Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebelumnya saya mohon maaf kalau tulisan ini kurang menyenangkan & terkesan riya,tapi apapun itu saya berharap tulisan ini dapat bermanfaat.
Sebagai anak yg bersekolah jauh dari rumah,atau sekolah diluar kota yg mengharuskan kita tidak tinggal bersama orangtua & mengandalkan biaya hidup dari orangtua yg dikirim tiap bulan melalui WESEL(metode kirim uang jaman dulu yg dapat memakan waktu sebulan baru dapat hingga & dicairkan).
Spoiler for WESEL:
Tak jarang uang yg semestinya dapat untuk biaya hidup sebulan justru habis sebelum waktunya,dan ini mungkin adalah masalah yg paling sering terjadi buat anak yg sedang merantau untuk menuntut ilmu.
Karena kebetulan dulu sejak smp sering menolong pekerjaan disebuah tambal ban didekat rumah orangtua,hal ini menciptakan saya terbiasa hidup susah.
Suatu hari ketika sedang bingung karena keuangan sudah mulai habis,saya melihat sebuah truk yg terparkir dipinggir jalan,tampak sang supir yg sudah agak tua sedang melepas ban truk nya seorang diri,lelah & kesal tersirat dengan jelas diwajahnya,lalu tanpa babibu saya segera menghampiri & menawarkan bantuan untuk membuka ban truknya,saya langsung mengambil alih pipa panjang yg dihubungkan ke kunci roda & langsung memberi aba-aba supaya sang supir memegangi kunci supaya tidak meleset atau keluar dari baut yg mengikat ban truknya,awalnya sibapak supir keberatan mungkin karena merasa tidak yakin saya dapat membantunya.akhirnya setelah melihat cara saya membantunya baru dia mulai tampak tenang & tidak berbicara sepatah katapun.setelah ban terlepas lalu saya dorong ban truk yg besarnya dapat dipastikan sanggup meremukan tubuhku,ketempat menambal.setelah proses menambal selesai saya kembali menolong memasangkan ban.selesai sudah ,aku mencuci tangan lalu saya pergi pulang untuk mandi karena hari sudah hampir gelap.
Spoiler for bongkar ban:
Suatu hari sepulang sekolah ketika baru turun dari bus,ada suara yg memanggil,aku menoleh & kulihat bapak penambal ban melambaikan tangannya supaya saya menghampirinya,lalu saya hampiri dia,tiba-tiba dia memberikan selembar uang 5000 padaku,aku mempertanyakan untuk apa ini? Dia cuma bilang ini dari bapak supir yg kubantu melepas & memasang ban truknya.
Wow saya sebenarnya bahagia karena ketika sedang kekurangan tiba-tiba dapat dana segar.lalu saya terima uang itu & meminta ijin untuk pulang.
Dalam hati saya bertanya apakah saya layak menerima uang itu padahal saya cuma harap membantunya karena saya teringat orangtuaku yg rela membanting tulang demi saya dapat bersekolah.
Hari berikutnya saya jadi akrab dengan bapak penambal ban & saya sering duduk ditempatnya menambal ban untuk ngobrol & kadang sambil belajar.
Kian hari saya makin banyak kenal dengan para sopir yg sering berhenti disitu,banyak hal sering mereka tanyakan padaku,kadang ada yg meminta saya untuk mencari kan kernet untuk sopir,dan lagi-lagi saya sering diberi uang karena menganggap saya menolong teman mendapatkan pekerjaan meski cuma sebagai kernet.
Dari satu hal kecil ternyata jadi awal hal-hal berikutnya yg mungkin sangat berguna buat kita.
Jadi menurut saya tak perlu sempurna untuk berbuat baik,disaat paling sulitpun berusahalah berbuat baik meski cuma sekedar senyum.
Spoiler for cendol1:
Spoiler for cendol2:
Spoiler for cendol3:
Spoiler for cendol4:
Spoiler for cendol5:
Spoiler for cendol7:
Spoiler for cendol8:
Spoiler for cendol9:
Spoiler for cendol10:
Sumber gambar:google Hari ini 21:24