Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bayangkan Anda tengah berjalan di sebuah gang yg gelap. Anda sendirian, berjalan cepat untuk segera tiba di rumah namun kemudian Anda mendengar suara minta tolong. Keberanian Anda pun mendadak memuncak & Anda berlari menuju arah suara. Disana Anda melihat seorang wanita tengah dikeroyok oleh beberapa pria & dengan gagah berani Anda langsung terjun ke tengah-tengah untuk menolong wanita tersebut.
Tindakan Anda jelas berani, sungguh penuh kebaikan hati namun sedetik setelah Anda melompat masuk sebuah stun-gun diarahkan ke leher Anda oleh sang korban itu sendiri & kemudian Anda pingsan. Saat Anda sadar tubuh Anda tengah diikat ke sebuah meja besi & perut Anda tengah dibelah, organ-organ dalam Anda tengah dilucuti oleh orang-orang yg tadi hendak Anda lawan.
Dan dengan putus asa Anda melihat wanita yg tadinya hendak Anda tolong kini mengangkat pisau bedah & dengan senyum di wajahnya dia mulai mencongkel mata Anda. Itulah hal terakhir yg Anda lihat sebelum akhirnya kematian menjemput Anda.
Sungguh ironis. Anda cuma harap menolong seseorang yg tengah mendapat kesulitan, Anda mengerjakan hal yg menurut Anda semestinya dilakukan namun apa balasannya? Anda dijebak, organ-organ dalam Anda diambil untuk dijual ke pasar gelap, darah Anda dikuras untuk dijual & mayat Anda dibakar hingga jadi abu untuk menghapus semua bukti. Semua terjadi cuma karna Anda harap berbuat baik.
Cerita diatas memang terdengar seperti cerita super sadis yg ditulis dengan pemikiran super berlebihan namun saya pribadi berpendapat kemungkinan hal itu terjadi tidaklah nol. Kenyataannya, banyak sekali kasus kejahatan yg terjadi dengan memanfaatkan kebaikan hati dari si korban seperti seorang begal yg menyamar sebagai wanita kesepian yg minta diantarkan ke daerah terpencil dimana disana komplotannya sudah siap mengepung Anda.
Kebaikan hati, belas kasih, rasa simpati, emosi-emosi tersebut adalah hal baik yg perlu kita jaga namun karnanya banyak sekali orang yg memanfaatkannya. Dengan banyaknya kasus yg memanfaatkan kebaikan, keragu-raguan pun mulai tercipta di hati kita & akhirnya mencegah kita untuk berbuat kebaikan karna takut kebaikan hati itu akan merugikan diri kita sendiri.
Bagaimana kalau uangnya malah dipakai berjudi? Bagaimana kalau uang sumbanganku malah dikorupsi? Bagaimana kalau anak itu memang sengaja menabrakkan diri ke depan mobilku? Bagaimana kalau orang yg pingsan itu ternyata punya pisau di balik bajunya? Secara otomatis kita jadi enggan mengerjakan kebaikan karna takut kebaikan kita disalahpakai & hal inilah yg memicu rasa apatis.
Jika Anda melihat seseorang yg berjalan begitu saja tanpa menolong wanita tua yg mengaku kelaparan maka jangan langsung berpikiran buruk, mungkin saja dia adalah korban yg sudah dikhianati berkali-kali hingga hatinya jadi batu. Tapi kalau Anda masih harap percaya pada manusia, silahkan berbuat baik sebanyak yg Anda harapkan. Saya berdoa supaya Anda tak pernah dikecewakan. Hari ini 10:52