Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pada saat itu saya sedang duduk di bangku sekolah.
Sekolah kami adalah sekolah favorit. Kebanyakan dari siswa disekolah ini adalah anak orang kaya & memiliki sifat sombong. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa mereka yg bersekolah disini memiliki otak yg cerdas.
Teman satu sekolahku Saidah, dia adalah anak yg dikucilkan dari pergaulan kelas kami.
Aku menyetarakan dia dengan teman teman yg lainnya. Aku juga berteman dengan semua siswa dikelas. Termasuk saidah.
Aku merasakan sedih ketika saidah dihujat dengan teman teman.
Aku berteman dengan saidah & juga dengan beberapa teman yg sering menghujat saidah. Terkadang saya harap memberikan pengertian kepada mereka supaya tidak berlaku seperti itu kepada saidah.
Bullyng ini hingga masuk ke telinga guru BK. Saidah dipanggil guru BK. Beberapa anak nakal juga dipanggil guru BK. Saya juga dipanggil guru BK selaku saksi & penengah mereka.
Belum kapok lagi. Setelah kejadian itu, laki laki dari kelas lain masih ada yg menghina saidah didepanku. Langsung saya turun tangan menimpali mengatakan katanya. Dan disitu adu cekcok terjadi.
Aku menyayangkan sikap sombong mereka. Aku juga belajar dari sana perasaan Saidah yg sering hancur ketika mengalami bullyan. saya adalah tempat curhat Saidah ketika semua orang meninggalkannya.
Dari situ jiwaku tumbuh jadi pribadi yg mengerti bahwa tutur mengatakan sangat penting demi hati & perasaan seseorang. Kebaikan & sikap yg baik adalah termasuk shodaqoh.
Senyuman adalah shodaqoh yg paling murah.
Kalau tidak dapat membahagiakan orang lain janganlah menyakiti mereka. Padahal satu senyuman saja dapat menciptakan orang lain bahagia.
Saidah juga pernah kesulitan dalam membayar biaya ujian. Kalau tidak membayar dia tidak akan dapat mengikuti ujian. Sedangkan orang tuanya tidak memiliki biaya untuk membayar ujian tersebut. Saidah menangis di dekat musholla sekolah. Dia kebingungan & resah.
Saat itu, saya memiliki sedikit tabungan yg cukup untuk membayarkan biayanya. Dan uang tabungan yg saya kumpulkan saya berikan untuk memenuhi ujiannya. Aku tidak bercerita kepada siapapun. Aku yakin dengan menolong orang yg kesulitan maka hidupku akan dipermudah oleh Allah SWT.
Ujian sudah berlangsung & nilaiku bagus & tinggi. Aku bersyukur Allah memberikan kemudahan untuk saya menyelesaikan ujian. Setelah itu, dari keluargaku banyak yg memberikan uang & hadiah sebagai gantinya. Aku mendapatkan jauh lebih banyak dari uang yg saya sedekahkan kepada Saidah untuk membayar biaya ujian.
Tidak dapat ku pungkiri bahwa kebaikan akan kembali kepada kita dalam bentuk lain.
Allah Tidak pernah lupa & tidak akan pernah tidur.
Spoiler for Cendol Kebaikan:
Hari ini 00:05