing pun serasa tak ada pemisah. Sudah tentu selain tetap menjaga rahasia, kami pun kerap melempar saranyang mungkin masih berguna bagi satu sama lain. Percakapan Pak.Subur & Pak Walji pun berlangsung, & hingga pada akhirnya dapat Pak.Subur simpulkan kalau tetangga satu ini memang sedang ragu & bimbang. Intinya seperti itu, mohon maaf Pak.Subur tak dapat ceritakan permasalahan secara mendetail
.
Atas cerita di pagi nan cerah tadi inilah kali ini Pak.Subur akan sedikit berdongeng tentang salah satu sifat dasar manusia, adalah "takut". Sebagai manusia biasa memang kita sudah lengkap dibekali oleh Sang Pencipta dengan berbagai sifat, mulai dari pitar & bodoh, rajin & malas, berani & takut, & masih banyak lagi sifat lain dalam diri manusia.
Kondisiyang sedang dialami Pak Walji ini memang serba sulit, namun sesulit apapun tetap harus ada jalan keluaryang harus ditempuh, & pastinya adek-adek semua juga mengerti akan konsekuensi dari apayang akan kita lakukan. Sayangnya, menurut Pak.Subur tak semua orang berani dalam mengambil keputusan. Dari orangyang pernah Pak.Subur temui sepanjang hidup ini, adalah merekayang beberapa sudah kalah duluan oleh rasa takut.
Mereka (yang kurang berani) terlalu hobi mengpakai mengatakan "Kalau", hingga-hingga semua kondisi seakan seperti struktur branching dalam bahasa pemrograman komputer
. Mereka tak salah, memang dalam hidup harus ada pemikiran matang, & terkadang kita juga harus berfikir dengan halyang tak terfikirkan ... (Ceee ilehhh.. Pak.Subur gaya bener nih omongannya ..
).
Quote:
Kalau nggak lancar, nanti gimana ?
Kalau gagal nanti gimana ?
Kalau nggak dapat, terus nanti...
dan masih ada ribuan kalau .. kalau.. kalau lainnya
Terlalu gemar mengumpat dibalik mengatakan "Kalau", sehingga secara tak langsung rasa pesimis justru nongkrong & sekaligus mendominasi di otak & perasaan kita. Menurut Pak.Subur, kalau sudah begini maka pelan-pelan keberanian itu pun akan musnah, pupus, .. kalah gara-gara mengatakan kalau.... . Jadi, tak heran pula dengan Pak Waljiyang pasrah dengan keadaan, & kurang berani apakah akan mengambil jalan A, B, atau C.
Kondisi ini dapat saja terjadi sama adek-adek sekalian, rasa bimbang bercampur jadi satu jadi ragu, sehingga adek-adek jadi kurangyakin. Berpikir taktis boleh, namun jangan jalan di tempat, mari berani untuk mengambil opsi & jangan hingga rasa itu pupus oleh rasa kalau...
Adek-adek disini adayang seperti sosok Pak.Walji?. Pak.Subur berharap adek-adek semua jadi pribadiyang berani mengambil keputusan & tak pasrah dengan keadaan...
Sekian cerita pengantar tidur dari Pak.Subur..
Hari ini 19:19
gambar milikkreasindo.id di Pinterest
Pagi tadilangit tampakkan cerahnya, serasa memanggil Pak.Subur untuk keluar rumah. Udara pedesaan nan sejuk pun terasa benar di paru-paru ini, & tusukan kerikil tajam begitu terasa di telapak kaki yang tak beralas. Berjalan menyusuri jalanan desa dengan sesekali menjawab sapaan warga lain, terlihat teman sebayayang rupanya sudah absen duluandi panggok (gazebo). Rabu pagi pekan ini memang tampak berbeda karena hari biasanya sering diguyur hujan dalam beberapa pekan terakhir. Suasanayang asri ini tak mungkin untuk dilewatkan, namun berbeda dengan penampakan di gazebo, tampak Pak Waljiyang sedang sibuk disibukkan mengurut dahinya.
Sebagai tetangga & sekaligus teman sebaya, tentu Pak.Subur kepo dengan dengan apa geranganyang menciptakan Pak Walji ini tampak memaksakan Intel Celeron nya untuk terus bekerja.. (maklum, kami-kami ini kaum lama.. & tak secanggih prosessor di otak adek-adek sekalian hehehehe....
Atas cerita di pagi nan cerah tadi inilah kali ini Pak.Subur akan sedikit berdongeng tentang salah satu sifat dasar manusia, adalah "takut". Sebagai manusia biasa memang kita sudah lengkap dibekali oleh Sang Pencipta dengan berbagai sifat, mulai dari pitar & bodoh, rajin & malas, berani & takut, & masih banyak lagi sifat lain dalam diri manusia.
Kondisiyang sedang dialami Pak Walji ini memang serba sulit, namun sesulit apapun tetap harus ada jalan keluaryang harus ditempuh, & pastinya adek-adek semua juga mengerti akan konsekuensi dari apayang akan kita lakukan. Sayangnya, menurut Pak.Subur tak semua orang berani dalam mengambil keputusan. Dari orangyang pernah Pak.Subur temui sepanjang hidup ini, adalah merekayang beberapa sudah kalah duluan oleh rasa takut.
Mereka (yang kurang berani) terlalu hobi mengpakai mengatakan "Kalau", hingga-hingga semua kondisi seakan seperti struktur branching dalam bahasa pemrograman komputer
Quote:
Kalau nggak lancar, nanti gimana ?
Kalau gagal nanti gimana ?
Kalau nggak dapat, terus nanti...
dan masih ada ribuan kalau .. kalau.. kalau lainnya
Terlalu gemar mengumpat dibalik mengatakan "Kalau", sehingga secara tak langsung rasa pesimis justru nongkrong & sekaligus mendominasi di otak & perasaan kita. Menurut Pak.Subur, kalau sudah begini maka pelan-pelan keberanian itu pun akan musnah, pupus, .. kalah gara-gara mengatakan kalau.... . Jadi, tak heran pula dengan Pak Waljiyang pasrah dengan keadaan, & kurang berani apakah akan mengambil jalan A, B, atau C.
Kondisi ini dapat saja terjadi sama adek-adek sekalian, rasa bimbang bercampur jadi satu jadi ragu, sehingga adek-adek jadi kurangyakin. Berpikir taktis boleh, namun jangan jalan di tempat, mari berani untuk mengambil opsi & jangan hingga rasa itu pupus oleh rasa kalau...
Adek-adek disini adayang seperti sosok Pak.Walji?. Pak.Subur berharap adek-adek semua jadi pribadiyang berani mengambil keputusan & tak pasrah dengan keadaan...
Sekian cerita pengantar tidur dari Pak.Subur..
Hari ini 19:19