Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gbr diambil dr BBC.com
Sebelumnya TS buka dengan permohonan, supaya trit dibaca baik-baik sebelum berkomentar. Lalu kalau dapat silahkan berdiskusi & berdebat secara baik-baik juga.
Kalau pharap-nya nge-troll ya silahkan juga sih. Cuman jangan kecewa kalau ane ga terpancing ya...
Menurut TS pertanyaan yg jadi judul itu cukup menarik buat dibahas. Karena ada orang-orang yg percaya keberadan Tuhan & berpendapat bahwa keberadaan Alien itu tidak masuk akal, tidak logis. Nggak logis babar blas, dasar halu! Kira-kira begitu.
Di saat yg sama ada mereka yg berpendapat bahwa keberadaan Alien itu masuk akal, sementara keberadaan Tuhan itu justru yg tidak logis.
Lalu kelompok mana yg lebih logis? Kelompok mana yg lebih masuk akal?
Kalau menurut opini TS secara pribadi, kelompok kedua-lah yg lebih logis & lebih masuk akal.
Gbr diambil dr www.smithsonianmag.com
TS akan berusaha menjelaskan mengapa TS berpendapat demikian.
Salah satu bukti yg dulunya sering diajukan untuk membuktikan adanya Tuhan adalah alam semesta & isinya. Sebuah bukti konkret yg dialami sehari-hari & cuma dapat dijelaskan dengan keberadaan Tuhan.
Siapa yg menciptakan kehidupan? Siapa yg menciptakan matahari, bulan & bintang? Siapa yg menggerakkan hati nurani dalam diri manusia? Dsb.
Namun itu dulu, dengan perkembangan ilmu pengetahuan, maka ada banyak yg berubah dalam pengertian manusia tentang alam sekitarnya.
Secara keilmuan, Teori Evolusi, meskipun tidak menjelaskan masalah bagaimana terciptanya kehidupan dari bahan-bahan anorganik, tetapi sebagai salah satu teori yg menjelaskan bagaimana spesies dapat berkembang dari organisme sederhana jadi organisme kompleks, "meniadakan" perlunya Tuhan dalam menjelaskan proses penciptaan.
Hampir semua fenomena di alam yg sebelumnya dipakai untuk jadi argumen, bahwa artinya keberadaan Tuhan itu perlu ada supaya fenomena itu dapat dijelaskan, sudah berhasil dijelaskan secara ilmiah.
- Teori Big Bang untuk masalah penciptaan alam semesta, tata surya & benda-benda langit lainnya.
- Teori Evolusi untuk menjelaskan tentang keberagaman makhluk hidup.
- Teori Psikologi untuk menjelaskan tentang munculnya hati nurani.
Dst
Sehingga TS merasa, tidak ada argumen ilmiah yg dapat jadi dasar yg kuat, untuk mengatakan bahwa Tuhan itu ada. Meskipun (catat baik-baik ya) menurut opini TS, juga tidak ada argumen ilmiah yg dapat jadi dasar yg kuat untuk mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada.
Bagaimana dengan keberadaan Alien? Atau makhluk dari luar bumi?
Jika ilmu pengetahuan dapat menjelaskan bagaimana kehidupan dapat secara tidak sengaja terbentuk di bumi & kemudian melalui proses yg panjang berkembang jadi organisme yg semakin lama semakin kompleks, tanpa perlu ada campur tangan dari luar.
Maka dengan luasnya alam semesta ini, secara logis sangat dimungkinkan ada beberapa planet di tata surya lain, yg juga mengalami proses "terbentuk"nya kehidupan.
Jadi di satu sisi, tidak ada bukti atau teori ilmiah yg dapat mendukung keberadaan Tuhan. Di sisi lain meskipun belum ada bukti ilmiah tentang keberadaan Alien, tetapi ada teori-teori ilmiah yg mendukung keberadaan Alien.
Sehingga menurut kesimpulan TS, secara logika, kelompok yg percaya keberadan Alien lebih logis dibandingkan kelompok yg percaya keberadaan Tuhan.
Apakah itu artinya kita harus berhenti percaya pada keberadaan Tuhan?
Menurut TS jawabannya adalah Tidak! Tidak ada alasan kuat untuk berhenti percaya akan keberadaan Tuhan.
Kok begitu?
Coba pikirkan, kalau manusia berhasil menjelaskan & membuktikan keberadaan Tuhan, bukankah justru itu mengecilkan Tuhan yg serba Maha.
Kegagalan kita untuk membuktikan atau menjelaskan, tidak serta merta artinya hal itu tidak ada. Anak TK mungkin tidak dapat membuktikan dan/atau memahami Teori Gravitasi, bukan berarti Gaya Gravitasi itu tidak ada. Anak bayi tidak dapat memahami & membuktikan adanya batas laju universal (kecepatan cahaya), bukan berarti batas laju universal itu tidak ada.
Jadi, gagalnya upaya manusia untuk menjelaskan Tuhan secara logis tidak sama artinya dengan membuktikan bahwa Tuhan itu tidak ada.
Itu pula sebabnya, pendekatan manusia pada Tuhan adalah melalui iman, bukan melalui logika. Iman artinya percaya meskipun tidak melihat buktinya.
Atau menyitir kata-kata Soren Kierkegaard (biar keliatan keren
"Credo quia absurdum"
Kita katakan itu iman, karena itu di luar logika kita.
Salam, semoga trit ini memancing diskusi yg sehat. Jika ada salah kata, mohon dimaafkan.
Jika hati anda panas karena anda cuma lihat judul & malas baca, ya apa boleh buat. Gpp dah, ane minta maaf juga, toh anda jg ga baca permintaan maaf saya ini.