• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Keajaiban Sholat Dhuha

Blog Sakinah

IndoForum Newbie D
No. Urut
176628
Sejak
6 Jul 2012
Pesan
90
Nilai reaksi
0
Poin
6
“ Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tidak mau mengubah dirimu dan kebiasaanmu? Kita banyak meminta, bnyak berharap kepada Allah. Tapi, sibuknya kita meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal kalau kita meminta akan mengakibatkan kita akan mengubah diri dan Allah akan memberi apa yang kita minta.” (Ibnu Ath Tha’ilah).

Sholat Dhuha identik sekali dengan pencarian rezeki seseorang. Tak heran jika Allah menganjurkan kita untuk menyisihkan waktu meskipun sejenak untuk berdoa ketika sholat Dhuha karena di dalamnya terdapat doa-doa untuk memperlancar rezeki kita. Mencari rezeki adalah ibadah. Jika kita iringi dengan sholat Dhuha maka tepat sudah. Sholat Dhuha dan mencari rezeki sama-sama merupakan sarana beribadah kepada Allah. Satu untuk memenuhi kebutuhan fisik dan satu lagi untuk memenuhi kebutuhan mental kita.

Jika dua komponen tersebut: Ikhtiar dan Sholat, kita satukan dalam aktivitas sehari-hari maka kita dapat mencari rezeki dengan rasa tenang karena kita yakin Allah telah menyediakan rezeki bagi hamba-hambaNya yang mau bekerja keras dan di iringi dengan doa. Jika kita yakin bahwa Allah telah menyiapkan rezeki untuk kita maka kita tak akan takut memulai dan menjalankan usaha apapun sepanjang itu halal. Cukuplah bagi diri kita berusaha seoptimal mungkin, sepanjang itu halal. Hasilnya kita percayakan kepada Allah, Sang Pemilik Rezeki. Rezeki adalah milik Allah. Dia yang mengatur segala peredarannya. Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Banyak atau sedikit rezeki itu adalah hak Allah.

Bukankah dalam sholat, kita selalu meminta rezeki, petunjuk, ketenangan dan permohonan lainnya kepada Allah. Coba kita terjemahkan bacaan duduk di antar dua sujud, mungkin kita akan menyadari sesuatu. “Ya Allah, aku memohon kepadaMu ampunan, rahmat, petunjuk dan berilah aku kesehatan dan rezeki.” Dari terjemahan tersebut, ternyata sholat juga memperhatikan kebutuhan dunia, begitu pun dengan sholat Dhuha.
Sholat Dhuha adalah fasilitas Allah untuk hambaNya. Dia sudah memberikan fasilitas tiada terkira bandingannya untuk kita meminta rezeki di dunia. Namun, seringkali kita tidak menyadarinya. Inilah permasalahannya. Bagaimana kita akan kaya, bahagia dan tentram jika kita melupakan Sang Pemberi Kekayaan? Kita ingin kaya, bahagia dan tentram, namun untuk mendirikan sholat Dhuha saja kita malas.

Melibatkan Allah dalam setiap ikhtiar kita merupakan salah satu bentuk iman dan taqwa kita sebagai seorang hamba. Allah menegaskan hal tersebut dalam firmanNya : “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan berikan baginya jalan keluar dan akan memberikan rezeki kepadanya dari jalan yang tidak disangka-sangka. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah maka Allah pasti mencukupinya.” (QS. at-Thalaq: 2-3)

Tugas kita hanyalah menggenapkan ikhtiar, rezeki yang kita dapat adalah buah dari kesungguhan ikhtiar kita. Jadi, bukan karena usaha kita, tapi karena usaha tersebut mengundang berkah dari Allah. Rezeki itu bisa uang, kesehatan, kesolehan dari mana saja. Dan barang siapa yang hatinya benar-benar gak punya sandaran selain Allah, bakal dicukupi. Perkara rejeki adalah mutlak dalam genggaman Allah SWT. Kalau kita patuh kepada Allah dan yakin dengan kekuasaan Allah, Sang Pemberi rejeki, pasti akan menjamin segala kebutuhan rejekinya.
Kita bekerja bukan untuk mengejar uang, tapi merupakan amal shaleh dalam menjemput rejeki atau nafkah kita. Yang dicari adalah keberkahan dan ridho Allah SWT. Orang yang mencari ridho Allah tidak akan ragu kepada Allah SWT sebagai pembagi rejeki, pasti kita akan bertemu dengan rejek kita, sehingga tidak akan mau berbuat haram. Kalau seseorang tidak mencari ridho Allah SWT, maka ia bisa saja menghalalkan berbagai cara dalam mencari uang. Dengan demikian, berbeda antara orang yang bekerja hanya untuk mencari uang, dengan orang yang bekerja untuk mencari ridho-Nya. Orang yang mencari ridho Allah, sama sekali tidak ada keraguan, yakin pasti bertemu dengan rejekinya. Sepanjang sesuai dengan perintah Allah SWT, tidak perlu menghiba-hiba kepada manusia, karena manusia tidak dapat mendatangkan apa pun, tanpa ijin Pemilik Semesta Alam.
 
sholat duha secara rutin akan memberi dampak luar biasa bagi kesejaheraaan kita,yuk kita giatkan sholat duha
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.