• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kebaikan ALLAH SWT..

aland spoor

IndoForum Newbie A
No. Urut
87206
Sejak
17 Des 2009
Pesan
342
Nilai reaksi
10
Poin
18


Assalammualikum.Wr.Wb

Ada sebuah hadist yang gw baca dari buku 'Hadist Qudsi' rapi gw lupa diriwayatkan oleh siapa, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

'Allah memerintahkan kepada malaikat bahwa jika ada hambaKU berniat membuat dosa janganlah kalian catat itu sebagai satu kesalahan (dosa). Tapi jika hambaKU tidak jadi melakukan perbuatan dosa tersebut hitunglah itu sebagai satu kebaikan (pahala). Jika ada hambaKU berniat melakukan kebaikan, tapi tidak terlaksana maka hitunglah sebagai satu kebaikan. Tapi apabila dia benar-benar melakukan kebaikan itu hitunglah kebaikan itu sebanyak sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih, tapi apabila hambaKU melakukan suatu perbuatan dosa hitunglah dosa tersebut sebanyak satu dosa saja.'

Dari hadist qudsi tersebut dapat kita sipulkan bahwa sesungguhnya Allah SWT saat baik kepada hamba-hambaNYA bahkan terlalu baik, tapi itulah ALLAH SWT karena ALLAH SWT maha penyayang kepada semua hambaNYA. Amal saja Diitung pahala sampe 700 bahkan lebih, baru niat baik 1 pahala, niat jahat nggak diitung dosanya, kalo niat jahatnya nggak jadi tambah satu pahala. Kalau buat dosa diitungnya 1 dosa aja, ini dia bahwa sesungguhnya ALLAH SWT yang menciptakan alam semesta sebegitu baiknya, tapi mengapa kita terus selalu lupa kepadanya dan melakukan apa yang dilarangnya.(semoga dapat bermanfaat dan dapat diamalkan kepada semuanya):)

Wassalammualaiku.Wr.Wb
 
Jawabannya adalah karena ada pengaruh internal dan eksternal,
yang internal adalah hawa nafsu

Makanya manusia diberi nafsu agar dia senantiasa berusaha dan berusaha untuk keinginannya terutama dalam etos kerja. Sperti pada contoh positif, Siswa terus menuntut ilmu agar bekal di dunia dan akhirat tercukupi, kalo contoh negatif anda sudah taw pastinya :D

Makanya, hawa nafsu harus bisa dikendalikan, Sebenarnya manusia yg melakukan ketidakmampuan mengendalikan hawa nafsu ketika Nabi Adam, manusia pertama, dimana Allah telah melarangnya mendekati bahkan memakan buah khuldi, tetapi dilanggarnya ketika Iblis membujuknya, sebenarnya ditolaknya namun Hawa, manusia kedua setelah Adam membujuknya pula dan akhirnya keduanya memakan buah tsb.

maka dari itu Rasulullah pernah bersabda bahwa perang terbesar adalah melawan hawa nafsu.

lalu, pengaruh eksternal adalah Iblis dan setan yang keduanya adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Sudah dijelaskan ketika Iblis dikutuk oleh Allah karena kesombongannya, bahwa Iblis memohon kepada Allah SWT utk memberikan kehidupan yg lamahingga hari akhir untuk menggoda Adam beserta anak2 dan keturunanya hingga akhir Zaman, dan Iblis pun juga punya keturunan yaitu Syaitan yang tugasnya yaitu,menggoda manusia

saya kira sudah cukup, terima kasih
semoga berguna :)

Wassalamu'alaikum
 
hmmmm.........

suatu kebaikan yang tak terbayangkan, tapi itu ada dan datang dari ALLAH SWT.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.