• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kebangkitan Indonesia Butuh Pemimpin Budiman

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Spoiler for Budiman Sudjatmiko:
Kebangkitan Indonesia Butuh Pemimpin Budiman




Entah bagaimana caranya. Desalah masa depan kita. Iwan Fals Desa

Sepenggal lagu gubahan Virgiawan Listanto itu menciptakanku tertegun saat mengecap nikmatnya kopi di sore hari. Keyakinan itu datang begitu saja, karena saya tak mau celaka, begitulah kelanjutan liriknya. Lewat lagu itu ada kekhawatiran dari Iwan Fals apabila kita cuma fokus pada pembangunan di perkotaan. Ternyata kekhawatiran itu terbukti dengan adanya pandemi Covid-19.

Pandemi corona menyebabkan hampir semua sektor, khususnya padat karya menyentuh titik nadir. PHK terjadi di mana-mana, UMKM tak berdaya, pertumbuhan ekonomi minus. Namun di tengah krisis yg melanda, ternyata masih ada yg kokoh bertahan. Yakni usaha perekonomian di pedesaan.

Meski kini keadaan Indonesia tengah genting akibat Covid-19, ternyata sebanyak 10.026 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tetap mengerjakan transaksi perekonomian. BUMDes yg bertahan itu merupakan badan usaha yg berdiri atas inisiatif masyarakat serta sudah melalui telaah ekonomi & bisnis. Dengan mengatakan lain, BUMDes yg dikelola secara profesional.

Sumber :Antara News [Mendes PDTT: 10.026 BUMDes masih tetap bertahan ditengah pandemi]

Maka tak salah pula kiranya Ketua Umum Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko menilai bahwa desa jadi tulang punggung ekonomi bangsa di tengah krisis corona yg tak kunjung usai. Menurut Budiman saat ini lebih dari 75 persen penduduk Indonesia berada di pedesaan. Oleh karena itu masa depan tak lagi terletak di kota. Nantinya kota cuma jadi penyedia jasa, sedangkan pusat aktivitas produksi ada di desa.

Sumber :Kompas [Desa, Tulang Punggung Ekonomi Bangsa saat Pandemi Belum Usai]

Lantas bagaimana cara supaya perekonomian yg berpusat di pedesaan itu dapat terwujud?

Pada 15 Agustus 2020, dalam seminar online bertajuk Pemberdayaan Anak Muda Menyongsong Revolusi 4.0 yg digelar Garuda Hacks, Budiman menyampaikan bahwa kaum muda Indonesia memiliki peluang akbar untuk mengantarkan negeri ini jadi pemenang dalam lomba global era Industri 4.0. Namun ada tiga syarat yg harus dipenuhi.

Pertama, berimajinasi. Budiman mengatakan dengan kekuatan imajinasi, manusia lebih unggul dari mesin & kecerdasan buatan.

Kedua, generasi muda harus secara aktif mentransfer imajinasi tersebut ke dalam ilmu pengetahuan, termasuk ke dalam algoritma & aplikasi digital. Budiman berharap kaum kreatif tak cuma sebatas menemukan solusi atas problem masyarakat pada era kekinian, namun juga mengimajinasikan solusi atas persoalan-persoalan yg berpotensi muncul di masa mendatang.

Ketiga, berkolaborasi. Budiman mengajak kaum muda menciptakan jejaring sosial, gotong royong, & solidaritas.

Lakukan ketiganya (berimajinasi, berpengetahuan, & berkolaborasi), maka anda akan jadi pemenang, mengatakan Budiman.

Guna mewujudkannya dibutuhkan ekosistem yg memadai. Di sinilah peran pedesaan untuk mengakomodasi anak muda dalam mengantarkan Indonesia jadi pemenang dalam lomba global.

Aktivis 98 itu mengusulkan dikembangkannya Silicon Village, yakni semacam pusat pengembangan teknologi & perkembangan digital seperti di Amerika Serikat, namun berbasis komunitas desa yg saat ini berjumlah 74.954 di seluruh Indonesia.

Lewat konsep Silicon Village, akan terwujud kolaborasi secara profesional antara pemuda-pemudi lulusan kampus terbaik dalam maupun luar negeri, korporasi, sektor finansial, & BUMDes. Konektivitas ini sangat dimungkinkan bekerja seiring kemunculan talenta-talenta brilian kaum muda & bergulirnya danang Desa. Budiman berharap, BUMDes mau berinvestasi minimal 10 persen untuk teknologi.

Demi menghadirkan ekosistem perkembangan tersebut, Budiman Sudjatmiko memaparkan bahwa komunitas innovator 4.0 Indonesia yg ia pimpin sudah mengumpulkan setidaknya 300 orang innovator, spesialis & ilmuan yg tersebar di seluruh dunia. Ratusan innovator ini terus dipacu untuk bersinergi dengan para penggerak perkembangan teknologi di tingkat desa dalam wadah Koperasi Satelit Desa Indonesia.

Sumber :Tribunnews [Songsong Revolusi 4.0, Budiman Sudjatmiko: Kaum Muda Harus Kaya Imajinasi]

Ingat, pandemi Covid-19 sudah menciptakan Indonesia celaka. Namun ternyata Desa menunjukkan ketangguhannya di tengah pageblug corona. Desa adalah masa depan kita. Hal ini lah yg ditangkap dari seorang Budiman guna menjawab tantangan Indonesia di masa mendatang.

Seorang visioner, muda, & bergerak cepat seperti Budiman, agaknya cocok jadi pimpinan di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, & Transmigrasi, bukan?


Hari ini 19:12
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.